
H 4 P P Y R 3 4 D I N G🤗
•
•
•
•
•
✨🌹💕🌹✨
Kini semua telah tiba dengan selamat menggunakan jet pribadi Iqbal, meski keberangkatan mereka harus di lalui dengan drama klasik yang biasa terjadi, tidak membuat mereka bosan melainkan terhibur.
Percakapan tak pernah habis selama berada di dalam jet menuju tempat liburan bagi sahabatnya, honeymoon bagi Iqbal dan Cinta.
Sejak tadi di mansion hingga saat ini Iqbal masih bertahan dengan ngambek nya, Cinta yang belum tau suami nya sedang merajuk bingung garuk kepala, kenapa dengan Al, apa sariawan tumben dari tadi diam gak ngajak bicara, itulah pikiran yang memutari otak Cinta memandang Al terus diam.
"Cinta." Panggil Melati
"Iya Mel, ada apa?" Sahut Cinta
"Ada apa dengan Iqbal? kenapa diam tumben gak seperti biasa nya, apa kalian berantam?" Tebak Melati menatap bingung Cinta yang juga bingung harus menjawab apa.
"Berantam? kayak nya tidak deh, kita baik-baik saja, sebelum kesini kita sempat ngobrol kecil meski akhirnya Al jawab singkat." Balas Cinta masih belum peka.
"Kalau bukan berantam, Iqbal kenapa tumben diam seperti gak biasa, benar gak Ra?" Senggol nya pada lengan Laura berdiri di samping.
"Iya benar, tapi bisa jadi Abang Al lagi sariawan, makanya diam." Tebak Laura juga tidak tau kenapa.
"Begitu yah, bisa jadi sih."
"Yah sudah bahas nya nanti saja, sekarang kita istirahat dulu, sebentar baru lanjut pikirin." Ujar Kenan menghentikan perbincangan ini.
Jujur saat ini badan Kenan terasa pegal karena perjalanan yang cukup jauh. Badan nya terasa ingin mati jika sekarang belum tiba.
"Yah sudah kita semua ke kamar masing -masing saja." Setuju Cinta yang ingin menemui Iqbal.
Setelah berbicara dengan sahabat nya Cinta makin kepikiran apa Iqbal marah pada nya jika iya kenapa, perasaan Cinta tidak melakukan kesalahan yang membuat mereka berantam.
__ADS_1
Cinta bukan wanita tipikal yang gengsi meminta maaf duluan, karena bagi Cinta meminta maaf duluan tidak ada salah mempererat jalinan hubungan meski itu pertemanan atau yang lain.
Musuh gampang di cari tapi tidak dengan pertemanan yang harus melewati perkenalan satu sama lain agar menjadi kita.
"Al." Panggil Cinta melihat Iqbal berbaring di kasur.
Tampak nya Al sudah tidur tidak ada balasan dari nya. Melihat itu Cinta meninggalkan nya menuju kamar mandi untuk menganti pakaian.
Badan nya terasa lengket sejak tadi, tapi ia berusaha memaksa diri karena tidak enak meninggalkan sahabat nya yang asyik mengajak nya berbicara.
Merasa suasana menjadi sepi kembali, Iqbal pelan-pelan membuka mata menelusuri setiap sudut mencari keberadaan Cinta.
Jujur saat ini Iqbal tak sanggup harus terus-terusan gambek dengan Cinta yang belum peka juga, apa Istri nya bodoh sampai gak tau suami nya lagi ngambek, kalau iya bagaimana Cinta bisa memiliki kekayaan mengalahkan keluarga Kusuma keluarga nya sendiri dan juga keluarga ku. Pikir Iqbal mencoba mencari jawaban dari sisi otak Cinta.
"Kamu sudah bangun Al." Tatap Cinta keluar dari kamar mandi melihat Iqbal duduk di tepi ranjang.
"Hmmm." Hanya deheman yang keluar dari mulut iqbal.
"Al kamu kenapa sih, kok jawab nya begitu, apa kamu marah sama aku, kalau iya kenapa, apa aku ada salah tapi belum nyadar juga kamu bisa bilang Al, jangan giniin aku. Kita sudah menikah Al semuanya bisa di bicarakan baik-baik tanpa mendiami satu sama lain." Jelas Cinta bingung kelakuan Al yang marah dengan nya tanpa alasan."kamu itu perempuan baby, kenapa bisa gak peka kalau suami mu ini lagi marah."
"Marah? kenapa bisa marah, apa aku ada salah, setau aku tidak ada Al, sebelum ke sini semua nya baik-baik bukan, gak ada masalah. Terus apa yang membuat kamu marah padaku. Apa kamu bisa jelaskan siapa tau aku lupa sudah lakuin kesalahan."
"Kamu ingat saat kamu dan Laura lama di kamar saat di Indonesia, aku ada tanya apa?"
"Apa kamu belum sadar juga?"
"Sadar apa nya Al, aku benaran gak paham makanya aku minta kamu jelaskan bukan balik bertanya seperti ini."
Melihat kebingungan pada Cinta, Iqbal sadar Cinta benar-benar tidak tau, menggaruk kepala yang tidak gatal betapa polos nya Cinta, hingga tidak sadar.
"Yah sudah lupakan saja gak usah di pikirin. Tadi kalian bicara apa sampai lama gini?"
"Mereka pada tanya kenapa kamu diam gak seperti biasa nya, mereka juga tanya apa kita bertengkar."
"Terus, kamu jawab apa?"
"Aku jawab jujur, aku gak tau."
"Dasar istri gak peka."
"Kamu gak jelas Al, bukan aku yang gak peka."
__ADS_1
"Iya iya terserah, perempuan selalu benar gak pernah salah, karena pria selalu salah."
"Bukan begitu juga Al, sudah lupakan masalah ini, aku gak mau makin panjang. Aku kesini hanya mau tanya bukan untuk berdebat, jika tidak ada yang mau di bahas lagi mending aku istirahat, badan ku sangat cape butuh rehat."
Cinta segera menaiki kaki pada kasur dan membaringkan badan untuk segera istirahat, rasa nya sudah cukup perdebatan ini, sekarang yang ia butuhkan istirahat agar bangun nanti badan nya sudah segar kembali.
"Baby ayolah jangan tidur, kita kesini untuk honeymoon."
"Aku tahu Al tanpa kamu bilang aku ingat, urusan nya apa sekarang tidur dengan honeymoon. Aku sangat cape butuh istirahat."
"Ayolah baby kita lakukan sekarang, jangan menunda lagi, aku ingin segera punya anak dari mu. Apa kamu tidak ingin punya anak?"
"Bukan begitu Al aku mau ,tapi apa harus sekarang juga gak bisa gitu sebentar malam?"
"Malam dan sekarang beda baby, malam jatah nya malam, sekarang jatah nya sekarang."
Seketika Cinta kaget melotot kan mata mendengar Iqbal meminta dua kali permainan sekarang dan malam. Dalam hati Cinta berpikir kenapa tiba-tiba otak suami nya jadi gresek.
Di kamar sebelah Laura tidur berdua dengan melati, dan Bunga sama Inces di kamar yang satu lagi.
Laura dan Melati sibuk menggunakan masker sebelum tidur. Kecantikan nya tidak boleh pudar di mana pun mereka berada, nanti semua pria tidak ada yang naksir sama mereka. Terlihat berlebihan menurut orang lain, tapi tidak dengan Laura dan Melati.
Hal terpenting bagi kaum wanita, cantik kunci utama dalam mendapatkan pria kaya dan tampan, sikap soal belakangan.
"Ra, kamu sudah selesei maskeran nya?" Tanya Inces menatap Laura masih menggunakan masker bangkuang di seluruh permukaan wajah, tanpa terkecuali.
"Belum, Mel tolong potongin ketimun di dapur yah, plis." Pinta nya memasang wajah memelas belas kasihan, Melati melihat Laura menjadi tidak bisa menolak.
"Baik tuan putri." Mengiyakan permintaan Laura dan pergi menuju dapur.
...𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐁𝐔𝐍𝐆...
________________💞💞💞________________
𝐌𝐞𝐧𝐮𝐧𝐝𝐚 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐛𝐞𝐫𝐚𝐫𝐭𝐢 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐢𝐧𝐠𝐢𝐧 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧.
𝐒𝐞𝐭𝐢𝐚𝐩 𝐡𝐮𝐛𝐮𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐚𝐰𝐚𝐥𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐭𝐞𝐫𝐛𝐮𝐤𝐚𝐚𝐧 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬 𝐚𝐝𝐚 𝐝𝐢𝐭𝐮𝐭𝐮𝐩𝐢. 𝐵𝑦: 𝐶𝑖𝑛𝑡𝑎 𝐾𝑢𝑠𝑢𝑚𝑎.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....
__ADS_1
...Bantuan jempol mu membantu author untuk semangat menulis....
...Tambahin favorite biar gak ketinggalan up terbarunya.📝📢...