Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 41. Resepsi, ada dia?


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G 🤗







•>>>>>>>


19:00 Malam.


Tamu undangan datang dari berbagai kota dan luar negeri, banyak tamu yang hadir tamu dari kolega Cinta yang beredar di luar negeri.


Sisanya tamu dari keluarga Kusuma dan Adijaya, semua terus memberi selamat kepada pasangan suami istri yang baru sah beberapa jam yang lalu.


Gaun yang dikenakan Cinta terlihat cantik panjang putih dihiasi mutiara setiap ujung, penampilannya memukau mengarahkan tamu undangan tak melepaskan bola matanya, semua terpaku dengan kecantikan dan ketampanan pasangan yang mengelar acara resepsi saat ini. Iqbal semakin tampan dengan balutan setelan jas berwarna biru dengan Kilauan pernak pernik yang menempel, rambut disisir kesamping sedikit acak, penampilannya seperti artis bolywood ditambah dengan hidung mancung dengan bibir tipis.


Semua mata menatap kagum kedua orang yang berada diatas panggung, pagi tadi belum sempat menghadiri, langkah kaki mengarah podium pada pasangan suami istri.


"Selamat Bu Cinta, semoga menjadi keluarga samawa dan selalu diberkati dan dilindungi oleh yang kuasa."


"Makasih doanya, makasih sudah meluangkan waktu menghadiri acara pernikahan kami." Balas Cinta tersenyum tulus menambah kecantikannya berlipat ganda.


"Sama-sama, mendapat undangan dari ibu menjadi suatu kehormatan buat saya dan semua yang ada disini."


"Bapak bisa saja." Balas Cinta.


"Pak Iqbal beruntung memiliki istri seperti Ibu Cinta, banyak diluar sana yang berlomba menginginkan Ibu Cinta, tapi bapak dengan mudah mendapatkannya."


"Bapak benar saya sangat beruntung bisa menjadi suaminya." Balas Iqbal menatap Cinta dengan penuh kebahagiaan, terpancar jelas dari matanya.


Waktu terus berputar menunjukkan pukul 22:00, semua hadirin mulai menyantap hidangan yang disediakan, berbagai jenis makanan dari luar negeri dihidangkan di masing- masing meja.


Semua menikmati santapan dengan bahagia adanya hiburan membawa suasana menjadi meriah dan berwarna. Dari kejauhan ada sosok manusia yang melihat dengan penuh kebencian pada Cinta.

__ADS_1


"Sekarang kamu bisa tersenyum seperti ini, tapi tidak kedepannya karena akan ada banyak hadiah menanti kedatanganmu, hari ini adalah harimu setelah itu hariku." ucap sosok misterius dengan pelan memandang Cinta yang sedang menyantap makanan bersama keluarga.


"Apa yang sedang kamu lakukan? jangan gegabah atau kita akan hancur sebelum membalas." Pesan partner dari sosok misterius yang melihat gelagat mencurigakan.


"Aku tidak bodoh seperti dulu yang melakukan sesuatu dengan emosi. Hari ini aku hanya ingin ikut bahagia dalam kebahagiaannya, tidak ada jaminan akan ada senyuman terpancar dari wajah cantiknya." Senyumnya menatap Cinta dengan ribuan rencana.


"Apa maksudmu? rencana apa yang akan kamu lakukan, jangan ulangi kesalahan yang pernah kamu lakukan karena itu sangat merugikan kita dalam segi apapun." Jelas memberi peringatan agar tak salah mengambil langkah.


"Jangan khawatir semuanya sudah direncanakan sejak lama sebelum dia pindah." Balasnya menyakinkan orang yang berada disampingnya dengan pakaian seperti pelayan.




***


"Apa rencana kalian setelah menikah? apa langsung honeymoon?" Tanya Lestari disela makan bersama.


"Iya Ma, besok kita akan berangkat honeymoon ke Eropa." Jawab Iqbal setelah selesei menyantap makanan.


"Gak sabar lho bro pengen punya anak?" Ejek Kenan menaikkan alisnya dengan senyum jahil.


Kenan mengejek Iqbal yang ingin buru-buru honeymoon, pikirnya Kenan sudah kebelet ingin cepat sedangkan Cinta bersikap biasa dan santai.


Terpapar jelas wajah kesal Kenan yang semata-mata dibuat Iqbal untuk mengejek balik. Kenan yang belum menikah, gimana mau nikah pasangan saja gak ada, pikirnya yang kesal.


"Rese banget sih jadi manusia nyesal kita kasih restu kamu nikah sama Cinta." Balas Kenan.


"Kalian saja yang nyesal, Cinta tidak!" Tegas Iqbal penuh kemenangan melihat raut wajah Kenan yang sedang duduk menjadi kesal.


"Sudah! kalian berdua seperti anak kecil saja, gak lihat disini banyak orang gak malu apa?" Tegur Cinta sejak tadi diam mendengar ocehan tak berfaedah yang semakin menjadi sorotan tamu yang ada.


"Tahu nih Abang udah besar juga kelakuan masih saja seperti anak kecil." Sambung Laura yang duduk dengan tangan memengang piring makannya.


"Siapa yang anak kecil? bukannya kamu lebih adik dari kita?" Jawab Kenan menaikkan alis menatap Laura yang kembali menikmati santapan tanpa memperdulikan tatapannya.


"Aku memang lebih adik dari Abang, tapi kelakuanku masih lebih baik karena gak kekanakan kayak Abang yang gak tau situasi dalam berdebat." Jelas Laura menatap tajam mata Kenan mengatakan sekali lagi menjawab habis kamu.


"Iya, iya, Abang kekanakan gak usah gitu tatapnya mau bola mata keluar dari tempatnya." Balas Kenan yang mengalah.

__ADS_1


Mata Cinta menatap seseorang yang mencurigakan menurutnya, ia tak menggubris ucapan yang dilontarkan mereka fokusnya hanya pada arah jarum jam yang terdapat seseorang yang ia kenal, tapi apa mungkin mereka berada disini, siapa yang mengundang bukannya saat ini masih dipenjara.


Keringat keluar membanjiri dahinya, badan gemetar suasana yang tadi terlihat ceria kini berubah menjadi menenggang. Merasa diperhatikan sosok tersebut meninggalkan tempatnya saat ini. Matanya tak melepas pandangan pada orang tak asing menurutnya.


"Kakak kenapa?" Tatap Laura yang melihat perubahan raut wajah Cinta yang berubah seperti melihat setan.


Mendengar tak ada sahutan dari Cinta semua diam memandangnya dengan aneh, kebingungan melanda pada mereka apa yang membuat Cinta seperti ini, kenapa sangat takut.


Laura mengikuti arah pandang kakaknya menatap arah jarum jam, tapi tak ada siapapun disana.


"Kak." Panggil ulang Laura memengang bahu Cinta yang masih diam.


"Ada apa Laura?" Kaget Cinta dengan sentuhan Laura membuyarkan lamunannya.


"Kamu kenapa Baby? dari tadi Laura panggil kamu diam wajah kamu juga seperti orang ketakutan, apa ada yang kamu takuti?" Tanya Iqbal yang melihat wajah tegang Cinta yang berada disampingnya.


"Maaf yah dek. Aku gak apa-apa Al mungkin karena kecapean terlalu berdiri." Bohong Cinta, ia tak ingin membuat mereka khawatir jika dugaannya benar.


"Kamu gak lagi berbohong kan baby? sekarang kita sudah menikah aku harap jangan ada yang ditutupi antara kita!" Tegas Iqbal menatap Cinta.


"Aku gak berbohong Al gak ada yang aku tutupi dari kamu percayalah." Cinta kembali menyakinkan Iqbal yang tak percaya, bukannya tanpa alasan ia menutupi ini dari mereka ia hanya tak ingin mereka kena imbas karena dirinya.


"Yah sudah aku percaya, tapi jika ada sesuatu aku harap cerita jangan ada yang disembunyikan kunci awal membangun rumah tangga yang bahagia adalah kejujuran dan keterbukaan sesama pasangan." Ujar Iqbal yang terdengar tegas ditelinga Cinta.


Mendengar perkataan Iqbal membuat Cinta merasa bersalah telah berbohong, matanya tak berani menatap Iqbal yang melihatnya seperti sedang mengintimidasi. Semuanya hanya bisa mendengar pasangan suami istri yang terus berbincang tanpa memperdulikan mereka yang berada disini.


Laura sama dengan Iqbal merasa ada yang tidak beres, dia yakin ada yang disembunyikan kakaknya.


"Apa kakak lupa dengan perkataan kakak beberapa tahun yang lalu orang yang berbohong meski itu demi kebaikan orang lain namanya dosa, Allah sangat membenci itu." Jelas Laura mengingatkan perkataan Cinta.


_____________💞💞💞______________


Berantam kecil bukan berarti menjadi musuh. Karena dengan begitu suatu hubungan dapat terjalin lebih dekat meski dengan pertengkaran.


(✓By: Rafa Putra Kusuma.)


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_--__-_-_-_-_-_


...Jangan lupa like, comment, gift🌹 and vote....

__ADS_1


...Bantuan jempol mu membantu author semakin semangat menulis....


...Tambahin favorite biar gak ketinggalan up terbarunya📝📢...


__ADS_2