Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 45. Paket apa? kenapa kaget?


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G 🤗









Di sebuah rumah bak istana, seorang sosok misterius duduk gembira menampilkan senyumnya seakan mendapat harta Karun.


Mendengar kabar Cinta, ia sangat bahagia awal permulaan segera dimulai cukup sudah waktu yang diberikan.


Sosok misterius segera menelpon orang diluar sana dengan handphone ditangannya.


📞:"Segera lakukan. Jangan sampai ada yang curiga, bermainlah dengan rapi." Perintahnya dan mematikan sambungan telpon tanpa mendengar jawaban dari orang tersebut.


"Anggap kejutan ini kado pernikahan yang bermakna yang pernah kamu dapat. Aku yakin bahkan sangat yakin semua orang tak pernah mendapatkan kado yang aku berikan padamu saat ini." Senyumnya menatap layar handphone.


Semua rencana sudah ia susun sejak lama. Ia tak sabar melihat ekspresi Cinta dengan semua ini. Wajahnya seperti psikopat gila, gila akan balas dendam, gila akan kehancuran, dan gila untuk kematian Cinta pelan tapi menyakitkan.


Kebenciannya terhadap Cinta sangat besar, tak peduli resiko apa yang akan ia dapat. Utamanya balas dendam.


*


*


>•••


Diruang keluarga semua terlihat bahagia tertawa bersama dengan lelucon Laura dan Rafa yang selalu bertengkar.


Perasaan Cinta seketika gelisah entah kenapa ia sendiri bingung. Jelas akan terjadi sesuatu yang buruk. Pada siapa orang tersebut Cinta tak tau. Tapi ia berjanji akan melindungi keluarganya dengan nyawa taruhannya.


"Kamu kenapa sayang?" Pandang Lestari perhatikan Cinta diam tak berucap.


"Tidak. Aku senang aja lihat semua bahagia." Jawab Cinta meski tak mengatakan apa yang ia pikirkan.


Cinta tak ingin membuat mereka kepikiran dengan firasatnya, bisa saja ini salah.


"Mama juga senang dan tambah senang kamu sudah ada yang jaga. Maafkan Mama atas perlakuan jahat dulu, jika saja Mama sadar lebih cepat kamu gak perlu bekerja keras tanpa mengenal waktu rehat." Tunduk Lestari sedih.


Lestari sedih mengingat perlakuan buruknya pada Cinta, apa pantas ia disebut ibu yang baik, apa pantas ia menjadi ibu dari Cinta. Kini air mata berhasil lolos menelusuri pipi cantik Lestari. Menyesal selalu menghantuinya meski sudah dimaafkan.


"Mama gak jahat berkat Mama aku sukses. Semua yang terjadi sudah kehendak dan jalan diatas. Mama gak usah merasa bersalah, jika tidak aku bukanlah Cinta yang sukses, tapi Cinta yang bergantung dengan warisan keluarga." Senyum Cinta menyeka air mata pada pipi Lestari.

__ADS_1


"Kamu anak yang baik, Mama beruntung memiliki kamu." Balas Lestari dan memeluk Cinta.


"Aku juga beruntung memiliki Mama."


"Sudah pelukannya, Papa jadi iri." Acting Aditya memasang wajah sedih.


"Apaan sih Mas nganggu aja." Tatap Lestari setelah melepas pelukannya.


Mendengar ucapan Aditya. Tangis bahagia Lestari menjadi hancur. Matanya menatap tajam Aditya. Baru sebentar bahagia sudah di nganggu. Apa ini hobi baru pikir Lestari kesal menatap suaminya.


"Siapa yang nganggu aku beneran iri, disini aku juga orang tua Cinta bukan kamu saja, jadi wajar Papanya cemburu." Balas Aditya menatap balik istrinya.


"Kalian seperti anak kecil minta jajan gak malu sama umur ingat sudah tua bukan ABG." Lerai Sari mengingatkan.


"Papa, Mama ingat bukan ABG." Ejek Laura tertawa.


"Kata siapa Mama bukan ABG? Dua anak tidak menjadi tua, tapi muda." Balas Lestari percaya diri.


"Mbak bisa aja malu sama umur terus terusan bilang mudah." Kata Anita membuat semua tertawa.


Semua terlihat bahagia dengan ocehan satu sama lain tanpa terasa menghabiskan waktu 2 jam berkumpul dengan penuh candaan.


Melihat Cinta gelisah tanpa sebab Bagas curiga ada yang tidak beres, ia tahu semua masa lalu Cinta saat tinggal di Korea. Sekuat tenaga ia berusaha melindungi Cinta dari musuh yang ingin balas dendam.


Tak sedikit informasi ia beberkan pada keluarga, ia yakin Cinta berusaha menutupi ini agar semua tak khawatir. Memaklumi jalan pikir Cinta menambah kekaguman Bagas.


Bagas bangga memiliki kakak seperti Cinta, tidak hanya sukses, cantik, tapi juga baik hati.


"Kayaknya ada tamu." Bangun Lestari di cegah Bagas.


"Biar aku saja Mama duduklah." Tahan Bagas melihat Lestari ingin berjalan.


"Yah sudah." Pasrah Lestari kembali duduk.


Bagas segera menemui tamu, membuka pintu terlihat seorang kurir berdiri memengang sebuah paket berukuran sedang. Memandang dari bawah keatas tak ada kejanggalan dari dirinya.


Orang yang dipandang terus mengucapkan doa serapah agar aman, ia tak ingin gagal maka habislah nyawanya.


"Ada paket atas nama Cinta, apa benar alamatnya disini?"


"Iya benar paket dari siapa?"


"Saya tidak tahu Pak mohon tanda tangan disini." Menyodorkan kertas dan Bagas segera tanda tangan tanpa curiga.


Kini paket berada ditangan Bagas. Bodohnya ia tak menyadari kertas tadi palsu, bagaimana bisa tanda tangan tanpa dilihat cap asli perusahaan dan mana gadungan. Bahkan tak menyadari jika pria tersebut tidak memakai motor milik perusahaan yang diwajibkan sebagai identitas diri.


Kembali masuk Bagas melihat mereka sedang asyik ngobrol sebelum menemui kurir.


"Apa yang kamu pegang? tamunya mana?" Tatap Kenan tak melihat ada yang masuk selain Bagas.


"Tidak ada tamu tadi kurir antar paket." Sodor Bagas memberi paket pada Cinta.

__ADS_1


"Apa ini?" Kaget Cinta menerima paket.


Cinta bingung pernikahannya baru digelar kemarin kenapa dikasih sekarang. Aneh benar aneh pikiran memaksa otak mencari jawaban. Menatap Bagas yang menggeleng tidak tahu menambah pusing.


"Aku gak tahu kata kurir paketnya buat kakak." Balas Bagas kembali duduk.


"Buka saja pasti ada kartu didalam." Usul Kenan melihat Cinta kebingungan.


"Sini biar aku yang buka." Iqbal mengambil paket dari tangan Cinta dan membukanya.


Semua mata mengarah pada paket. Penasaran itulah dirasakan mereka, apa isi didalam hingga banyak diselimuti bungkusan.


Selesai melepas bungkusan paket Iqbal segera membuka apa isi dalamnya.


"Stop." Teriak Rafa mengangetkan mereka yang serius melihat isi paket.


"Kenapa?" Singkat Iqbal datar.


"Lebih baik Cinta yang buka." Usul Rafa melihat semua memandang dengan tatapan kesal.


"Yah sudah." Iqbal menyodorkan paket dan Cinta menerima dengan hati gelisah. Entah apa ia merasa curiga dengan paket dadakan ini.


Sebelum terbukanya kotak Cinta berdoa agar dugaan nya salah tidak benar.


Satu......


Dua.....


Tiga....


Prakkk.......


Seketika paket terjatuh melihat isi dalamnya. Dugaan sejak tadi ternyata benar dan kini terjadi. Semua sama terkejut dengan Cinta, siapa yang berani melakukan ini pada anak cucunya. Bagas menjadi yakin musuh Cinta sudah mulai melakukan aksi balas denda.


Melihat wajah Cinta panik ketakutan Iqbal membawa Cinta kedalam pelukan memberi kehangatan dan kenyamanan agar sedikit rileks. Ia berjanji akan mencari siapa dalang dari semua ini, tak ada kata ampun bagi mereka yang mencoba menakuti istri tercintanya.


____________💞💞💞_______________


Orang yang menyayangimu akan selalu berada disamping mu, mau keadaan susah atau senang karena kesetiaan dan ketulusan dilihat saat keadaan sedang terpuruk bukan bahagia.


(✓By : Cinta Permata Kusuma.)


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


...Jangan lupa **Like, comment, gift 🌹 and vote. ...


...Masukin favorite agar tak ketinggalan up terbarunya**....


...📢📢📢...


...Dukungan kamu akan membantu author semangat. Teruslah like setiap baca atau mampir🙏...

__ADS_1


__ADS_2