Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 63: Hukuman


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻





Tiba di depan pintu kamar Laura, Cinta segera mengetuk pintu.


Tok...


Tok...


Tok...


"Masuk saja, kamar gak di kunci." Ucap Laura dari dalam belum mengetahui orang di luar.


Mendengar sahutan dari dalam suara Laura, Cinta segera masuk.


"Dek," Sapa Cinta melihat Laura duduk di depan meja rias.


Laura kaget mendengar suara Kakaknya berada di kamar, dia langsung menoleh asal suara tersebut."Kakak ngapain kesini?" Laura memandang Cinta sekilas, lalu membuang arah pandang ke tempat lain.


Marah, ngambek masih Laura simpan untuk kakak nya, semenjak Cinta menikah dia merasa kakak nya sudah jarang memperhatikan nya dan lebih memperhatikan Iqbal.


Laura iri melihat begitu besar kasih sayang dan perhatian yang diberikan Kakak nya kepada Iqbal lebih dari nya.


"Dek, kamu marah sama kakak? Kakak minta maaf soal semalam, kakak gak ada maksud berkata seperti itu, kakak juga gak membela Rafa atau membenarkan perkataan Rafa menuduh kamu. Kakak hanya gak ingin kamu terkesan gak sopan sama yang lebih tua, bagaimana juga Rafa Abang kamu. Kamu boleh marah dan kecewa sama Rafa atas tuduhan nya, tapi kakak harap jangan lama gak baik marah melebihi waktu 3 hari."Jelas dan nasihat Cinta pada adik kecil kesayangan nya.


Awal nya Laura ingin sekali mengusir dan memarahi Cinta kakak nya, tapi semua tidak jadi setelah mendengar penjelasan dan nasihat yang membenarkan kejadian semalam.


"Maaf." Ucap Laura menunduk malu, sekarang dia sadar, dia salah telah memarahi mereka yang tidak melakukan kesalahan padanya.


"Kenapa kamu minta maaf? Kamu gak salah, seharusnya kakak yang minta maaf bukan kamu." Kata Cinta mendekati Adik nya masih menunduk malu.

__ADS_1


"Hey, sini lihat Kakak? Kenapa menatap ke bawah? Apa sekarang kakak ada di bawah?" Tanya Cinta sengaja memancing adiknya, dia sadar sekarang Laura merasa bersalah makangnya terus menunduk.


"Kakak maaf." Ucap Laura perlahan memandang wajah kakak nya lalu menghambur peluk.


"Sudah gak usah minta maaf kamu gak salah. Sekarang kamu sudah memaafkan Kakak dan yang lain, termasuk Rafa, kan?" Tanya Cinta memastikan menaiki alis menunggu jawaban dari Laura mendadak diam mendengarkan perkataan barusan.


Laura sejenak diam memikirkan perkataan Kakaknya, apa dia harus memaafkan Rafa saat ini juga? memaafkan Cinta dan yang lain sudah Laura pikirkan mereka tidak ada salah untuk apa dia tidak memaafkan mereka berbeda dengan Rafa yang sudah jelas letak kesalahannya.


Cinta melihat Laura masih diam tanpa merespon perkataan nya ikut diam sambil melirik waktu yang diberikan Iqbal.


Waktu yang diberikan Iqbal sekarang tinggal 5 menit. Cinta kini sudah menjadi cacing kepanasan, hatinya sudah tak karaun was-was sebentar lagi waktu perjanjiannya habis. Laura saat ini masih diam belum memberi jawaban.


"Dek gimana? Jika hati kamu masih ragu gak papa, kamu bisa pikirkan lagi, tapi jangan sampai 3 hari kalau bisa putuskan saat ini juga." Ujar Cinta.


"Iya Kak aku akan pikirkan, semua gak mudah untuk aku putuskan sekarang." Kata Laura mantap dengan keputusan nya, dia akan mencoba memikirkan dulu secara tenang baru memutuskan memaafkan atau tidak.


"Yah sudah kalau itu sudah keputusan kamu Kakak akan ikut. Sekarang Kakak keluar dulu." Balas Cinta sekaligus pamit keluar dari kamar Laura.


"Kakak." Panggil Laura mencengah langkah Cinta keluar.


"Kenapa buru-buru? Apa kakak gak sayang lagi sama Aku?" Ucap Laura mendadak melempar perkataan maut membuat Cinta kaget bukan main.


Ada apa dengan adiknya ini kenapa mendadak berkata seperti itu, apa kasih sayang yang di berikan selama ini tidak kelihatan. Cinta masih diam dengan pertanyaan berkecamuk di otak nya.


"Kakak," Panggil ulang Laura menyadarkan Cinta dari lamunan.


"Iya Dek," Sahut Cinta.


"Kenapa Kakak diam? Apa benar yang aku katakan?" Tanya Laura serius.


"Tidak begitu Dek, Kakak bingung harus menjawab apa dengan pertanyaan kamu, dari mana kamu mempunyai pikiran seperti itu?" Tanya balik Cinta penasaran dari mana Laura memiliki pikiran yang jelas tidak mungkin Cinta lakukan.


Sekarang terbalik Laura yang diam, mendengar pertanyaan dari sang Kakak, dia juga bingung kenapa tiba-tiba mulut nya dapat berucap seperti itu.


🌿🌺🌿

__ADS_1


Di kamar Iqbal sudah seperti cacing kepanasan bolak balik tidak jelas menanti kedatangan Cinta, sampai saat ini belum ada muncul pergerakan atau lain nya dari Cinta.


"Kemana sih Cinta, kenapa sudah jam begini belum juga datang." Gerutu Iqbal kesal.


Apa dia lupa dengan perjanjian mereka, jika iya Iqbal dengan senang hati menghukum Cinta. Itulah pemikiran yang ada di benak nya saat ini.


"Kayak nya sekarang kamu sedang menguji perjanjian kita yah? Baiklah jika itu kemauan kamu akan aku turuti, mari kita bersenang-senang hari ini istri tercintaku." Gumam Iqbal tersenyum licik.


Iqbal tidak membuang waktu lagi, dia segera menghiasi tempat tidur dengan kelopak bunga mawar yang sudah dia siapi sejak datang kesini.


Iqbal menaburi bunga di tempat tidur dan juga di kamar mandi, dia sudah merencanakan semua dengan matang, setelah melakukan ritual pertama, mereka akan melanjutkan ritual ke dua.


Iqbal akan membuktikan perkataan nya tadi benar, bukan sebuah ancaman biasa. Sekarang dia sudah siap mengurung Cinta seharian full di kamar berdua dengan nya.


Di kamar Laura, Cinta berusaha membujuk Laura mengizinkan dia untuk balik ke kamar, tapi semua nihil, Laura keras kepala, dia terus meminta Cinta menemaninya.


"Kakak mau, kan disini temani aku?" Menautkan alis menatap Cinta dengan sendu. Hal tersebut membuat Cinta tidak bisa berkutik, sekarang tidak ada alasan lagi dia terus menolak jika adiknya sudah menunjukan wajah sedihnya.


"Baiklah, Kakak temani kamu disini." Menyerah Cinta mengiyakan permintaan Laura, menolak rasanya percuma tidak akan berhasil.


"Bagaimana sekarang, apa yang harus aku lakukan jika keadaan sudah mendesak begini. Aku yakin Iqbal sudah menunggu sejak tadi." Batin Cinta gelisah tidak tenang dalam hati.


Cinta yakin sekarang Iqbal lagi merencanakan perjanjian mereka. Habislah Cinta hari ini, dia yakin pasti akan terkurung full. Melanggar juga tidak bisa, dia yakin Iqbal pasti akan terus memaksa meski sudah dia tolak.


Laura melihat kegelisahan Cinta bingung sendiri, kenapa dengan Kakak nya apa ada masalah hingga setegang ini.


...BERSAMBUNG...


________________💞💞💞________________


🌟 Marah, kecewa, semua boleh dilakukan asal perlu di ingat tidak boleh lebih dari 3 hari. Menyimpan dendam bukanlah suatu solusi, melainkan memperkeruh suatu hubungan menjadi tambah renggang.🌟 By: Cinta.


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....

__ADS_1


...Bantuan jempol mu membantu author semangat menulis....


__ADS_2