
🅙︎🅐︎🅟︎🅟︎🅨︎🅡︎🅔︎🅐︎🅓︎🅘︎🅝︎🅖︎
•
•
•
•
•
✨🌹💕🌹✨
Menyandarkan diri pada kursi lipat, kaki diluruskan, kedua tangan memengang buku berisi dialog yang harus dibaca.
"Mbah salut sama kamu Cinta. Kamu itu seperti model profesional. Mbah yakin jika semua orang melihatmu mereka akan terpukau dengan kecantikanmu. Mbah sampai gak kenalin kamu setelah di make over." ujar Tiara
"Mbah bisa saja." ucap Cinta tak menyangka bisa secantik tadi, sepanjang hidupnya dia tak pernah berdandan, jika berfoto dia hanya berganti baju atau latar tempat yang akan diambil.
"Mbah serius! mbah yakin setelah projek ini selesei pasti akan banyak projek lain meminta kamu menjadi modelnya." Yakin Tiara.
🌺🌿🌺
Selesei menyantap makan malam semuanya berkumpul diruang keluarga, sudah menjadi tradisi bagi mereka berkumpul setelah makan malam.
"Jadi benar Papa Aldo pindah kesini ancaman dari Kakek?" tanya Kenan masih tidak percaya Sama kakeknya.
"Iya kakek ancam. Katanya jika tidak pindah. Jangan harap ketemu Kak Cinta meski itu dalam mimpi tidak akan bisa." Ingat Bagas dengan perkataan kakeknya.
"Mana bisa kami tidak ketemu Kak Cinta, setelah bertahun-tahun kami memaksa diri untuk menahan tapi sekarang tidak bisa." timpah Damar pada ucapan Bagas.
"Hahahah... ahahahha... hahahha... apa kalian yakin dengan perkataan kakek?" tanya Rafa.
"Maksud perkataan kamu apa Rafa?" tanya Papa Aldo.
"Iyaa Nak. Mama binggung sama ucapan kamu?" ucap Mama Elin.
"Cepat abang jelasin jangan bikin binggung!." Desak Damar.
"Begini Pa, Ma, kalian itu dibohongin kakek." ucap Rafa lalu tertawa puas.
__ADS_1
"Hahaha....hahahaha...ahahahah..."
Semua yang berada di ruang keluarga hanya tersenyum. Menahan tawa karena kejahilan Kakek Wahyu berhasil membuat anak menantu dan cucu-cucunya percaya dengan kebohongannya.
"Maksudnya? Papa bohongin kita gimana?" tatap Aldo pada Papanya dia binggung.
"Pa... kita sama dengan Papa sampai saat ini belum ketemu dengan Cinta." jelas Rafa
"Apa?" kaget Papa, Mama, Bagas dan Damar serentak.
"Papa kenapa bohongin Aldo. Sepanjang perjalanan tadi kami senang bisa ketemu Cinta. Ternyata semuanya hanya drama, gak habis pikir kami." kecewanya, Aldo sangat merindukan Cinta sama dengan yang lain, mereka ketemu Cinta saat berusia 1Tahun.
"Maaf. Papa gak bermaksud begitu."mohon Wahyu tak enak hati melihat reaksi anak menantu dan cucunya sedih.
"kita semua hari ini bisa ketemu Cinta." sambungnya lagi.
"Maksud Papa hari ini gimana? Jangan coba bohongin kita lagi." Peringatan Aldo.
🌿🌿🌿
Di tempat lain dikediaman keluarga Kusuma.
Saat ini mereka berada di ruang keluarga, situasi yang awalnya hangat tiba-tiba menengang. Setelah mendengarkan ucapan yang dilontarkan Laura.
"Maksud kamu apa sayang, pertanyaan?
pertanyaan apa?".Binggung Lestari.
"Iya pertanyaan! Apa salah kakak sama kalian? apa kalian pernah pikir perasaan Kakak selama ini. Perlakuan buruk, ucapan kasar, **a**pa pernah sekali saja kakak melawan atau membantah ucapan kalian. Tidak kan? Kakak gak pernah lakuin itu. Dia sangat menghargai dan menghormati Papa dan Mama, tapi kalian apa?sedikit saja tidak. Kalian sangat tega sama kakak. Apa saking tidak sukanya kalian padanya, tidak mengizinkan kakak untuk bertemu sama keluarga besar kita. Gak habis pikir aku sama kalian. Hati nurani Mama dimana sebagai ibu yang melahirkan kakak. Apa kakak bukan anak kandung Mama sampai mama tega berbuat jahat sama kakak sejak kecil. Dan Papa aku sering mendengar teman-teman memuji Papanya sebagai pahlawan, pelindung mereka saat terluka, terpuruk dan lainnya, tapi aku gak merasakan semuanya ada pada papa. Dimana saat Kakak membutuhkan bantuan? Papa hanya diam dan melihat, bagai penonton yang menikmati drama serialnya. Apa kalian bangga sebagai orang tua. Pasti iyaa ... kalian bangga, kalian berhasil memberikan luka yang dalam pada kakak. Sampai dia muak berada di rumah ini dan memilih pergi dari sini. Aku peringatkan pada kalian semua perlakuan baik yang ada pada diriku semuanya hasil didikan kakak bukan kalian. Oiyaa satu lagi. Aku akan mengajak kakak pergi dari sini, aku gak mau Kakak tersiksa dirumah neraka ini" Marah Laura Dia tak bisa pedam semuanya lagi rasanya muak menyimpan sendiri. Cukup sudah pengorbanan Kakak. DIa tak ingin kakaknya pergi jauh dari hidupnya.
Semua ucapan Laura dari awal sampai akhir didengar jelas oleh mereka diluar. Awalnya mereka ingin menolak untuk datang, tapi mendengar perkataan Nenek sari semuanya tak bisa membantah.
"Apa semua ini.?" teriak Wahyu marah mendengar semua kenyataan pahit ini.
"Aditya. Tatap Mama!" tegas Sari.
"Jelasin apa yang dimaksud Laura. Apa benar yang dikatakan semuanya... cepat Aditya... jangan diam... Jelasin semuanya."
Semuanya diam. Mereka kaget mendengar kenyataan yang ditutupin selama ini.
Hal yang tak bisa diterima mereka. Aditya dan Lestari melarang Cinta untuk mengetahui dan mengenal keluarga besar Kusuma, karena takut Cinta akan menjadi petaka bagi semuanya.
__ADS_1
"Dengan kalian diam. Semuanya jelas yang dikatakan Laura itu benar adanya. Kecewa Papa sama kalian berdua. Hati kalian dimana sebagai orang tua, kenapa Setega itu sama Cinta. Dia anak kandung kalian." bentak Wahyu.
"Paa... Maa.... Aditya minta maaf. Kami salah telah berbuat jahat sama anak kami sendiri." sesal Aditya.
Tanpa disadari, Cinta mendengar semua pembicaraan mereka. Dia sudah tiba sejak tadi. Saat ingin memasuki rumah, langkah kakinya berhenti mendengar suara Laura tapi dia juga binggung tiba-tiba ada suara orang asing yang masuk, yang bisa dia dunga itu keluarganya. Hati nya sakit mengetahui semua kenyataan ini. Bagaimana juga dia harus kuat dengan apa yang dia dengar.
"Jadi ini alasan Papa dan Mama membenci ku.
Apa seyakin itu mereka bahwa aku anak pembawa sial, anak petaka buat mereka dan semua keluarga Kusuma. Jika itu benar, kenapa kalian tidak menjelaskan padaku. Aku pasti akan pergi dari kehidupan kalian tanpa kalian harus memberikan luka yang dalam padaku selama 17Tahun." ucapnya pada diri sendiri dengan butiran kristal menetes di pipinya.
Setelah puas menangis dia bangkit dari duduknya. meletakkan surat yang dia tulis untuk keluarganya. Kakinya melangkah jauh meninggalkan rumah yang dia tinggal selama 17Tahun ini. Cinta sudah bertekad untuk pergi dari Indonesia.
"Laura maafkan Kakak harus pergi meninggalkan kamu. Maaf Kaka sudah ingkar janji. Kakak sayang sama kamu. Terima kasih sudah mengungkapkan semua ini. Kakak janji setelah kakak sukses nanti, Kakak akan datang menemuimu." monolog Laura sedih.
"Tapi apa aku kuat berjauhan dengan kamu dek, sejak 16Tahun kita selalu bersama, tidak terpisahkan. Apa kamu juga kuat kayak Kakak dek. Kakak harap kamu kuat." Batin Cinta.
...𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐛𝐮𝐧𝐠......
Hallo semua😊
Bagaimana cerita hari ini🤷
Jujur yah author yang nulis juga nangis...
Lebay......? Bisa dibilang iya sih🤦
author terlalu kebawa perasaan nulisnya.
Tapi syukurlah ini hanya khayalan
gak nyata.🙂
Jadi jangan nangis yah🤭
cerita ini hanya mengajarkan kita untuk
selalu sabar dalam menghadapi semua masalah yang terjadi.
dan jangan mempercayai tahayul, itu musyrik.
...SAMPAI JUMPAH BESOK ❤️...
__ADS_1