
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G 🌻
•
•
•
✨🌹💞🌹✨
Rafa masih mengemis maaf kepada Laura yang masih keras tidak memaafkan.
Laura kecewa sama abang nya rela menuduh sesuatu yang tidak mungkin dilakukan. Ia bukan wanita rendahan yang akan melakukan sesuatu karena keinginan sesaat tanpa berpikir panjang terlebih dahulu.
Mendengar ribuan permohonan Rafa tidak membuat Laura goyang untuk memaafkan. Kecewa sudah mendominasi di hati dari pada permohonan maaf.
Rafa tidak menyerah begitu saja dia terus berusaha mendapat maaf adik nya. Ia sadar sudah salah dan pasti sangat susah mendapatkan maaf dari Laura yang dikenal keras kepala.
"Dek, kenapa gak di maafin saja? kasihan tuh Rafa gak baik juga menjadi pribadi pendendam. Ingat itu salah satu sifat setan. Jika seseorang berbuat salah maafkan lah, jangan mengotori hati karena dendam dengan perlakuan atau perkataan seseorang terhadap kita." Nasihat Cinta memandang Laura.
Semua mendengar perkataan Cinta menjadi tabjuk termasuk Iqbal semakin sayang sama Cinta. Iqbal merasa ia adalah pria beruntung di muka bumi ini bisa mendapatkan istri tercantik dan terbaik Cinta yang mendekat kata sempurna.
"Tapi kak, Abang sudah kelewatan, aku gak bisa memaafkan begitu saja." Balas Laura.
"Kakak tau Rafa sudah kelewatan, tapi alangkah baik nya kamu maafkan saja. Semua manusia pernah di buat kecewa, tapi bukan berarti harus membenci melainkan jadikan itu sebagai pembelajaran bahwa manusia tidak lekas dari kesalahan perbuatan maupun perkataan menyakitkan." Ucap Cinta memberi pemahaman kepada Laura.
Laura terdiam sejenak memikirkan ucapan Cinta barusan. Hal itu membuat Rafa berharap banyak mendengar nasihat Cinta, Laura segera memaafkannya.
Melati, Bunga dan Inces tidak berharap banyak, mereka tau watak Laura. Lagipula ini salah Rafa kenapa tidak bisa menjaga mulut sebelum mengeluarkan kata-kata.
"Maaf kak untuk saat ini aku belum bisa memaafkan Abang. Hati ku sudah terlanjur sakit dan kecewa. Kakak bisa mudah memaafkan orang yang menyakiti kakak, tapi tidak dengan aku." Balas Laura menolak keras permohonan maaf Rafa.
Mendengar ucapan Laura betapa keras kepala, Cinta tidak bisa melakukan apa saja selain menasehati."Kalau itu sudah keputusan kamu kakak tidak bisa melarang, kakak hanya berharap secepat nya kamu membuka pintu maaf untuk Rafa, Kakak yakin kamu pasti bisa memaafkan Rafa." Ucap Cinta memandang Laura tersirat jelas amarah denda kecewa.
__ADS_1
Laura bangun dari duduk meninggalkan mereka semua tanpa sepatah kata membalas ucapan Cinta. Entah apa yang berada di otak Laura hingga seperti ini acuh tak acuh.
Cinta melihat kepergian Laura hanya diam tanpa ingin berkata lagi, biarkan saja Laura menenangkan diri.
"Lho sih kenapa harus berkata seperti itu, kan jadi begini akhir nya kita semua juga kena." Ucap Kenan pada Rafa masih memandang kepergian Laura.
"Iya saya sadar, saya salah." Balas Rafa Kusut.
"Makangnya Bro lain kali sebelum bicara pikir dulu, kalau sudah begini sendiri yang menyesal." Ucap Radit.
"Seperti lagu penyesalan terlambat sudah terlambat lah sudah." Nyanyi Dimas mengingat lagu zaman dulu saat ia berusia 7 Tahun.
"Dimas kamu gak bisa lihat situasi yah? masa teman sedang sedih kamu malah menyanyi, hati kamu terbuat dari apa sih gak ada setia kawan empati nya." Tegur Inces bingung kenapa mereka betah berteman sama Dimas yang setengah miring ini.
"Terus saya harus bagaimana? apa harus bersedih atau ikut menasihati Laura seperti Cinta itu tidak mungkin bisa Cinta kakak nya saja sudah di bantah keras apalagi saya bukan siapa-siapa nya sudah jelas langsung out." Balas Dimas.
"Bukan begitu juga, kamu cukup diam tidak perlu memperkeruh suasana!" Ucap. Inces.
"Siapa yang memperkeruh suasana? di sini saya mencairkan suasana dari hawa panas bukan sebalik nya." Balas Dimas tidak terima niat baik nya di sangka buruk.
"Abang apaan sih, yang tidak jelas itu sahabat abang bukan aku!" Ketus Inces
Cinta melihat Rafa sangat lesuh penuh perasaan bersalah yang di pikul hingga tidak menggubris perdebatan mereka. Ada perasaan iba kepada Rafa, bagaimana juga Laura adik nya, ia harus berusaha membujuk agar segera memaafkan Rafa.
Jarum jam terus berputar hingga menunjukkan pukul 10:00 malam. Semua sudah di suruh bubar oleh Kenan untuk istirahat.
Di kamar Rafa masih saja murung seperti seorang manusia tidak memiliki gairah hidup, Ia sangat menyesal bahkan sangat menyesal 1000%. Ia sadar tidak mudah untuk Laura memaafkan nya.
"Sudah jangan di pikirkan lagi masih ada hari esok untuk mencoba. Sekarang istirahat lah besok kita akan membantu kamu mendapatkan maaf dari Laura." Ucap Radit kasihan melihat Rafa yang selau terlihat semangat kini menjadi kenebo kering.
"Makasih bro sudah mau membantu." Tulus Rafa menatap Radit.
🌿🌺🌿
__ADS_1
Di kamar lain di kasur yang empuk Iqbal menagih janji Cinta untuk melakukan surga duniawi. Cinta tidak bisa menolak selain mengiyakan, jika bisa menolak sudah pasti ia lakukan, tapi sekarang tidak ada pilihan.
Iqbal terus menghajar Cinta di ranjang tanpa memberi jedah, hal itu tentu saja membuat Cinta kewalahan bagaimana bisa Iqbal menyantap tanpa memberi waktu.
"Ahhks Al.... " Desah Cinta di sela permainan panas mereka.
"Sabar baby sedikit lagi." Jawab Iqbal penuh gairah semangat 45.
Sekarang Iqbal sudah berada di ujung surga duniawi dan akan segera masuk menikmati indah nya surga.
"Makasih Baby." Ucap Iqbal ambruk di samping Cinta tanpa sehelai benang di tubuh kedua nya.
"Iya Al sama-sama." Balas Cinta menatap Iqbal, kedua nya saling menatap satu sama lain dengan perasaan penuh cinta.
Iqbal kembali menghimpit wajah Cinta agar terlihat jelas kecantikan istri tercinta nya. Cinta menyadari pergerakan Iqbal mendekat menjadi was-was. Bagaimana jika Iqbal melakukan lagi saat ini tubuh Cinta sudah terasa remuk bagaimana jika sekali lagi akan tambah remuk.
"Al aku mau istirahat." Grogi Cinta karena terus tatap Iqbal.
Sebentar dulu baby." Balas Iqbal membuat Cinta bingung dengan jawaban nya.
"Kenapa Al ak_"
Iqbal langsung menyambar bibir Cinta yang entah kenapa selalu menggoda meski berulang kali sudah ia santap tiap hari.
Cinta tidak berontak meski Iqbal melakukan dadakan, karena ia juga menyukai bahkan ia menikmati setiap sentuhan Iqbal, sesekali Cinta membalas lum*tan Iqbal membuat sensasi menjadi panas dan ingin lebih dari lum*tan ini.
...BERSAMBUNG...
________________💞💞💞________________
🌟 Semua manusia pernah di buat kecewa, tapi bukan berarti harus membenci melainkan jadikan itu sebagai pembelajaran bahwa manusia tidak lekas dari kesalahan perbuatan maupun perkataan menyakitkan.🌟 By: Cinta.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
__ADS_1
...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....
...Bantuan jempol mu membantu author semangat menulis....