Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 23. Drop


__ADS_3






Selamat membaca!📖


Mendengar pemberitahuan pihak kampus, Laura tiba-tiba lemas, seperti jatuh ketimpah tangga, dia binggung kenapa hatinya sakit mendengar idolanya drop.


"Laura kamu kenapa?" khawatir Melati melihat raut wajah Laura berubah.


Mereka seketika menoleh pada Laura, mereka panik melihat Laura yang pucat, mereka berpikir Laura sedang sakit, tanpa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Laura kamu sakit, kalau begitu kita kerumah sakit saja. Abang gak mau kamu kenapa-kenapa.'" panik Kenan.


"Iya Ra, kamu gak usah memaksa diri lagipula dia bukan siapa-siapa kita. Kesehatan kamu lebih penting dari pada ketemu dia." jelas Iqbal.


"Laura gak sakit Abang, Laura hanya cemas dengan keadaannya. Laura gak tahu kenapa saat mendengar dia drop hati Laura sakit." tangis Laura.


"Laura kamu jangan menangis, kita berdoa semoga dia baik-baik saja. Okey." kata Melati.



***


Setelah mendengar pengumuman dari pihak kampus, Tiara jadi lega karena mereka mulai membuka jalan.


"Cinta apa kamu sudah lebih baik?" tanya Tiara setelah membuka kaca mobil disamping Cinta.


"Sudah lumayan mbak." jawab Cinta.


"Yah sudah ayo kita turun." ajak Tiara.


"Iya mbak." ucap Cinta.


Saat Cinta keluar dari mobil, semua fansnya teriak histeris, bagaimana tidak wajah cantik Cinta seperti bidadari ini secara tak langsung menghipnotis semua kaum Adam yang ada disini.



Cinta...


Cinta...


Cinta..


Semua pengemarnya terus meneriaki nama Cinta, meski tak menjawab sahutan mereka satu persatu Cinta memperlihatkan senyum nya pada mereka semua.


Deg...


"Kakak." lirih Laura pelan masih bisa didengar mereka.


"Itu bukan Cinta, Laura." kata Kenan yang dapat mendengar ucapan Laura.


" Tidak, dia kak Cinta Abang." yakin Laura.


"Laura. Cinta sudah tiada, dia hanya mirip sama kakakmu, bukannya kita sudah tahu ini dari awal." ucap Kenan.


"Laura tahu Abang, tapi perasaan Laura mengatakan dia itu kak Cinta, kalau Abang gak percaya Laura akan buktikan nanti." tegas Laura penuh kepercayaan.


Mereka dibuat binggung, dengan sikap Laura yang percaya itu adalah Cinta. Berbeda dengan Iqbal dia menatap Cinta tanpa berkedip jantungnya berdetak kencang sama saat bersama gadis kecilnya pertama kali.


"Siapa dia sebenarnya, kenapa jantungku seperti ini kembali. Apa dia gadis kecilku." Batin Iqbal.


"Kamu kenapa Iqbal? kita perhati'in kamu pandang dia gak berkedip sama sekali. Apa kamu sudah berpindah kelain hati?" tanya Radit.


"Itu gak mungkin, Iqbal itu setia gak seperti kamu." ucap Dimas.


"Siapa tahu, dia kan cantik, cowo mana sih yang gak suka sama dia dengan sekali pandang." ucap Radit.


"Benar juga perkataan loh." kata Dimas.


Tanpa merespon perkataan Dimas dan Radit. Iqbal pergi meninggalkan mereka.

__ADS_1


"Iqbal kamu mau kemana?" teriak Radit.


"Kedalam." singkat Iqbal.


"Ngapain?" tanya Radit.


____________


"Mending kita kedalam, sebentar lagi acaranya akan dimulai." ucap Laura


"Yah sudah ayoo." kata Inces.


"Kalian gak ikut kedalam" lirik Melati pada Kenan, Rafa, Dimas dan Radit.


"Kita ikut, ngapain juga kita disini." ucap Dimas.


"Yah sudah ayo jalan." ajak Melati.





***


Didalam Aula kampus terdapat para pengusaha-pengusaha sukses Indonesia, dan seluruh mahasiswa Universitas kampus ini.


"Hallo semua, selamat datang diacara ulang tahun Universitas Negeri Jakarta yang lima puluh. Pada hari ini kita kedatangan tamu spesial, mungkin semua orang yang berada disini sudah tahu dengan tamu spesial kita ini, dia adalah Cinta Permata Aqila seorang artis internasioanal dan seorang pengusaha wanita tersukses di dunia. Siapa yang tidak mengenal dia? itu mustahil jika ada." ucap prensenter pembawa acara kampus.


"Agar tidak membuang waktu, mari kita panggil Cinta untuk naik keatas panggung." kata presenter.


_______________


"Hallo semua. Apa kabar?" sapa Cinta.


"Baik." jawab mereka semua.


"Alhamdulilah, sebelum saya menghibur kalian, saya akan mengatakan satu atau dua hal." ucap Cinta.


"Saya Cinta ingin mengucapkan selamat ulang tahun untuk universitas Negeri Jakarta ke lima puluh. Jaya selalu buat kampus ini. Untuk kalian semua yang telah hadir disini saya ucapkan terima kasih telah menerima saya dengan baik. Lagu ini saya persembahkan buat seluruh ibu yang telah melahirkan kita, karena mereka kita bisa berada dan berkumpul disini."


Penuh debu dan usang


Kupandangi semua gambar diri


Kecil bersih belum ternoda


Pikirku pun melayang


Dahulu penuh kasih


Teringat semua cerita orang


Tentang riwayatku


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Nada-nada yang indah


Selalu terurai darinya


Tangisan nakal dari bibirku


Takkan jadi deritanya


Tangan halus dan suci


Telah mengangkat tubuh ini


Jiwa raga dan seluruh hidup


Rela dia berikan


Kata mereka diriku selalu dimanja

__ADS_1


Kata mereka diriku selalu ditimang


Oh, bunda ada dan tiada


Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku


Pikirku pun melayang


Dahulu penuh kasih


Teringat semua cerita orang


Tentang riwayatku


Kata mereka diriku selalu dimanja


Kata mereka diriku selalu ditimang


Oh, bunda ada dan tiada


Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku.


Tanpa sadar butiran kristal bening jatuh dari mata Cinta. Mereka semua yang mendengar nyanyian Cinta juga ikut meneteskan air mata.


Lestari mendengar nyanyian Cinta, menjadi sedih, air matanya terus menetes, hatinya terasa sakit saat mengingat kelakuan buruknya dulu.


"Sayang maafkan Mama, Mama bukan ibu yang baik, Mama telah menyakiti kamu hingga tiada.


Apa Mama pantas disebut ibu kamu." Batin Lestari.


Aditya paham dengan kesedihan Lestari yang mengingat Cinta, dia juga sama sedihnya saat melihat orang yang bernyanyi didepan mereka sangat mirip dengan anaknya, dan namanya juga sama.


"Mama harus kuat, ingat anak kita sudah bahagia diatas sana, dia anak yang baik tidak mungkin dia membenci kita." ucap Aditya.


"Mama tahu Pa, tapi apa Mama pantas disebut Ibu yang baik?" lirih Lestari.


"Kenapa gak pantas, Mama sangat pantas disebut ibu yang baik, karena Mama telah melahirkan anak yang baik seperti Cinta dan Laura." jelas Aditya.


______________


Saat ini Laura sedang memikirkan cara untuk membuktikan bahwa Cinta Permata Aqila itu kakaknya. Tanpa sadar Laura menabrak Ratu, hingga minum yang dipengangnya tumpah ke gaun Ratu.


Bruk...


"Sorry... sorry, saya gak sengaja" tunduk Laura tanpa tahu siapa orang yang ditabrak.


"Enak aja kamu minta maaf, lihat nih karena kecerobohan kamu gaun saya yang mahal jadi kotor kayak gini." marah Ratu.


Mendengar suara yang tak asing, Laura memberanikan diri menaikan kepalanya dan menoleh.


"Sorry saya gak sengaja tadi. Saya gak perhati'in jalan. Tapi kamu tenang saja saya akan tanggung jawab." ucap Laura.


"Enak aja kamu bilang tanggung jawab setelah kamu kotorin baju saya." marah Ratu.


"Saya gak sengaja, bukannya sengaja. Saya juga sudah minta maaf dan mau tanggung jawab atas perbuatan saya ini." ucap Laura menaikan satu oktaf suaranya.


"Kamu sudah salah nyolot lagi, kayaknya kamu perlu kita beri pelajaran biar paham." senyum Licik Ratu kepada sahabatnya.


PLAK...


PLAK...


Dua tamparan telak pada pipi Laura. Tanpa mereka sadari delapan teman Laura melihat semua itu, mereka sengaja tidak menghampiri Laura karena mereka ingin melihat apa yang akan dilakukan Laura.


Saat mereka ingin menghampiri Ratu yang ingin menyirami Laura dengan sisa minum yang berada di tangannya, dengan gerakan cepat tangan Ratu ditahan.


"Cinta." kaget Ratu melihat pelaku yang memengang tangannya.


Saat ingin ke toilet Cinta tak sengaja melihat orang yang dia kenal, dan ternyata benar itu adiknya Laura. Tanpa menunggu lagi Cinta menghampiri Ratu yang ingin menyiram adiknya.


×


×


×


×

__ADS_1


×


BERSAMBUNG.....


__ADS_2