Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 30. Pacaran?


__ADS_3

Selamat membaca!📖







Iqbal dibuat tersenyum mendengar cerita dari Mommy nya, dia tidak menyangkah Cinta bisa seberani ini menolong Mommy nya, apa dia tidak berpikir bagaimana jika para preman itu melakukan sesuatu pada dirinya.


"Sayang, Mama bangga sama keberanian kamu, tapi ada baiknya kalau kamu mau membantu siapa saja orang itu, kamu harus meminta bantuan orang lain juga, jangan sendirian kayak gini, bagaimana tadi kalau mereka berani nekat." ucap Lestari memperingati anaknya.


"Cinta, membantu orang itu boleh, tapi jangan lupa dengan keselamatan diri sendiri, masih untung mereka gak nyakitin kamu." Sambung Arka.


"Iya Ayah, aku tahu resiko apa yang akan aku dapatkan jika menolong orang tanpa meminta bantuan kepada orang lain, tapi semua itu sudah aku pikirkan sebelum bertindak, jadi kalian semua tidak perlu khawatir, aku bisa jaga diri." Balas Cinta menyakinkan mereka.


"Ini baru cucu Kakek." ucap Wahyu yang tersenyum.


"Nenek harap hal seperti ini jangan diulangi lagi, kamu harus ingat dengan kesehatan kamu." Kata Sari memperingati Cucunya.


"Baik Nek, akan aku usahakan." jawab Cinta tenang.


"Kek, Nek, Minggu depan kami mau liburan, apa kalian mau ikut?" tanya Laura hati-hati.


"Kalian mau liburan dimana? apa Cinta ikut?" tanya balik Sari.


"Kak Cinta ikut Nek, masa kakak yang ajak kakak sendiri yang gak ikut." Balas Laura.


"Terus liburannya dimana?" tanya lagi Sari.


"Dipulau Nek, tempat itu baru aku beli dua tahun yang lalu saat masih berada di Korea." jawab Cinta.


"Emangnya berapa pulau yang sudah kamu beli?" tanya Sari yang menatap cucunya.


"Kalau tidak salah 20 Nek." jawab Cinta yang masih menghitung dengan jari tangannya.


"Kamu gak salah hitung Cinta?" Kaget Rafa.


"Tidak." Singkat Cinta tanpa tahu dengan mereka yang kaget mendengar jawabannya.


"Kakak beli pulau sebanyak itu buat apa? apa itu gak buang uang?" tanya Laura menatap kakaknya.


"Kakak gak tahu kenapa yang jelas kakak suka saja dengan tempat yang kakak beli, tempatnya indah dan cantik." jawab Cinta tersenyum.


"Kak Cinta." panggil Bagas.


"Iya Bagas." Sahut Cinta menolehnya.

__ADS_1


"Perusahaan cabang kakak di Jepang bagaimana? yang aku dengar disana ada masalah? apa kakak akan turun tangan menghandle semuanya?" tanya Bagas bertubi-tubi.


"Apa itu benar Cinta?" tanya Wahyu menyakinkan apa benar.


"Benar Kakek, saat perusahaan kita ingin bekerja sama dengan perusahaan kakak...." Cerita Bagas tanpa ada yang terlupakan.


"Bagaimana bisa itu terjadi Cinta?" kaget Wahyu mendengar kronologis masalahnya.


"Kenapa kamu masih bisa berpikir untuk liburan, dengan keadaan perusahaan kamu yang akan jatuh disana." Binggung Aditya dengan jalan pikir anaknya.


"Cinta ini masalah serius, jika kamu lama bergerak perusahaan kamu akan hancur ditangan musuh." ucap Arka memperingati.


"Apa kamu sudah siap kehilangan." Sambung Aldo.


"Papa dan Ayah tenang saja, gak usah khawatir, aku tahu apa yang harus aku lakukan untuk melawan mereka. Sekarang aku hanya ingin mereka merasa menang dulu, setelah itu aku akan menjatuhkan mereka sampai bawah akarnya." jawab Cinta tersenyum licik memikirkan rencana yang akan dia lakukan nanti.


"Jadi kamu sudah punya rencana, pantas saja kamu kelihatan santai seperti tak ada masalah yang terjadi." Lega Aditya mendengar penjelasan anaknya.


"Iya Pa, aku tidak ingin terkecoh atau gegabah dalam menghadapi masalah. Semua itu hanya akan membuat mereka menang dalam melawanku." ucap Cinta.


"Aku akan hadapi mereka setelah liburan nanti." Sambung Cinta.


"Apa kamu yakin dengan semua ini? apa tidak terlalu lama kamu diamkan seperti ini?" Khawatir Arka.


"Ayah tenang saja, aku sudah biasa hadapi ini, bukannya kalian pernah mendengar masalah 3Tahun yang lalu tentang perusahaan pusat aku yang hampir jatuh." ucap Cinta mengingat kejadian dulu yang membuat dia hampir jatuh karena kecerobohannya dalam bertindak.


"Iya kita ingat, berita itu sangat heboh, bahkan perusahaan itu sempat jatuh ditangan orang." ucap Aldo mengingat peristiwa dulu.


"Kamu benar-benar cucuku, kamu sangat pintar seperti buyut mu, dia dulu seperti kamu yang pintar dalam berbisnis, tapi satu hal yang tidak buyut mu ketahui, jika musuhnya telah merencanakan kematiannya." ucap Wahyu sedih mengingat kejadian yang merenggut ibunya dulu.


"Kakek jangan sedih, aku janji akan menjaga diriku dengan baik." jawab Cinta memeluk Wahyu.


"Iya kakek tidak akan sedih, tapi apa boleh kakek meminta sesuatu sama kamu? agar kakek bisa tenang kamu akan selalu aman." ucap Wahyu penuh harap.


"Iya Kek, aku akan ikutin apa mau kakek, asal kakek tidak sedih lagi." jawab Cinta, meski ada sedikit keraguan atas permintaan kakeknya, tapi dia berusaha untuk menyanggupinya.


"Apa kamu serius? kamu gak akan menolak permintaan kakek kan?" tanya Wahyu memastikan.


"Iya Kek, aku janji tidak akan menolak." yakin Cinta.


"Kakek mau kamu didampingi oleh Iqbal." ucap Wahyu yakin dengan permintaannya.


"Maksud kakek bagaimana didampingi?" Binggung Cinta.


"Kakek mau kamu pacaran sama Iqbal, dengan begitu Kakek bisa tenang. Kakek berbicara seperti ini karena kakek sudah lama mengenal Iqbal, dia anak yang baik, dia bisa menjaga dan melindungi kamu Cinta." jelas Wahyu yakin.


Cinta binggung harus menjawab apa, dia tak mau menerima ini secara sepihak karena ini menyangkut perasaan Iqbal, dia takut jika Iqbal sudah punya pacar.


"Kek, kenapa permintaannya begitu? bukannya kakek tahu ini menyangkut perasaan? aku gak mau memaksa perasaan Iqbal, apalagi kalau Iqbalnya sudah punya pacar bagaimana perasaannya." jelas Cinta mengeluarkan isi hatinya.


"Kamu tenang saja sayang, anak Mommy ini gak ada pacar. Mommy setuju dengan perkataan kakek kamu, mending kalian berdua pacaran biar Iqbal bisa menjaga kamu sayang." setuju Nayla mengusap kepala Cinta.

__ADS_1


"Itu kamu dengar sendiri, sekarang bagaimana apa kamu mau? tanya Wahyu penuh berharap.


"Hmmm, gimana yah? kalau eng_." ucapan Cinta terpotong oleh pelaku seorang cowo.


"Kek bisa Iqbal bicara berdua dengan Cinta sebelum menjawab ini?" ucap Iqbal cepat tanpa bersalah.


"Okey, kalau itu mau kalian, silakan kalian bicara ditaman belakang." kata Wahyu menatap Cinta dan Iqbal.




***


Sekarang Cinta dan Iqbal sudah berada ditaman belakang, mereka binggung harus berbicara apa untuk membuka obrolan ini, mereka sangat canggung.


"Cinta." panggil Iqbal memecahkan keheningan ini.


"Iya Iqbal." Sahut Cinta menoleh.


"Sebelum kita membahas permintaan kakek, aku mau menanyakan sesuatu sama kamu, aku ingin memastikan apa kamu orang itu atau tidak? ucap Iqbal menatap lekat Cinta.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Cinta binggung dengan perkataan Iqbal.


"Apa dulu kamu pernah menolong seorang bocah laki-laki yang berusia 7Tahun" tanya Iqbal serius.


"Tujuh tahun? ahhh iya aku ingat, kenapa kamu bisa tahu? apa kamu orangnya? tanya Cinta memastikan.


"Iya aku orangnya, kamu adalah orang yang aku cari selama ini, apa kamu tidak ingat dengan janjiku saat kamu menolongku." ucap Iqbal memeluk erat Cinta, firasatnya benar jika Cinta gadis kecilnya.


"Kamu tahu semenjak saat itu aku selalu mencari kamu sampai sekarang ini." Sambung Iqbal.


"Jadi selama ini kamu gak pacaran karena aku?" tanya Cinta memastikan, dia tak mau senang dulu.


"Iya Cinta, karena kamu cinta pertamaku, kamu sudah membuat jantungku berdetak lebih kencang saat didekatmu. Apa kamu sadar saat ini jantung ku sedang berdetak." ucap Iqbal meletakan tangan Cinta di dadanya, Cinta tersenyum dengan semua ini.


"Makasih yah Iqbal, kamu sudah tepati janji kamu untuk menungguku." ucap Cinta memeluk Iqbal, dia terharu Iqbal begitu mencintainya sejak kecil.


"Iya sayang, kamu adalah bidadari aku, sudah sepantasnya aku menunggumu." Balas Iqbal mencium kening Cinta.


Cinta kaget dengan perlakuan Iqbal saat ini, dia tak menyangkah Iqbal seromantis ini.


×


×


×


×


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2