
H 4 P P Y R 3 4 D I N G 🤗
•
•
•
•
•
Setelah kejadian siang mengancam keselamatan Cinta. Iqbal segera bertindak menyelidiki dalang pengirim paket kerumahnya.
Tak seorang pun yang bisa menganggu dan menyentuh istrinya selama nyawa masih berdetak di dunia.
Iqbal tak segan menghancurkan orang tersebut bahkan sampai akar jika perlu agar tobat melakukan. Hati dan pikiran terus berpikir tak tenang melihat Cinta diam sejak tadi saat menerima paket tersebut.
Sakit begitu sakit melihat istrinya diam bagai orang depresi. Cinta sejak tadi diam, ada rasa takut pada hatinya, takut keluarganya dibawa dalam aksi balas dendam entah masalah apa, Ia yakin ini aksi balas dendam. Tidak mungkin tanpa sebab ada paket berisi ancaman untuk dirinya.
Hati dan pikiran mengarah pada satu orang yang sangat membenci dirinya. Tidak ingin menuduh tanpa bukti, Cinta diam dengan memikirkan solusi mengatasi ancaman yang terjadi.
"Jangan khawatir aku akan mencari meski sampai ke lobang semut. Tidak akan aku biarkan seorang menganggu pikiran kamu meski itu sedetik saja karena pikiran kamu hanya boleh ada aku gak boleh yang lain." Iqbal menatap Cinta memberi keyakinan atas janjinya.
Melihat tatapan Iqbal tulus dengan janjinya, Cinta terharu begitu besar rasa sayang Iqbal pada dirinya. Beruntung memiliki suami seperti Iqbal. Pikirannya mulai gundah memikirkan bagaimana jika orang tersebut mencelakai Iqbal.
"Makasih Al, tapi aku rasa kamu gak usah khawatir begini. Aku gak mau kamu jadi sakit terus memikirkan ini berlebihan." Cinta menatap Iqbal yang terus memperhatikannya sejak masuk tadi.
Cinta dan Iqbal berada dikamar, setelah berkumpul bersama keluarga dan membahas rencana penyelidikan ancaman terhadap Cinta. Mereka pulang dengan hati gelisah dan takut hal buruk terjadi. Sejak masuk dan menyandarkan diri pada kasur Cinta tak sedetik pun mengalihkan pikirannya tentang ancaman yang ia dapatkan tadi.
"Kamu jangan khawatir, meski sehari tak makan itu tidak akan membuat aku sakit, karena hal yang membuatku sakit adalah melihat kamu memikirkan orang lain selain aku." Gombal Iqbal yang ingin mengalihkan pikiran Cinta agar tak terus kepikiran.
Iqbal tak ingin hal ini membuat Cinta sakit, jika terus kepikiran. Melihat diam nya saja sudah membuat hati Iqbal sakit, bagaimana melihat Cinta sakit bisa tambah sakit.
"Kamu apaan sih? gombalnya garing gak lucu Al."
"Aku gak gombal ini serius! kamu gak percaya?"
"Enggak." Jawab Cinta tanpa menoleh.
"Kamu belah saja biar tau betapa besar rasa cintaku padamu. Semua sungguhan bukan gombalan."
"Iya iya aku percaya sama kamu." Bangun Cinta meninggalkan Iqbal masih betah pada sofa.
__ADS_1
"Kamu mau kemana?" Pandang Iqbal melihat bangun Cinta dari duduknya.
"Ke kamar Laura, aku gak mau dia kepikiran karena ancaman tadi." Balik Cinta menghadap Iqbal dan kembali jalan meninggalkan kamar mereka.
Kepergian Cinta dari kamar. Iqbal segera menghubungi orang kepercayaan nya untuk menyelidiki siapa orang yang berani mengirim paket berisi ancaman. Terpancar dari mata amarah begitu dalam mengetahui seseorang mengincar nyawa istrinya.
"Baby tak akan aku biarkan kamu terluka. Aku berjanji akan melindungi kamu bagaimana caranya." Janji Iqbal kepada dirinya menatap pemandangan di luar rumah.
Iqbal berdiri tegak di balkon kamar memandang suasana sejuk menghangatkan mata. Mansion pemberian kakek begitu nyaman di tempati, banyak bunga yang ditanam di sekeliling lingkungan untuk mempercantik mansion.
Harapan demi harapan agar keluarga kecil yang baru dibangun dapat senantiasa di lindungi dan diberkahi oleh sang kuasa.
Tok.....
Tok.....
Tok....
Ketok Cinta pada pintu kamar Laura. Mendengar tak ada jawaban dari dalam Cinta segera masuk.
"Laura apa yang terjadi, kenapa kakak ketok kamu gak menjawab?" Tanya Cinta bingung terhadap adik kecilnya.
"Maaf kak, aku gak dengar." Tunjuk Laura mengangkat kedua jari mengisyaratkan tidak sengaja.
"Emang apa yang kamu pikirkan sampai gak dengar?" Tanya Cinta menautkan alisnya.
"Kakak KEPO." Tekan Laura pada kalimat ucapannya.
"Masa tanya dibilang kepo."
"Kakak sejak kapan jadi kepo begini? apa karena sudah menikah?"
"Gak ada sangkut pautnya menikah atau tidak."
"Ooooo begitu."
"Iyaa."
"Ada apa kakak kesini? gak mungkin tanpa alasan?"
"Kamu seperti peramal aja."
"Laura gitu lho. Apa sih yang enggak aku tahu." Mengibas baju karena tebakannya benar.
__ADS_1
"Iya iyaaa terserah kamu saja. Kakak kesini hanya mau bilang kamu gak usah kepikiran tentang ancaman tadi." Pandang Cinta melihat ekspresi Laura mendengar ucapannya.
Dugaannya benar Laura kaget. Mana bisa dibilang jangan kepikiran. Apa kakak sudah gila berkata seperti itu. Tidak ada adik yang bisa tenang melihat kakaknya diteror dan diancam seseorang tentang keselamatan hidup.
Laura bukanlah anak cengeng biasanya, ia hanya akan cengeng dan manja sama keluarga. Di luar ia akan menjadi anak yang kuat dan berani. Diam diam tanpa pengetahuan keluarga dan sahabatnya, Laura belajar ilmu beladiri. Tujuannya hanya satu berjaga jaga jika sesuatu terjadi.
"Kakak ngomong apa sih? gak ada adik yang bisa tenang dan gak kepikiran jika kakaknya kena teror!" Kaget Laura bangun menatap Cinta.
"Apa kakak takut aku hanya akan merepotkan kakak jika ikut campur masalah ini?" Sambung Laura menuduh Cinta.
"Kamu salah paham Laura, maksud kakak bukan begitu, gak ada di pikiran kakak kamu merepotkan. Kakak gak mau kamu kena imbas dari aksi balas dendam mereka terhadap Kakak." Jelas Cinta
Mendengar penjelasan Cinta, ada perasaan tidak enak, kenapa mudahnya ia menuduh kakak yang buruk.
"Maksud kakak, aksi balas dendam? Apa kakak sudah tahu siapa mereka?" Tatap Laura dengan penuh curiga pada sang kakak.
"Kakak gak tau, tapi bisa saja mereka ingin balas dendam." Gugup Cinta hampir saja keceplosan jika tidak mengalihkan pandangan ke tempat lain.
Bukan tanpa alasan Cinta menyembunyikan ini, ia tak ingin keluarganya kena dampak. Orang seperti mereka bukan orang sembarangan. Sudah banyak hal pastinya yang mereka rencanakan yang jelas belum ia ketahui apa itu.
"Kakak gak berbohong kan?" Laura memastikan, hati kecilnya merasa kakak sedang berbohong.
"Kakak tidak berbohong." Balas Cinta meski nyatanya ia berbohong pada Laura.
"Maafkan kakak dek, semua ini demi kebaikan kamu gak ada niat kakak bohongin kamu, tapi jika ini demi kebaikan akan kakak lakukan asal kamu baik baik saja." Batin Cinta memandang adiknya.
Laura tak mempercayai perkataan Cinta, meski begitu ia berusaha mengiyakan saja agar Cinta tak curiga.
______________💞💞💞________________
Aku berbohong padamu bukan tanpa alasan, kebohonganku ada tujuan. Keselamatanmu hal utama hidupku.
(✓By: Cinta Permata Kusuma.)
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
Maaf semua, author baru bisa up sekarang.
Jangan bosan menunggu yah🤗
Jangan lupa Like, Comment, gift 🌹 dan vote untuk menyemangati author terus menulis.📝
...Tambahin favorite biar gak ketinggalan up terbaru nya.📢...
__ADS_1