
**H 4 P P Y R 3 4 D I N G 🤗
•
•
•
•
✨💞✨**
Semua pasang mata menatap adik kelas yang duduk bersama Cinta dan teman-temannya.
Ucapan positif negatif selalu dilontarkan dengan tatapan kagum dan menghina. Dia tak menghiraukan semua orang, fokusnya hanya pada orang di depannya.
"Dek... kamu kenapa lihatin Cinta." tanya Bunga. Matanya tak sengaja menangkap adik kelas didepannya yang lagi menatap Cinta. Pikirnya tadi tatapannya hanya sekilas, tapi tidak. Dia terus menatap Cinta dengan tatapan yang sulit diartikan.
Menyadari namanya disebut, Cinta menatap Bunga dengan menaikkan alis meminta penjelasan, ia tak tahu apa yang terjadi. Fokusnya tadi hanya pada menyantap makanan.
Mengerti kode dari Cinta. Bunga langsung menceritakan apa yang dilihat tadi.
"Tadi gak sengaja saya lihat adik ini natap Cinta. Pikir saya dia hanya sebentar, tapi dugaan saya salah. Dia terus menatap Cinta dengan tatapan yang sulit diartikan." jelas Bunga Pada Cinta.
Mendengar perkataan Bunga. Adik kelas tersebut menjadi takut. Dia tak ingin Cinta salah paham. Berkecucuran keringat diwajahnya membuat ia tak bisa kontrol groginya.
"Ma- Ma-af ka-k..." ucapnya, gelagapan. Mulutnya terasa kaku menjelaskannya. Dia sendiri tidak tahu kenapa bisa begini.
"Maaf kenapa Dek? Apa kamu bisa jelasin? tanya Melati menatap adik kelas dengan kedua tangan dilipat.
"Aku gak bermaksud aneh-aneh dengan kak Cinta." ucapnya sambil menangis, ia takut dengan tatapan ketiga sahabat Cinta seperti polisi yang lagi mengintrogasi penjahat.
"Jangan menangis Dek." ucap Cinta menenangkan adik kelasnya. "Maafin teman-teman kakak yah, mereka gak bermaksud seperti itu. Kakak juga gak permasalahkan ini. Semua orang bebas melihat apa yang mereka mau, termaksud kamu." Sambung nya dengan senyum.
"Makasih kak...." ucapnya pada Cinta. "Aku juga mau minta maaf, tapi sumpah aku tidak ada maksud jahat pada kakak." Sambung nya kembali.
"Iya... sama-sama. Gak usah dipikirin lagi." Senyum Cinta.
"Gak gitu juga Cinta, stidaknya dia jelasin dulu." Protes Bunga pada Cinta.
"Setuju. Kita mau dengar penjelasannya." Timpa Inces membenarkan ucapan Bunga.
"Dek. Apa kamu keberatan dengan permintaan teman-teman kakak." tanya Melati memastikan, meski sebenarnya ia merasa adik kelas tersebut wajib menjelaskan tanpa di tanya lagi.
"Iya kak aku gak keberatan semuanya gak akan membaik jika aku belum jelasin. Takutnya terjadi salah paham." jawab Adik kelas.
"Sekarang coba jelasin semuanya." ucap Bunga.
"Pertama kali berada disekolah ini. Aku sudah menganggumi kak Cinta. SMP kak Cinta dulu sama dengan aku. Jadi saat kak Cinta tamat, aku berusaha mencari di mana kak Cinta melanjutkan pendidikannya? Hingga akhirnya aku menemukan nya. Dan saat aku tamat. Aku memilih melanjutkan sekolah disini agar bisa bertemu kak Cinta kembali." jelas adik kelas menatap Cinta penuh kekaguman terpancar di wajahnya.
Mendengar penjelasannya membuat ketiga sahabat Cinta terharu. Sebesar ini rasa kagumnya pada Cinta.
__ADS_1
"Kami tidak menyangka Kamu pengemar beratnya Cinta." ucap Bunga terharu.
"Maafin kami sudah salah paham." Inces tak enak hati telah berpikir aneh-aneh tadi.
"Gak apa-apa kak. Ini juga salahku." jawabnya
_-_-_
•>>>
Setelah selesei presentasi, tepuk tangan riang pun terdengar dikelas dari wujud kepuasan murid dengan hasil Cinta.
"Keren lho Cinta. Salut kita punya sahabat kaya kamu sudah cantik pintar pula." Puji Inces, saat Cinta menduduki bangkunya.
"Iya Cinta. Sumpah kamu dari dulu sampai sekarang pintarnya gak hilang-hilang, malahan makin nambah." Sambung Bunga
"Gak juga. Kalian nya saja yang berlebihan." jawab Cinta.
"Percuma dibilangin. Orangnya bakal merendah." Kata Melati yang paham karakter Cinta.
Kaki melangkah menjauhi kelas, menuju parkiran. Sekolah memulangkan murid lebih cepat, karena ada rapat.
"Tumben pulang cepat? sepenting apa
rapat ini, harus memulangkan kita semua?" Bingung Bunga bertanya pada sahabatnya.
"Kita gak tahu. Kamu tanya saja pada guru-guru." jawab Inces.
"Kalau bisa sudah ditanya." balas Bunga kesal dengan jawaban Inces.
Saat ini ia dan ketiga sahabatnya telah tiba di area parkiran. Sekolah memulangkan murid lebih cepat dari biasanya di karenakan ada rapat pembahasan ujian sekolah untuk murid kelas 12.
"kita mau pulang kali." Kompak Bunga dan Inces.
"Yah sudah diam jangan banyak ngoceh." Melati beralih menatap Cinta. "Kamu kenapa? apa ada yang kamu cari?" tanya Melati menyadari Cinta seperti sedang mencari sesuatu.
"Gak apa-apa. Saya hanya cemas Laura sejak tadi belum keluar, saya takut dia kenapa-kenapa didalam." Khawatir Cinta.
Tidak seperti biasa Laura lama. Cinta tahu benar adik kecilnya itu sangat tidak betah berlama-lama di sekolah jika waktu pulang telah tiba, tapi kali ini berbeda hingga Cinta khawatir dan memikirkan hal buruk menimpah adiknya.
"Sabar Cinta. Laura dalam perjalanan kesini kali." Balas Melati mencoba menenangkan nya.
"Iya Mel."
"Tiba juga kamu Ra. Khawatir nih Cinta nungguin kamu." Kata Bunga saat Laura datang menghampiri mereka.
"Sorry kak, sudah bikin khawatir. Tadi Laura ke perpustakaan antar buku paket yang di pinjam saat pelajaran tadi." jelas Inces tak enak hati membuat kakak nya khawatir.
"Yah sudah gak apa-apa Dek. Sekarang kamu kan, sudah tiba." Balas Cinta tak masalah, sekarang ia sudah lega dengan melihat keadaan Laura baik-baik saja.
"Kakak hanya ingin bilang ke kamu. Hari ini dan beberapa minggu kedepan kakak akan pulang malam. Kakak juga sudah izin di Mama tadi pagi." Kata Cinta pada Laura.
__ADS_1
"Ma... Aku mau izin mulai hari ini dan beberapa minggu kedepan pulang malam".
"Terserah kamu! Saya tidak peduli. Jangan pernah memanggil saya dan suami saya dengan sebutan Mama, Papa jika cuman ada kita".
sakit itu sudah pasti, hati anak mana yang tidak sakit mendengar orang tua kandungnya melarang menyebut kata yang wajib disebutkan anak pada orang tua.
"Kenapa begitu Ma? Kalian itu orang tuaku. Jika aku tidak memanggil dengan sebutan Mama dan Papa. Aku harus menyebut apa?" tanya Cinta dengan mata berkaca-kaca.
Hati Lestari sesungguhnya sakit harus bersikap seperti ini pada anak kandungnya, tapi dia harus kuat. Demi kebahagian keluarganya.
"Iya kau benar, kami orang tua kamu. Tidak ada penjelasan lain yang akan saya jelaskan,
semuanya tidak penting. Kamu bisa memanggil saya dan suami saya dengan sebutan Mama, Papa jika ada orang lain, tapi jika hanya kita bertiga kamu harus memanggil kami nyonya dan tuan." Jelasnya.
Hatinya tambah sakit seperti ditusuk-tusuk. badannya bergemetaran mendengar setiap kata-kata yang keluar dari mulut ibunya.
"Baiklah jika itu mau Mama. Mulai sekarang dan selamanya sampai ajal datang menjemputku, aku akan memanggil Mama dan Papa, dengan sebutan Nyonya dan Tuan". menekan setiap kata yang diucapkan dengan mata yang tak henti meneteskan kristal bening diwajahnya.
"Bagus kalau sadar. Sana pergi muak saya melihat wajahmu. Dan ingat ini kau tidak perlu meminta izin apa pun kepada kami, itu semua tidak penting. Kau bebas melakukannya tanpa izin dari kami".
"Baik Ma. Aku akan pergi sekarang, tapi aku akan tetap meminta izin pada kalian, bagaimana pula kalian tetap orang tuaku."
"Terserah kau saja. Saya tidak peduli."
...~••~••~••~••~••...
"Kenapa pulang malam kak. Mama izinin?" tanya Laura, menatap Cinta meminta penjelasan.
"Kakak ada urusan yang perlu dikerjakan. Nanti kakak jelasin kalau waktunya sudah tepat. untuk Mama jangan ditanyakan lagi Mama sudah setuju, kalau enggak mana mungkin kakak pergi." jelas Cinta, tanpa menceritakan sebenarnya.
"Yah sudah, gak apa-apa. Semangat kak. Aku doa'in urusannya lancar dan cepat kelar." Tulus Laura mendoakan kakaknya.
"Yah sudah semuanya. Saya jalan duluan yah. Bye...." Pergi Cinta meninggalkan mereka.
_____________💞💞💞______________
Kadang kita perlu berbohong agar orang yang kita sayangi tak sedih, berbohong demi kebaikan tidak salah yang salah berbohong karena kejahatan.
(✓By: Cinta Permata Kusuma.)
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
Hallo semua bagaimana kabarnya?
Apa kalian suka dengan ceritanya?
Gregat gak ni sama Ibu nya Cinta?
Gimana kelanjutan nya apa Cinta akan bertemu sama .......😁
...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....
__ADS_1
...Bantuan jempol mu membantu author untuk semangat menulis....
...Tambahin favorite biar gak ketinggalan up terbarunya.📝📢...