Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 42. Malam pertama


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G 🤗








Selesei acara resepsi semua kembali pulang meninggalkan Cinta dan Iqbal di hotel tempat acara digelarkan.


Dikamar hotel Cinta dan Iqbal berada dihiasi bunga mawar berbentuk hati ditempat tidur, lilin kecil yang mungil bertebaran dilantai dengan cahaya api yang menghangatkan suasana malam dingin menerjang ditubuh semua yang merasakan.


Setelah berganti pakaian, Iqbal mendekati Cinta yang masih diam ditempatnya saat dia meninggalkan.


"Apa yang kamu pikirkan? kenapa belum ganti, apa gak rela melepaskannya?" ujar Iqbal menatap Cinta yang diam sejak masuk tadi.


"Gak mikir apa-apa kok, siapa gak rela? gaun seribet ini masa aku betah yang ada udah kecacingan kalau seharian pakai ginian." Bantah Cinta berbalik menghadap Iqbal.


Meski mendengar jawaban dari Cinta, Iqbal merasa ada sesuatu yang disembunyikan, tapi percuma jika terus memaksa jawabannya akan tetap sama.


"Yah sudah kalau begitu buruan ganti baju." Perintah Iqbal.


"Iya." Balas Cinta dengan senyuman termanisnya.


Bangkit dari ujung ranjang menuju kamar mandi, Cinta masuk dan segera mengganti gaun dengan pakaian tidur, tapi saat memaksa membuka korsleting tangannya tak sampai.


15 menit dikamar mandi Cinta belum juga berhasil, Iqbal yang berada diluar seperti cacing kepanasan bolak balik menunggu kedatangan Cinta belum kembali juga.


"Baby sedang apa didalam, kenapa lama?" teriak Iqbal tepat di depan pintu kamar mandi.


Tak mendengar balasan dari Cinta, Iqbal menjadi khawatir pikirannya sudah melayang.


"Baby...."


"Baby...."


"Baby...." ketuk Iqbal berkali kali hasilnya tetap sama.


"Sekali lagi tak ada jawaban dari dalam, aku dobrak." Teriak Iqbal dari luar pintu.


Cekreck! pintu terbuka lebar dengan gaun yang masih melekat ditubuh Cinta.


Iqbal memandangnya dari ujung kepala sampai ujung kaki terlihat Cinta baik baik saja dengan senyuman yang diukir disudut bibir.


"Apa yang kamu lakukan didalam kenapa tak menjawab panggilanku?"


"Dan ini lagi kenapa belum ganti?" Sambung Iqbal menatap gaun yang masih melekat cantik ditubuh Cinta.


"Al." Panggil Cinta tak menggubris Omelan nya.


"Apa." Jawab Iqbal singkat.

__ADS_1


"Apa kamu bisa menolongku?"


Mendengar ucapan Cinta spontan Iqbal menaikan alisnya tanpa mengeluarkan suara dari mulutnya.


"Aku kesusahan membuka korsleting."


"Apa? jadi ini membuatmu lama didalam." Geleng Iqbal menatap Cinta.


"Iya, tanganku tak sampai."


"Yah sudah berbalik lah aku akan membantumu."


Mata Iqbal terpanah melihat putih mulusnya pundak Cinta yang membangkitkan gairah seorang pria.


Tangan nakalnya mulai mengelus lembut punggung Cinta membuat pemiliknya merasa geli.


"Geli Al."


"Maaf, cepatlah ganti aku menunggumu diluar." Balasnya meninggalkan Cinta.


Berlama lama didalam akan membangunkan ular piton yang sedang tidur.


Didalam Cinta terus berpikir dengan apa yang akan terjadi setelah keluar dari sini, apa mereka akan melakukan malam ini atau tidak.


Pikirannya terus berkecamuk dia ingin memberikan hak Iqbal, tapi dia takut dengan perkataan orang akan sakitnya malam pertama.


Disisi lain, dia belum siap menjadi orang tua bukan tak ingin memiliki anak, tapi tak ingin melantar kan anak karena tak bisa mengurus, banyaknya pekerjaan dapat dipastikan sedikit waktu untuk mengurus.


"Apa yang harus aku lakukan? gak mungkin berterus terang." Monolog Cinta menatap dirinya di cermin.


"Al, apa ada yang salah dengan diriku?" Tatap Cinta melihat seluruh tubuhnya.


"Tidak ada." Sadar Iqbal mendengar perkataan Cinta.


"Terus kamu kenapa menatapku seperti itu kalau bukan ada yang salah dengan penampilanku." Tanya Cinta belum puas dengan jawaban Iqbal.


"Aku menatapmu karena kecantikan yang kamu miliki baby. Apa kamu gak sadar saat ini kamu sangat cantik." Tangannya mengusap lembut kedua pipi Cinta.


"Gombal...."


"Siapa yang gombal, aku serius kamu cantik, tapi hari ini kamu beda kamu tambah cantik." Senyum Iqbal menatap Cinta yang malu.


"Pipi kamu kenapa?" Pura pura Iqbal tak mengetahui.


"Kenapa dengan pipiku Al?" tanya balik Cinta memengang kedua pipinya.


"Coba kamu lihat di cermin." Kata Iqbal menunjukan meja rias.


Dengan cepat Cinta mendekati meja rias tanpa berkata dan menatap wajahnya di cermin, dapat dilihat wajahnya baik-baik saja.


"Kamu kerjain aku yah Al." Balik Cinta menatapnya.


"Siapa yang kerjain kamu baby, lihat baik baik disana." Tunjuk Iqbal pada cermin.


"Aku sudah melihatnya Al, wajahku baik-baik saja."


"Coba sekali lagi."

__ADS_1


"Gak ada yang salah Al, lihatlah ini masih sama seperti dulu." Kata Cinta memengang pipinya menatap Cermin.


"Pipi kamu gak ada yang salah Baby." Peluk Iqbal dengan tangan mengelus perut datar Cinta.


Di cermin Iqbal dapat melihat pantulan wajah Cinta yang malu, bukan melonggarkan dia makin mengeratkan pelukannya, menghirup aroma tubuh Cinta yang harum sudah menjadi candu saat ini.


"Harum Baby." Cium Iqbal pada leher jenjang Cinta.


"Al."


"Iya baby."


"Apa kamu ingin melakukan malam ini?" Cinta memberanikan diri untuk bertanya.


"Kenapa bertanya seperti itu, apa kamu gak sabar melakukannya?" Tanya Iqbal dengan senyuman menggoda.


Cinta tak menjawab pertanyaan Iqbal, dia bingung dengan perkataannya yang semakin menjebak dirinya sendiri, niatnya ingin bertanya ini malah dikira tak sabar.


Melihat tak ada jawaban, Iqbal segera mengendong nya menuju ranjang, dengan lembut dia membaringkan Cinta dengan penuh kasih sayang. Cinta tak bisa melakukan apa apa menolak hanya membuat perdebatan diawal rumah tangganya yang baru seumur jagung.


Akhirnya terjadilah malam panas antara sepasang pengantin baru, suasana yang dingin dengan adanya angin yang menghembus kini menjadi panas. Iqbal memimpin dengan ganas tanpa memberi jeda.


"Pelan pelan Al, sakit." Cinta meremas seprei.


"Tahan baby, awalnya akan terasa sakit, tapi setelah ini tidak lagi kamu akan memintanya terus." Balas Iqbal menatap Cinta yang menahan sakit.


Tak tega melihat wajah kesakitan nya, Iqbal meraih bibir Cinta dengan lembut memberi kenyamanan dan ketenangan agar rileks, bibirnya me****t lembut dengan gigitan kecil pada lidah yang tak ingin memberi ruang untuk masuk mengekspor pada setiap sudut rongga.


Merasa menang dengan kekalahan Cinta yang membiarkannya masuk menjelajahi, Iqbal mengigit kecil lidah Cinta membuat sang pemilik kesakitan dan membalas perbuatannya.


Terjadilah aksi saling gigit mengigit lidah, melihat Cinta tak berdaya dengan aksinya, Iqbal menghentikannya dengan meng***p bibir Cinta seperti permen.


Cinta tak berontak dengan perlakuan Iqbal baginya sentuhan Iqbal sangat nikmat dan dia sangat menyukai ini tanpa sadar dia membalas meski terasa kaku Iqbal memaklumi ini hal pertama bagi Cinta.


Melihat Cinta sedikit rileks, dia segera melakukan puncak malam pertama


30 menit.


"Aahhk... aahhk...."


"Lebih cepat lagi Al."


"Siap baby."


Setelah mencapai puncak kenikmatan malam pertama Iqbal dan Cinta tertidur dikasur tanpa busana.


______________💞💞💞______________


Pertama dan selamanya, setelah ini kamu sepenuhnya milikku, bukan egois melainkan sayang tak mengenal siapa pun dan apapun.


(✓By: Iqbal Radit Adijaya.)


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


...Jangan lupa like, comment, gift🌹 and vote....


...Tambahin favorite biar gak ketinggalan up terbarunya.📝📢...

__ADS_1


__ADS_2