Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 47. Iɴɪ ʜᴏɴᴇʏᴍᴏᴏɴ ᴀᴛᴀᴜ ʟɪʙᴜʀᴀɴ?


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G 🤗








✨💞✨


Di kediaman utama keluarga Kusuma, mereka masih cemas dengan kejadian ancaman paket terhadap Cinta. Ancaman mengenai nyawa bukanlah suatu ancaman main-main untuk di jadikan bahan candaan.


Kakek Wahyu segera menghubungi orang kepercayaan untuk menyelidiki siapa pengirim paket ancaman ke mansion Cinta.


Hal yang terus menjadi pikirannya adalah mansion di tepati Cinta adalah hadiah pemberian nya, bagaimana ada yang tahu selain ia dan keluarganya.


"Papa, Adit khawatir dengan Cinta, apa Cinta akan baik-baik saja tinggal disana? apa tidak baiknya mereka tinggal di sini saja sampai keadaan membaik." Aditya Mengutarakan pendapatnya.


"Kita tidak boleh mengambil keputusan sesuai kemauan sendiri, bagaimana juga sekarang Cinta sudah menikah, keputusan ada di tangan suaminya. Papa yakin Iqbal bisa melindungi Cinta." Kata Kakek Wahyu.


"Papa kamu benar Adit, Mama yakin Iqbal bisa melindungi Cinta. Biarkan mereka membangun keluarga kecil nya sendiri karena sudah waktu nya untuk mereka." Nenek Sari menyakinkan Adit untuk tenang.


"Ma bukannya aku ingin membenarkan Mas Adit, tapi perkataan nya benar Cinta tidak aman jika berada disana berdua dengan Iqbal dan Laura." ucap Lestari.


Lestari sejalan dengan Aditya tidak yakin Cinta aman berada di sana tanpa pengawasan keluarga meski sekarang Cinta memiliki Suami.


Bukan meremehkan kemampuan Iqbal menjaga Cinta, melainkan ancaman yang sama pernah terjadi puluhan tahun yang lalu terhadap nenek Aditya, Mama dari Papa Wahyu.


"Mama tahu kekhawatiran kalian." Nenek Sari memandang cemas raut wajah anak dan mantu nya.


Dia bukan tak khawatir sama cucu nya, ia hanya mencoba memberi mereka kesempatan untuk menjalani ini sendiri, jika suatu hari tidak bisa menghandle nya, ia sendiri akan turun tangan dalam bertindak.


Bagas yang duduk mendengar obrolan keluarganya ikut cemas khawatir dengan Cinta, ia setuju dengan pendapat Papa Adit dan Mama Tari, tapi ia tak kuasa menyampaikan pendapatnya karena Nenek akan tetap sama terus menentang seperti sekarang ini.


"Kek, apa boleh untuk sekarang aku tidak ikut ke Korea?" Tanya Bagas meminta izin.


"Kenapa Nak? apa ada masalah?" Tanya balik Kakek Wahyu.


"Aku ingin menetap di sini sampai masalah Kak Cinta selesei boleh kan?" Tanya Bagas lagi.


"Jika itu sudah menjadi keputusan kamu, Kakek akan izinin." Kata Kakek memberi izin.


Mendengar izin dari Kakek, Bagas senyum senang kali ini ia dapat membantu Cinta.


"Makasih Kek."


_-_-_

__ADS_1


•>>>


Saat ini Iqbal berada di ruang kerja nya dengan tangan menggenggam handphone mencari informasi melalui orang suruhan nya.


Dia tak bisa tenang dengan kondisi yang terus membuat istrinya kepikiran tiap hari. Cinta tidak pernah menceritakan kecemasan nya pada Iqbal, tapi Iqbal bisa menebak dengan banyak diam nya Cinta semenjak ancaman paket.


📞:"Dapatkan informasi secepat nya. Jika berhasil akan aku beri bonus besar pada kalian." Kata Iqbal di akhir sambungan sebelum mematikan nya.


"Siapa sebenarnya mereka, kenapa sangat susah menemukan informasi." Monolog Iqbal.


"Al....." Panggil Cinta dari luar pintu.


"Iya Baby." Sahut Iqbal dari dalam.


Cekreck.....


"Sedang apa kamu di sini bukan nya tugas kantor mu sudah ada yang handle?" Cinta bingung dengan keberadaan Iqbal di ruang kerja.


Sejak balik dari kamar Laura, ia terus mencari Iqbal di setiap ruangan. Ada satu ruangan yang belum ia kunjungi dan benar saja ternyata Iqbal berada di sini.


"Itu tadi, aku sempat di hubungi orang kantor kata nya penting, mau tidak mau aku harus kerjakan." Bohong Iqbal tak ingin Cinta kepikiran. "Kenapa mencari ku? ada hal yang ingin kamu sampaikan?" Sambung nya menatap Cinta yang masih betah berdiri di depan pintu.


"Tidak, aku hanya mencari ku saja, aku pikir kamu sedang keluar." Jelas Cinta.


"Bagaimana apa kamu sudah bicara sama Laura?" Bangun Iqbal mendekati Cinta.


"Sudah Al." Balas Cinta.


"Yah sudah sekarang kita makan dulu, aku sudah delivery tadi." Ajak Iqbal menggengam tangan Cinta.


Bahagia dengan keluarga kecil yang baru sehari, tidak bisa di pungkiri Iqbal. Terus mengandeng tangan Cinta melewati tangga satu-satu dengan hati-hati.


"Besok kita langsung honeymoon yah?" Usul Iqbal.


"Harus besok Al." Cinta memastikan kembali.


"Iya baby apa ada masalah?" Tanya Iqbal.


"Tidak Al, hanya saj......."


"Aku ikut Kak." ucap Laura cepat memotong perkataan Cinta.


"Ini bukan liburan Laura, ini honeymoon." Protes Iqbal mendengar penuturan Laura.


"Aku tahu, yang bilang liburan siapa, perasaan aku gak bilang." Balas Laura yang ingin ikut.


"Kamu di sini saja biar aku dan Cinta yang pergi." Bersih keras Iqbal mempertahankan.


Cinta mendengar perbincangan suaminya dan adik kecilnya menjadi pusing. Iqbal yang terus mempertahankan agar Laura tetap di tempat dan Laura batu masih kuat dengan keinginan nya.


"Sudahlah Al biarkan saja Laura ikut, dia tidak akan menganggu kita." Kata Cinta.


"Yes aku ikut, abang tenang saja aku gak bakal nganggu dan gak akan jadi nyamuk di antara kalian berdua." Yakin Laura.

__ADS_1


Mendengar perkataan Laura yang aneh seketika Iqbal bertanya. "Maksud kamu?"


"Di sana bukan hanya ada aku dan kalian, tapi ada teman kita yang lain." Jawab Laura gembira membuat wajah kaget Iqbal.


"Laura Abang gak habis pikir ini honeymoon kenapa kamu mengajak mereka." Frustasi Iqbal mendapatkan balasan Laura senyum lebar.


"Apa salahnya aku mengajak mereka? kalian bisa nikmati waktu honeymoon berdua, dan aku bisa nikmati waktu liburan bersama mereka." Balas Laura.


"Yah sudah terserah kamu, tapi awas jika kalian menganggu waktu honeymoon kita berdua." Ancam Iqbal


"Tenang bos gak bakal."


Cinta tak ingin ikut nimbrung dalam percakapan ini, karena ujung nya ia akan kalah jika adik kecilnya mengeluarkan jurus andalan nya.


Ting... Tong....


Ting... Tong.....


Ting... Tong....


Bunyi bel berbunyi.


"Al kayaknya itu delivery makanan yang datang." ucap Cinta.


"Iya kamu benar."


"Yah sudah biar aku bukain saja, kalian di sini lanjutkan obrolan tadi." Bangun Cinta meninggalkan mereka.


Perginya Cinta melanjutkan obrolan Laura dan Iqbal. Entah kenapa dan sejak kapan Laura senang menganggu Iqbal apalagi melihat wajah kesal Iqbal terasa sangat puas bagi Laura.


"Rencana Abang ingin anak berapa?" Penasaran Laura yang ingin tahu.


"12." Singkat Iqbal.


"What........" Kaget Laura melotot kan mata pada Iqbal. " Abang kira Kakak mesin pencetak?" Sambung nya lagi.


Laura bingung pola pikir Iqbal. Melahirkan anak bukan hal yang gampang semua butuh perjuangan, apalagi dengan kondisi kakaknya belum mendapat donor ginjal yang cocok. Laura belum menikah bukan berarti dia tidak paham tentang ini. Jurusan yang di ambil Laura adalah dokter kandungan sudah jelas dia tahu semua.


...𝐁𝐄𝐑𝐒𝐀𝐌𝐁𝐔𝐍𝐆...


______________💞💞💞___________________


Khawatir boleh, tapi jangan pernah melakukan tindakan sendiri tanpa persetujuan orang yang bersangkutan. Belum tentu orang tersebut bahagia dengan keputusan mu.


(✓By: Dini Anita Permata Sari.)


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_


Maaf🙏. Author baru bisa up sekarang kemarin lagi sibuk revisi dan alhamdulilah tahap revisi berjalan lancar meski belum semua.


...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....


...Bantuan jempol mu membantu author untuk semangat menulis....

__ADS_1


...Tambahin favorite biar gak ketinggalan up terbarunya.📝📢...


__ADS_2