
🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻
•
•
•
✨🌹💞🌹✨
Laura yang sudah penasaran sejak awal melihat kegelisahan kakaknya, memberanikan diri bertanya."Kakak kenapa? Aku perhatikan kakak seperti lagi memikirkan sesuatu sampai gelisah kayak gini?
"Kakak tidak apa-apa Dek, kakak hanya baru ingat kalau kakak ada janji sama Iqbal." Balas Cinta.
"Janji apa emangnya kak?" Tanya lagi Laura penasaran.
Hal apa yang membuat kakak nya yang biasa tenang seketika berubah menjadi panikan dan cemas.
"Hmm, itu." Ucap Cinta bingung harus menjelaskan apa, tidak mungkin dia menceritakan semua kepada adik kecil nya ini.
"Itu apa kak? omong yang jelas jangan bikin aku penasaran!" Balas Laura dibuat makin penasaran dengan perkataan kakak nya yang sepotong.
"Sudah lupakan saja tidak usah dipikirkan, itu juga gak penting." Kata Cinta mencoba membujuk adiknya.
Tidak mungkin dia menjelaskan semua kepada adik nya, nanti bisa travelling ke mana-mana pikiran Laura. Apalagi saat ini Laura belum menikah.
"Kok gitu sih kak? aku sudah penasaran, kakak harus tanggung jawab." Protes Laura tidak terima diminta lupakan.
"Sudah lupakan saja, kamu juga gak bakal ngerti ini urusan orang dewasa." Ucap Cinta.
"Kak, aku udah besar bukan anak kecil lagi." Bantah Laura tidak terima di bilang anak kecil.
"Di mata Kakak kemarin, hari ini dan esok, kamu tetap anak kecil adik manja kesayangan kakak." Kata Cinta membuat Laura terharu mendengar perkataan kakak nya, sehingga dia melupakan pertanyaan tadi.
Sungguh licik Cinta kalau namanya mengalihkan pembicaraan paling jago. Dia mengenal Laura jika seseorang sudah memuji dirinya, pasti semua hal yang dia tanyakan akan di lupakan meski hal tersebut penting.
"Syukur aku selamat." Ucap Cinta dalam hati penuh syukur aman.
🌿🌺🌿
__ADS_1
"Hay bro kenapa mukanya di tengkuk gitu?" Tanya Dimas melihat wajah lesuh Rafa tak bersemangat.
"Lho lupa atau gimana sih Dim? Rafa lagi galau di putusin Laura." Ejek Radit lalu tertawa.
"Hahaha.... lho bisa aja, lho pikir Laura pacarnya hingga putus." Balas Dimas berkata di selah hentinya tawa.
"Kalian ini apaan sih? bukan nya hibur teman lagi sedih, ini malah di ejek! Tegur Bunga tidak habis pikir dengan Jalan otak mereka.
"Ini kita juga lagi hibur bunga mawar, emang lho pikir kita lagi ngapain?" Ucap Dimas mengatai Bunga dengan nama tumbuhan.
Bunga kesal di katain bunga mawar, dasar pria kecap, banyak omong selalu saja bisa katain orang dengan mulut kecap nya.
"Pria kecap, lho pikir nama gue tumbuhan di kata bunga mawar? nama gue Bunga no kata mawar, sekali lagi lho ucap gitu, gue lakban thu mulut." Ancam Bunga marah.
"Uhh takut, kabur atau jangan?" Ucap Dimas lagi senang mengejek Bunga.
"Dimas!" Teriak Bunga kesal terus di ejek.
"Hahhaha." Tawa Dimas puas membuat Bunga kesal, habis nya Bunga sungguh cerewet jadi perempuan, bukannya anteng kayak Melati dan Inces ini terus saja cerocos gak jelas.
"Sudah Bunga sabar, lho tau Dimas orang nya gimana." Kata Melati menenangkan sahabatnya yang lagi kesal.
Rafa sama sekali tidak menggubris perdebatan yang terjadi, meski sekarang situasi nya jadi ramai karena perdebatan antara Bunga dan Dimas, dia tidak terusik dengan keheningan nya.
Melihat kembaran nya tidak terganggu dengan semua ini, Kenan memberi kode kepada Sahabat nya, seketika mereka diam menatap Rafa masih setia diam dengan mulut enggan membuka suara. Seperti orang yang lagi puasa bicara.
Mereka semua melihat Rafa murung bingung harus melakukan. Jujur dari mereka delapan yang berada disini tidak tau hal apa yang harus di lakukan untuk menghibur Rafa agar kembali ceria seperti biasa.
"Rafa." Panggil Cinta menghampiri nya duduk dengan muka di tengkuk lesuh tak semangat.
Saat berada di kamar Laura, Cinta dan Laura mendengar jelas suara tawa Dimas. Entah hal apa yang membuat Dimas tertawa mereka tidak tau.
Hingga akhirnya Cinta memutuskan mengajak Laura turun ke bawah untuk gabung bersama mereka. Saat ini Cinta tidak memikirkan Iqbal yang akan menghukum dirinya karena lama. Saat ini yang paling penting adalah menyatukan Laura dan Rafa yang bertengkar.
Mendengar suara Cinta, Rafa langsung menoleh ke arah suara tersebut."Iya Cinta." Sahut Rafa, belum menyadari Laura bersembunyi di belakang tubuh Cinta.
"Aku ada kabar baik dan mungkin akan membuat kamu semangat lagi setelah mendengar ini." Kata Cinta membuat Rafa dan lainnya ikut penasaran.
Hal apa yang akan membuat Rafa semangat? Apa Cinta akan memberi Rafa sebuah perusahaan, pulau, jet pribadi atau barang yang lebih mewah dengan kekayaan yang dimiliki Cinta tidak akan ada habisnya.
__ADS_1
"Apa itu Cinta?" Tanya Dimas penasaran, hal itu sontak membuat sahabat lain nya geleng kepala.
Kenapa Dimas yang bertanya sebenarnya Rafa karena dia yang akan mendapat kabar baik itu bukan Dimas atau lainnya.
"Eh kecap kenapa lho yang tanya? yang di kasih kabar baik Rafa bukan lho? kenapa lho yang antusias begitu." Bingung Bunga dengan Dimas selalu saja kepo.
"Urusan sama lho apa bunga mawar?" Tanya Dimas menautkan alis.
"Lho mau tau aja atau mau tau banget?" Tanya balik Bunga.
"Mau tau aja." Jawab Dimas.
Mereka yang melihat terjadi lagi perdebatan antara Bunga dan Dimas terulang lagi hanya bisa menarik nafas dalam-dalam.
Tiada hari tanpa perdebatan akan membuat kehidupan Dimas dan Bunga tidak lengkap. Begitulah yang ada di otak mereka menilai kedua sahabat nya ini.
"Stop." Teriak Inces menghentikan kedua orang di hadapan mereka tidak ada bosan bertengkar.
"Jika ingin melanjutkan silakan, tapi bukan di sini di luar!" Ucap Inces.
Mendadak mereka berdua diam mematung, karena semua mata memandang mereka.
Berbeda di sini semua sedang berkumpul ramai di ruang keluarga, sedangkan Iqbal mondar mandir seperti orang gila
"Dimana sih Cinta kenapa sudah 3 jam belum juga kembali? apa dia sengaja melakukan ini?" Ucap Iqbal berkata pada dirinya sendiri." Awas jika benar tidak akan aku biarkan dia lolos kali ini."
Iqbal membuka lemari mengambil pakaian kaos dan langsung menggunakan untuk keluar mencari Cinta. Awal nya Iqbaal tidak mengenakan pakaian niat nya langsung menghajar Cinta, namun sayang cinta ingin bermain terlebih dahulu, hal itu akan di ladenin Iqbal dengan senang hati.
...BERSAMBUNG...
________________💞💞💞________________
Sampai disini dulu ya ceritanya, nanti di lanjutkan lagi. Bye bye👋👋
🌟 Menghibur tidak selalu dengan memberi kata-kata semangat agar dia terhibur, tetapi menghibur juga perlu dengan cara lain meski itu kadang terlihat berbeda seperti bukan menghibur melainkan mengejek.🌟 By: Cinta.
_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-
...Jangan lupa dukung karya ini dengan Like, comment, gift🌹 and vote....
__ADS_1
...Bantuan jempol mu membantu author semangat menulis....