Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 17. Prancis?


__ADS_3




Selamat membaca...📖


Korea...


Setahun sudah Cinta jauh dari adiknya. Rasanya sakit harus hidup berjauhan dengannya, tapi dia harus kuat demi kelangsungan hidupnya.


Bisnis yang dibangun Cinta telah berkembang pesat dalam waktu satu tahun. Perjuangannya dalam merintis membuat dia tak mengenal waktu istirahat bagi tubuhnya, dia terus bekerja.


"Dek, kakak sekarang telah sukses, apa kamu senang dengan semua pencapaian kakak ini, atau sebaliknya. Kakak berharap kamu bisa memaafkan kakak jika kita ketemu. Kakak janji setelah pertemuan kita nanti, kakak tidak akan pergi lagi." Batin.


Hari ini Cinta sangat sibuk, dia harus melaksanakan syuting dari pagi sampai malam, karena lusa dia akan izin cuti selama satu Minggu kedepan untuk hadir dalam rapat penting dengan kolega bisnisnya di Prancis.


"Bagaimana mbak? apa semuanya sudah beres?" tanya cinta.


"Sudah. Apa kamu yakin untuk pergi? kenapa kamu tidak menyuruh asistenmu saja?" balas Tiara.


"Untuk kali ini tidak. Karena orang yang akan Cinta temui ini sangat penting, jika Cinta menyuruh orang lain maka akan berdampak buruk bagi perusahaan." jelas Cinta.


"Apa mereka sangat kuasa hingga kamu harus turun tangan sendiri?" tanyanya.


"Iya mbak. Mereka sangat penting, bahkan karena mereka perusahaan Cinta dapat berkembang dengan cepat seperti sekarang ini." jelasnya.


"Jadi... kalau kamu tidak mengahadirinya, apakah perusahaan kamu akan jatuh?" tanya Tiara.


"Tidak. Cinta kesana bukan untuk menghadiri rapat saja, tapi juga ingin meresmikan kantor cabang yang berada disana." jelasnya.


"Apa? kantor cabang?" kaget Tiara


"Iya. Apa mbak gak tahu Cinta selama ini lagi bangun kantor cabang di negara Prancis?" binggung Cinta menggaruk kepala yang tak gatal.


"Mbak gak tahu Cinta. Ini juga baru tahu kamu bilang." ucap Tiara.


"Apa mbak lupa Cinta sudah kasih tahu ini sejak enam bulan yang lalu, saat pembangunan gedung akan dimulai." jelas Cinta.


"Oiya. Mbak lupa. Maklumin saja sekarang lagi super sibuk dengan kontrak kamu yang menumpuk seperti gunung itu." balas Tiara


"Maaf mbak." Lirih Cinta.






******


Semenjak kepergian Cinta, Laura lebih banyak diam, kadang dia tak merespon ucapan dari lawan bicaranya hingga mereka kesal pada Laura.

__ADS_1


"Laura." panggil Kenan.


"Iya." Tanpa menoleh, matanya fokus pada layar hp yang dipengang.


"Kamu lagi lihatin apa sih? kok serius gitu?" tanya Kenan.


"Laura lagi lihat berita." jawabnya.


"Berita apa emangnya?" tanya Kenan.


"Ini. Wanita sukses yang mampu mengembangkan bisnisnya dalam waktu satu tahun, dia juga pendatang baru dari Indonesia yang mengadu nasib di Korea untuk kelangsungan hidupnya." jelas Laura menunjukan layar ponselnya pada Kenan dan Rafa.


"Beritanya asal mungkin? masa dalam setahun sudah seluas itu?" ucap Rafa tak percaya dengan berita yang ada pada layar ponsel Laura.


"Beritanya benar Bang. Malahan dia seorang artis internasional." ucap Laura.


"Terserah kamu. Abang gak percaya lagian mana ada perusahaan yang dibangun dapat berkembang pesat dalam setahun, pakai otakmu Ra... sepintar-pintarnya manusia gak gitu juga kali." ucap Raka.


"Ya... ya... ya... ya... " ucap Laura.


________________


"Ra... boleh Abang tanya sesuatu sama kamu?" tanya Kenan.


"Boleh. Mau tanya apa abang?" ucap Laura.


"Sebelumnya kamu harus janji gak bakal marah atau sedih." ucap Kenan.


"Iya. Laura janji." ucapnya.


"Maksud Abang apa? gak usah ngelantur deh, ini gak lucu." marah Laura.


"Abang gak ada maksud lain Ra. Abang hanya menanyakan hal yang besar kemungkinan akan terjadi. Kamu lihat sendirikan, sudah setahun ini kita gak menemukan jejak Cinta. Apa kamu gak sadar? Cinta pergi dari rumah dengan keadaan sakit. Dengan itu kita bisa berpikir dengan adanya kemungkinan yang terjadi, jika Cinta telah tiada karena penyakitnya yang drop mendadak." jelas Kenan.


"Tapi, itu hanya kemungkinan. Laura gak akan percaya jika tidak melihatnya langsung." ucap Laura lantang membuat Kenan dan Rafa diam.


"Jika tidak ada yang ingin dibicarakan lagi, Laura kekamar dulu." ucap Laura bangun meninggalkan Kenan dan Rafa.


Kenan merasa bersalah pada Laura, karena perkataannya membuat Laura marah, dia tak bermaksud jahat, tapi dia hanya berpikir pakai logika. Bagaimana juga kemungkinan Cinta untuk hidup sangat kecil karena kepergiaan nya tak membawa apa-apa yang berharga.


"Maafkan Abang Ra. Bukannya Abang ingin membuatmu marah atau bersedih, tapi Abang hanya ingin kamu tidak terlalu bersedih jika kemungkinan itu benar terjadi." Batin Kenan.





******


Laura duduk termenung memikirkan apa yang dikatakan Abangnya tadi, bagaimana jika semua yang di katakan itu benar, apa dia bisa menerimanya? apa dia bisa ikhlas? apa dia bisa kuat? rasanya semua pertanyaan itu terus memutari otaknya. Ingin rasanya Laura teriak memanggil kakaknya, tapi semuanya tak mungkin karena kakaknya tak bisa mendengarnya.


"Hiks... hiks... hiks... kak... kakak dimana? Laura kangen, Laura pengen ketemu kakak, Laura pengen ikut kakak, Laura gak ingin disini." tangis Laura.


Tanpa disadari Laura, pasangan suami istri ini melihat semua yang terjadi. Mereka juga ikut meneteskan air mata. Rasanya sakit melihat anaknya harus begini terus selama satu tahun ini.

__ADS_1


"Maafkan Mama sayang, seandainya dulu Mama gak jahat sama kakakmu, pasti sekarang kalian masih bersama dan kita akan bahagia." batin Lestari.


Lestari dan Aditya tadinya merencana untuk mengajak Laura untuk jalan-jalan, agar dia tak berlarut dalam kesedihan dalam memikirkan kakaknya, tapi langkahnya berhenti saat mendengar suara tangis Laura yang merindukan kakaknya.


"Pa... Mama gak sanggup melihat Laura begini terus?" sedih Lestari.


"Papa juga Ma, tapi apa bisa kita perbuat? sekarang kita hanya bisa berdoa agar mereka bisa menemukan Cinta." ucap Aditya.


"Iyah Pa." lirih Lestari.


"Yah sudah, mending kita pergi saja dari sini, biarin Laura sendiri, mungkin dengan cara ini dia bisa tenang." ucap Aditya.





*******


Pikiran Rafa kini tidak tenang, dia takut jika perkataan Kenan benar terjadi, apakah adik sepupunya bisa terima semua ini atau malah menyakitkan dirinya untuk menyusul kakaknya. Dia tahu Laura sangat menyayangi kakaknya lebih dari orang tuanya, bahkan dia rela lakuin apa saja. Semuanya dapat dilihat sejak kepergian Cinta selama satu tahun ini, Laura tak bersemangat dalam menjalanin hidupnya.


"Ra. Abang harap kamu tidak melakukan hal nekat yang bisa menyakitkan dirimu, jika ucapan Kenan benar adanya. Abang harap kamu bisa kuat dan sabar dalam mengahadapi kenyataan yang akan terjadi kedepannya. Abang janji akan menjagamu dengan sepenuh raga Abang jika nyawa taruhannya." batin Rafa.


"Kamu kenapa Rafa?" tanya Kenan.


"Saya kepikiran sama omongan kamu tadi.


Bagaimana kalau Laura nyakitin dirinya?" ucap Rafa.


"Maksud kamu nyakitin dirinya gimana? jawab Kenan tak paham ucapan Rafa.


"Bagaimana jika benar Cinta telah tiada. Apa itu tidak akan membuat Laura gila? kamu tahu sendirikan Laura sayang banget sama Cinta. Jadi kemungkinan besar Laura pasti akan nyakitin dirinya." jelas Rafa.


"Kamu benar juga, saya tidak kepikiran kesitu tadi, pikiran saya hanya ingin menyadari Laura agar tidak banyak berharap Cinta akan balik." lirih Kenan.


"Saya mengerti maksud kamu, sekarang kita berdoa saja agar ada keajaiban untuk Cinta kembali." ucap Rafa.


×


×


×


×


×


BERSAMBUNG....


Tungguin update terbaru besok yah.


Besok Episodenya akan lebih seru...


Apakah Cinta akan kembali atau...?

__ADS_1


Tungguin saja besok💁


__ADS_2