Takdir Hidup Cinta

Takdir Hidup Cinta
Bab 43. Pembalasan dimulai...


__ADS_3

H 4 P P Y R 3 4 D I N G 🤗









Pagi yang cerah matahari enggan muncul dipermukaan bumi membangunkan sepasang pengantin baru sedang mabuk cinta semalaman dengan penuh hasrat meluapkan besarnya perasaan masing masing.


Keduanya masih enggan bangun dari tidur, Cinta masih berada di alam sadar merasa kecapean remuk badannya ingin memanjakan diri sekali bangun terlambat.


Berbeda dengan Iqbal yang setia memeluk Cinta bagai guling tidur nyaman dipeluk, berpindah dari posisi enggan dilakukan, Iqbal telah sadar dari tidurnya merasa tak ada pergerakan sang istri ia enggan membuka mata malah semakin memeluk istrinya seperti tak ingin kehilangan.


Perlakuannya mengusik alam sadar Cinta yang asyik, Iqbal menyadari segera melakukan lagi agar terbangun dari tidur, tapi hasilnya masih sama.


"Al, aku masih ngantuk jangan mengganggu tidurku." Ujar Cinta dengan suara khas malas dan ngantuk.


Cinta kembali ke alam mimpi mencari tempat nyaman tanpa memperdulikan Iqbal memperhatikan dirinya yang enggan membuka mata.


Tak habis akal Iqbal segera bangun dari ranjang, berdiri mendekati tirai gorden kaca yang memancarkan sinar matahari mulai berani memperlihatkan dirinya.


Ditariknya tirai membuat seisi ruangan terkena sinar cahaya mengganggu tidur Cinta terusik.


Melihat pergerakan sang istri terbangun, Iqbal tersenyum kecil sampai tak ada yang mengetahui dengan senyumannya.


"Good morning baby." ucap Iqbal mendekati ranjang yang membuat Cinta enggan bergerak.


"Morning too Al." Sahut Cinta dengan suara khas bangun tidur.


Matanya terlihat sangat kecil akibat tidurnya belum puas, bangun dari tidur menyandarkan diri dengan bantal dibelakang dengan bantuan Iqbal.


"Baby ngantuk?"


"Sangat Al."


"Yah sudah lanjut lagi, tapi ingat jangan sampai siang."


"Makasih Al."


Menjawab perkataan Iqbal Cinta kembali menidurkan dirinya dikasur empuk, jujur ia masih sangat ngantuk bukan tidur larut, melainkan aktivitas semalam menguras tenaga mengalahkan urusan lain biasa di handle.


Cinta sudah terbiasa tidur larut bahkan sampai pagi mengurus pekerjaan kantornya, tapi ia tak pernah begini.


Melihat Cinta kembali ke alam sadar, Iqbal berinisiatif membereskan pakaian Cinta dan dirinya ke koper, hari ini mereka akan langsung pindah ke rumah yang diberikan kakek Wahyu sebagai hadiah pernikahan.


"Aku tak menyangkah sekarang aku seorang suami, kamu wanita digilai banyak pria kini menjadi istri Iqbal Radit Adijaya. Aku beruntung bisa mendapatkan cintamu, sekarang dan selamanya kamu adalah hidupku, akan aku pastikan tidak ada yang bisa menyakiti atau menjahatimu meski sehelai rambut saja." Monolog Iqbal memandang Cinta memeluk bantal guling, wajahnya seperti anak kecil tak ingin dipisahkan.


Memasuki pakaian, handphone Iqbal berdering panggilan masuk.

__ADS_1


📞.......


"Kakek...." Monolog Iqbal melihat nama panggilan masuk.


📞:"Assalamualaikum Kek...." Sapa Iqbal mengangkat telpon.


📞:" Walaikumsalam... Kenapa belum tiba? apa ada kendala disana?" Tanya Wahyu khawatir saat ini sepasang pengantin belum tiba.


📞:" Maaf Kek, lupa kabarin kita berangkat siangan dikit."


📞:" Kenapa? ada masalah?"


📞:" Tidak ada Kek, hanya saja sekarang Cinta masih tidur, Al gak tega."


📞:" Ooo... Kakek paham sekarang, pasti semua ini ulah kamu semalam kan?"


📞:" Kakek bisa saja, tapi iya sih." 😁


📞:" Yah sudah, kalau sudah bangun langsung kesini."


📞:" Iya Kek."


Setelah panggilan terputus Iqbal kembali membereskan pakaian, tanpa terasa 30 menit sudah Ia melakukannya. Cacing diperut mulai berontak minta jatah untuk di isi, ambillah handphone di atas meja memesan makanan menggunakan jasa delivery.


Memandang Cinta yang masih pulas, ia juga memesan makanan untuknya yang akan lapar saat bangun nanti.


Selesai delivery, Iqbal menuju kamar mandi menyiapkan air hangat untuk Cinta saat bangun nanti. (Perhatian banget sih Al, jadi pengen author😭).


Laura sibuk mendekor rumah yang akan ditempati pengantin baru, kebahagiaannya bertambah dengan tinggal seatap dengan kakaknya.


"Senang banget yang tinggal dengan pengantin baru." Sindir Rafa melihat senyuman tak hilang dari bibir Laura.


"Gak sudih iri dengan anak ingusan." Balas Rafa tak kalah.


"Gak nyadar Abang juga anak ingusan."


"Abang sadar buktinya gak pernah cengeng." Sindir halus Rafa tanpa menyebut nama.


"Aku gak cengeng?"


"Siapa yang bilang kamu, perasaan Abang katain diri Abang."


"Abken..." Rengek Laura memanggil Kenan.


Mendengar rengekan Laura sudah dipastikan ada kaitannya dengan Rafa yang hobi menjahili Laura.


Kenan tempat pengaduan Laura saat kalah melawan Rafa.


"Rafa apa tak ada hari tanpa mengganggu?" Tanya Kenan menghampiri Laura.


Saat ini Laura sedang memasang wajah sendu agar Kenan membelanya dan memarahi Rafa. Ia suka melakukan akting seakan menjadi hobi baru mendapat dukungan dari Kenan berpihak padanya.


Rafa selalu kalah setiap Laura menjadikan Kenan pelindungnya, kesal itulah yang ditampilkan Rafa pada wajahnya.


Melihat ekspresi Rafa, ia tertawa puas dihatinya.


"Siapa suruh suka mengejek, lihatlah sekarang seperti anak bayi yang tidak diberi susu ibunya." Batin Laura menatap Rafa memberi arti ucapannya.

__ADS_1


"Anak manja selalu mainnya lapor." Batin Rafa menatap balas paham dengan tatapan Laura.


"Siapa yang mengganggu anak manja kayak dia." Tunjuk Rafa pada Laura bergelayut manja di lengan Kenan.


"Tipu, sejak tadi Abang terus mengejek katanya aku cengeng." Laura memasang wajah sedih seperti biasa yang ia lakukan.


"Emang benar Laura cengeng, apa salah dengan perkaatan ku?" Tatap Rafa pada Laura.


"Itu kan, Abang sering mengejek." Akting Laura rengek pada Kenan.


Kenan pusing mendengar hal yang sama apa yang dikatakan Rafa benar adanya, Laura sangat cengeng dan manja apa apa selalu lapor, tapi apa yang bisa ia lakukan selain membela jika tidak akan semakin panjang entah sampai kapan.




***


Disebuah rumah yang megah dengan gaya khas Eropa memperlihatkan betapa cantiknya interior rumah bak istana, terduduk santai dikursi kerja dengan satu kaki dilipat naik keatas paha, tangan mengelus bingkai foto seorang wanita cantik elegant, berparas model.


"Aku kembali dengan penuh kejutan, semoga kamu suka." Ujar sosok misterius.


Tok....


Tok....


Tok....


"Masuk."


"Kabar apa yang kamu bawah?"


"Hari ini mereka akan pindah kerumah yang diberikan Pak Wahyu."


"Pantau terus, jangan lewatkan sedikit informasi."


"Baik Bos." Pamit undur diri bawahannya.


📞:" Dengarkan aku tunda semua yang sudah kita rencanakan."


Kepergian orang suruhannya membuat ia segera mengubungi seseorang.


"Sekarang puaskan waktumu bersenang senang, saat waktunya tiba tidak ada kebahagiaan." Senyumnya mengelus wajah cantik terpapar dibingkai foto.


"Tak ada yang bisa menghancurkan aku semudah itu Cinta Permata Kusuma, sehebat apa pun dirimu kau akan tetap kalah jika bersaing denganku. Kesenangan saat itu hanya menguji kekuatanmu, tapi aku sudah tahu sekarang giliran kamu, bukannya setiap hadiah harus dibayar." Senyumnya seperti orang gila menggenggam bingkai tersebut dan membanting pecah.


"Hahahaha...hahahahah....hahahaha... hidupmu akan sama seperti pecahan kaca ini tak bisa membantumu."


______________💞💞💞________________


Jika dengan membalas dendam membuat dirimu tenang maka lakukanlah, aku siap menerima meski nyawa menjadi ancaman dari pembalasan mu.


(✓By: Cinta Permata Kusuma.)


_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-


...**Jangan lupa like, comment, gift🌹 and vote....

__ADS_1


...Tambahin favorite biar gak ketinggalan up terbarunya**....


__ADS_2