TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 21. WANITA PALING BERUNTUNG


__ADS_3

Di penghujung do'anya, Okan menyelipkan sebuah kata maaf karena terlambat menyadari, hingga Naura pergi tanpa tahu bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


Setelah selesai berdo'a, Okan kembali memegang tangan Ayu, dia menceritakan siapa sebenarnya Naura. Dan di hadapan makam Naura, Okan ingin mengungkapkan perasaannya terhadap Ayu, karena dia tidak ingin menyesal untuk yang kedua kalinya.


Ayu baru paham ternyata Naura yang makamnya sekarang mereka kunjungi adalah makam wanita pertama yang berhasil mengisi hati dokter Okan.


"Yu, aku sengaja mengajakmu kesini karena aku ingin jujur tentang perasaanku dan tidak mau menyembunyikan apapun darimu."


Kemudian dokter Okan melanjutkan ucapannya, "Sekarang yang perlu kamu tahu, aku mencintaimu Yu. Inshaallah, aku ingin suatu hari nanti kamu lah yang akan menjadi pendamping hidupku."


Ayu sangat bahagia mendengar pernyataan cinta dari dokter Okan dan dia serasa bermimpi hingga membuatnya cuma terpaku, hal yang dianggapnya mustahil benarkah menjadi kenyataan.


Melihat Ayu yang hanya diam terpaku, dokter Okan pun segera mencolek hidungnya dan berkata, "Hai cupu kesayanganku! kenapa bengong, kamu nggak mendengar ya ucapanku!"


"I-iya Dok, aku dengar kok. Dokter jangan bercanda! atau dokter sedang kesambet penunggu sini ya?"


Okan pun tertawa melihat mimik wajah Ayu yang membuatnya gemas. "Kamu Yu! Setelah mengetahui kisah masa laluku, apa mungkin aku masih bisa bercanda Yu, tentang perasaan cintaku. Cukup dulu aku menyesal dan sekarang tidak akan mengulangi kesalahan yang sama."


Kemudian Okan berjongkok di hadapan Ayu sambil mengulurkan tangannya, "Mau kah kamu menerima cintaku Yu?"


"Bangkit Dok! Jangan seperti ini, jangan mempermalukan diri dokter, aku tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini. Banyak wanita cantik dan terpelajar di luaran sana, mengapa dokter memilih aku? wanita yang hanya menjadi gunjingan di masyarakat."


"Mereka buta Yu, tidak tahu membedakan mana berlian palsu dan mana berlian yang asli. Inshaallah, aku akan membuat mata mereka terbuka dan melihat kilauanmu."


Dokter Okan pun mengulang kembali pertanyaannya, "Bagaimana Ayumi, mau kah kamu menjadi kekasihku? Kekasih yang akan menemaniku hingga ke akhir hayat?"


Ayu pun tidak bisa berkata-kata lagi, dia menerima uluran tangan dokter Okan sembari menitikkan air mata, mungkin ini awal baginya untuk meraih kebahagiaan setelah hampir 17 tahun menerima perlakuan buruk.


Dokter Okan bangkit, dia merengkuh Ayu ke dalam pelukannya, "Aku janji Yu, lusa kita akan ke rumah sakit untuk memeriksa lebih rinci tanda lahir kamu itu, kalau bisa di operasi secepatnya, aku akan segera menjadwalkannya," ucap Okan.

__ADS_1


"Terimakasih Dok, terimakasih telah menerimaku dengan banyak kekurangan. Aku merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini. Tadinya aku sempat berburuk sangka terhadap Allah, kenapa Dia tidak adil telah membuat aku dan ibu harus hidup berpindah-pindah hanya demi menghindari ejekan dan perlakuan buruk dari teman dan masyarakat sekitar. Ternyata aku salah, Allah sangat baik, telah mengirimkan pangeran seperti dokter untukku."


"Semua itu ada hikmahnya Yu, tidak mungkin Allah menguji hamba-Nya, di luar batas kemampuan. Kita sama berdo'a semoga semua cepat berlalu dan tangis kalian berganti kebahagiaan. Kamu harus tersenyum menatap masa depan."


Lalu Okan menghapus air mata yang sempat menetes di pipi Ayu dan berkata, "Ayo kita pulang! bukankah kita masih harus belanja dan aku tidak mau membuat ibu cemas karena kita terlambat pulang."


"Iya Dok."


"Jangan panggil seperti itu lagi dong Yu?"


"Jadi aku musti panggil apa Dok? rasanya masih janggal untuk mengubah panggilan, aku sudah nyaman dengan panggilan tersebut."


"Terserah kamu, boleh Aa, Abang, Kakak, Mas atau yang lain, senyaman kamu saja Yu!"


"Baiklah Kak," ucap Ayu sembari menyunggingkan senyuman.


"Nah itukan lebih enak di dengar."


Kebahagiaan terpancar jelas di wajah keduanya, cinta mereka bersambut dan saling berjanji akan meraih bahagia bersama hingga suatu saat mereka dipersatukan dalam ikatan pernikahan.


Okan melajukan mobilnya keluar dari TPU menuju ke mall tapi sebelumnya mereka akan singgah di masjid untuk menunggu datangnya sholat Maghrib.


Mereka akan terus saling mengingatkan untuk melaksanakan kewajiban di awal waktu. Berusaha memperbaiki diri untuk menjadi seorang muslim yang baik.


Di dalam perjalanan, Okan mengingatkan Ayu, "Yu...maaf ya, kakak hanya ingin mengingatkan sebenarnya menutup aurat adalah kewajiban. Ayu tahu-kan, mana-mana saja aurat seorang wanita?


Kita wajib saling mengingatkan, Ayu mau kan memakainya, jika kakak membelikan Ayu hijab."


"Ayu tahu Kak, Ayu terkadang iri melihat para gadis berhijab tapi apalah daya, Ayu tidak mungkin menuntut kepada Ibu, sementara Ayu tahu bagaimana Ibu jungkir balik bekerja yang hasilnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup sehari-hari, membayar kontrakan dan biaya sekolah Ayu."

__ADS_1


Okan pun paham dengan kondisi keuangan Ibunya Ayu, "Inshaallah setelah belanja kebutuhan harian, kita akan singgah ke toko pakaian untuk membeli gamis serta hijab. Aku ingin kecantikanmu, hanya aku yang akan melihat dan menikmatinya suatu saat jika sudah sah menjadi imammu."


"Terimakasih Kak," ucap Ayu.


Kembali keberuntungan ada di pihak Ayu, dia akhirnya memiliki kekasih yang bisa membimbingnya dalam kebaikan dengan dasar ilmu agama.


Seperti kita tahu Yu, bagi laki-laki, batasan aurat dimulai dari pusar sampai lutut, bagian yang menjadi batasan aurat ini wajib ditutup.


Sementara untuk perempuan batasan aurat mulai dari ujung kepala hingga kaki. Bagian tubuh perempuan yang wajib ditutupi mulai dari kepala yaitu rambut, badan, tangan hingga pergelangan dan juga kaki.


Dalam Alquran perintah penggunaan hijab disebutkan pada Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 59,


yang artinya :


...“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”...


"Alhamdulillah, terimakasih Kak atas ilmunya."


"Kita akan sama memperbaiki diri ya Yu, aku juga masih banyak salah dan kekurangan, kita harus terus belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik."


Sejenak Okan terdiam lalu melanjutkan ucapannya, "Apalagi aku suatu saat akan menjadi seorang pemimpin rumah tangga, maka pertanggungjawabanku sangat berat. Aku harus bertanggungjawab atas istri dan anak-anakku kelak."


Mereka asyik mengobrol hingga tak terasa, akhirnya Okan membelokkan mobilnya ke sebuah masjid. Okan dan Ayu turun, lalu menuju tempat berwudhu lalu bersiap menunggu saatnya waktu maghrib dengan duduk di barisan Shaf sholatnya masing-masing.


Semoga kehidupan Ayu kedepannya semakin baik ya sobat? tapi pasti masih banyak tantangan yang musti Ayu hadapi dengan keputusannya yang telah menerima dokter Okan sebagai kekasih.


Terimakasih atas dukungannya ya sobat, aku mohon bantuan Vote, besok hari Senin kan? dimana vote dibagi dari NT dan dukung karyaku dengan vote ya...biar segera lulus kontrak ☺️, maaf mengharap ya sobat....🙏.


Dan Terimakasih juga untuk like, coment serta hadiah yang telah kalian berikan. Selamat sore, selamat hari libur semoga kebahagiaan selalu menyertai hidup kita.

__ADS_1


SEE YOU ♥️♥️♥️


__ADS_2