TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 41. SETUJU MENIKAH


__ADS_3

"Ruwet jadinya Kak? bagaimana jika Nyonya nanti pulang minta di kenalkan ke istri Kakak?"


"Tinggal tarik kamu! selesai kan. Biar saja kita di nikahkan beneran," jawab Okan sambil memainkan alisnya menggoda Ayu.


"Bakal perang dunia Kak! Seorang anak pembantu, bermimpi menikah dengan putra majikannya. Apa ya kata dunia?"


"Beruntung, memperbaiki silsilah dan status kan?"


"Itu untukku, nah buat Kakak dan keluarga, suatu kesialan."


Okan langsung menutup mulut Ayu dengan telunjuknya, dia tidak mau, Ayu mengucap kata sial lagi.


"Aku beruntung Yu, bukan sial. Suatu saat Mama dan Papa pasti akan mengakuinya juga saat mereka tahu siapa kamu."


"Jadi kita harus bersiap menghadapi pertanyaan Nyonya saat beliau kembali. Apa kita akan jujur atau meneruskan kebohongan Kak. Nggak baik lho terus berbohong."


"Iya sih, tapi hanya untuk sementara kok, nanti aku juga bakal nikahi kamu secepatnya."


"Kakak jangan bercanda, Ayu masih sekolah lho kak, bisa kena DO ntar jika ketahuan menikah."


"Sembunyi-sembunyi dong Yu, apa kamu tidak mau menikah denganku?"


"Perempuan bodoh yang menolak menikah dengan Kakak, cuma waktunya saja yang belum pas. Jika sudah tamat dengan senang hati Ayu langsung terima lamaran kakak."


"Tadi mereka sudah kasi kepastian Yu, aku harus berangkat seminggu setelah hari ulang tahunmu, Jadi aku ingin kita menikah dulu sebelum berangkat dan saat kamu terima kelulusan baru Oki akan mengatur keberangkatanmu, menyusul aku ke Amerika. Aku janji Yu, tidak akan menghalangi jika kamu ingin kuliah atau berkarir walau kita sudah menikah."


Sejenak Okan terdiam, lalu dia melanjutkan ucapannya, "Mengenai Ibu, kamu boleh membawa beliau untuk tinggal bersama kita. Yu...aku dan Oki sudah pikirkan semuanya jadi kamu jangan ragu. Aku ingin menetap jika memang berkarir di sana lebih menjanjikan."


Ayu terdiam, dia mencintai Okan dan dia tidak ingin jauh darinya, mungkin memang ini jalan terbaik bagi hubungan percintaan mereka.


"Bagaimana Yu? Apa kamu setuju dengan rencanaku?"


"Beri aku waktu ya Kak, untuk berpikir dan berembuk dengan Ibu?"


"Iya Yu, tapi jangan lama-lama ya, waktu kita sudah tidak banyak lagi, banyak yang harus kita persiapkan."


Ayu pun mengangguk, lalu dia bertanya lagi, "Bagaimana jika orangtua Kakak menentang? Pasti mereka menginginkan jodoh yang terbaik buat Kakak."


"Nantilah kita pikirkan itu Yu, Oki juga janji mau membantu meyakinkan mereka. Ayo kita pulang, hari ini kamu tidak usah ke klinik, bicaralah dengan Ibu, aku juga tidak akan lama diklinik karena ada berkas yang masih harus aku antar untuk melengkapi berkas sebelumnya."


"Lantas jika Kakak pergi, klinik siapa yang jalankan Kak?"

__ADS_1


"Aku sudah meminta seorang teman untuk menggantikan ku di sana dan syukurnya dia pun setuju."


"Oh... Alhamdulillah."


"Untuk sementara ini Oki sudah mengatur bukti untuk kita bahwasanya sudah menikah."


"Bagaimana caranya Kak, kak Oki mendapatkan bukti palsu?"


"Akupun belum tahu Yu, tapi Oki yakin bisa melakukannya. Anak itu selalu punya akal untuk mengelabuhi orang."


Mereka sudah sampai di rumah, setelah Ayu turun, Okan pamit langsung berangkat ke klinik. Ayu pun segera menemui sang Ibu.


"Assalamualaikum Bu," sapa Ayu.


"Lho...kok pulangnya cepat Nak? Apa hari ini kamu tidak ikut ke klinik Yu?"


"Enggak Bu, Kak Okan mengizinkan Ayu untuk libur, lagipula ada yang mau diurus Kak Okan di tempat lain dan Ayu juga ingin membicarakan sesuatu dengan Ibu."


"Soal apa Nak?" tanya ibu pemasaran


Ayu pun mengajak ibunya ke kamar, lalu ayu menceritakan apa yang dia bicarakan tadi dengan Okan. Ibu kaget, tapi akhirnya ibu berkata, "Ibu terserah kamu Yu, kamu yang akan menjalani rumah tangga. Memang benar sih, nggak mungkin Nak Okan memintamu menyusul ke sana jika kalian belum menikah. Dia juga pastinya takut punya hubungan jarak jauh. Apapun keputusanmu ibu akan dukung, selagi itu bisa membuatmu bahagia."


"Bu...kami juga ingin ibu ikut, Ayu ingin ibu terus di samping Ayu."


"Benar Ya Bu?"


Ibu pun mengangguk, beliau senang akhirnya kebahagiaan menghampiri Ayu. Cukup hampir 17 tahun Ayu hidup sulit bersamanya, kini sudah waktunya dia bahagia bersama Okan.


"Terimakasih Bu," ucap Ayu sambil memeluk dan mencium Ibunya.


Keputusan Ayu sudah bulat, dia akan menerima lamaran Okan, nanti malam saat Okan pulang, Ayu akan memberikan jawaban.


Ayu lalu ke dapur, dia berencana ingin memasak, tapi dia di kagetkan dengan kedatangan Oki yang seperti maling, sambil menyodorkan selembar surat.


"Kakak, buat Ayu jantungan saja, darimana Kak Oki masuk? Ayu kok nggak dengar suara pintu di buka?"


"Sstt, sudah cepat tanda tangan, nanti tinggal Okan tunggu dia pulang."


"Surat apa ini Kak?"


"Surat nikah kalian sementara, untuk bohongi Metha dan Mama."

__ADS_1


"Ih...Kakak, nanti jika ketahuan bagaimana?"


"Aman, aku yang akan tanggung."


Ayu pun menandatangani surat yang di bawa oleh Oki, setelah itu Oki pun pamit. Dia seperti pencuri yang berjingkat-jingkat keluar dari dapur. Ayu menggelengkan kepala melihat sikap Oki.




Di apartemennya, Metha sembunyi di balik selimut, dia terus menangis meratapi nasibnya. Dia ingin mengadu ke Mamanya tapi malu, tiba-tiba Metha bangkit, membuang selimutnya lalu berteriak, "Okan... ini semua gara-gara kamu! Aku benci kau Okan! Aku benci perempuan itu. Kalian yang menyebabkan hidupku hancur. Aku tidak akan membiarkan kalian hidup bahagia!"



Metha kembali menangis, lalu melemparkan semua benda yang ada di sana. Setelah puas menangis dia pergi ke kamar mandi, di bawah shower Metha menggosok seluruh tubuhnya sambil berkata, "Kotor..., kotor, aku kotor."



Dia duduk di sudut kamar mandi dengan pakaian basah sambil memeluk lututnya, matanya kosong, Metha stress, memikirkan masa depannya yang telah hancur.



Handphone Metha terus berdering, tapi dia tidak peduli, sang Mama yang sudah puluhan kali menelephone merasa khawatir karena Metha tidak mengangkat telephone darinya.



Lalu Mama Metha meminta tolong kepada Mama Okan agar menanyakan kepada Okan tentang keberadaan Metha.



Mama Okan pun merasa tidak enak karena kepergian Metha yang terburu-buru karena mengejar putranya. Beliau pun menelephone Okan dan menanyakan tentang keberadaan Metha.



Okan mengatakan kepada sang Mama, jika dirinya tidak tahu di mana Metha sekarang, karena dia terakhir bertemu Metha tadi pagi saat di rumah sakit. Sang Mama menduga pasti Okan telah bertengkar dengan Meta hingga Metha tidak ingin menerima telephone dari siapapun.



🌻 Mohon dukungannya terus ya sobat....


__ADS_1


SEE YOU ♥️♥️♥️


__ADS_2