TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 64. AKHIRNYA BERBESAN


__ADS_3

"Terimakasih Pa," ucap Ayu dan Metha serempak.


"Oh ya Yu, kapan kalian menikah?" tanya Metha.


"Inilah mau minta persetujuan Papa dan Mama dulu Mbak," ucap Ayu.


"Papa dan Mama kamu bagaimana Kan? apa mereka sudah menentukan harinya?"


"Iya Om, kami sepakat pernikahan akan dilangsungkan tepat pada hari ulang tahun Ayu, karena dua hari setelah itu, aku sudah harus berangkat. Ayu akan menunggu kelulusan dulu barulah menyusul dan Insyaallah, Ayu akan mendaftar kuliah di sana Om."


"Om terserah kalian saja, yang terpenting putri Om bahagia. Kami cuma mohon, bahagiakanlah Ayu karena 17 tahun dia menderita, kami gagal menjadi orangtua yang baik baginya."


"Papa nggak boleh ngomong seperti itu, Papa dan Mama justru menyelamatkan Ayu, jika tidak mungkin kita tidak bisa berkumpul seperti saat ini," ucap Ayu.


"Iya Om, yang dikatakan Ayu benar, jika tidak seperti ini jalannya, mungkin Okan tidak akan bertemu dan tidak berjodoh dengan Ayu."


"Berarti tinggal 4 hari lagi pernikahan kalian, besok pagi Andra dan Haris sampai jadi sore hari kita bisa langsung terbang ke Medan ya kan Pa?" tanya Mama Sintia.


"Iya, kita harus cepat, karena banyak persiapan yang harus dilakukan," jawab Sutan.


"Semua sudah di siapkan oleh Mama kok Om, lagi pula hanya acara akad saja, Ayu belum tamat, jika pihak sekolah tahu, takutnya bakal di keluarkan dari sekolah. Jika ingin buat resepsi saat Ayu tiba di Amerika saja atau setelah kami balik ke Indonesia lagi."


"Iya, bagaimana baiknya Kan," ucap Sutan.


"Mbak Metha kapan nih, rencana resepsinya? jangan sampai Ayu sudah berangkat dong Mbak."


"Metha nggak mau ngadain resepsi Dek, paling kami honeymoon keliling Indonesia dan nanti ke Amerika jenguk kalian," jawab Rendi.


"Kenapa Met?" tanya Sutan.


"Nggak apa-apa Pa, malas repot saja, yang penting akadnya. Kasih sayang Mas Rendi dan Cantika sudah cukup bagi Metha."


"Iya... Mbak Metha benar," ucap Ayu.


"Ayo...sekarang kita bersiap maghrib dulu, setelah itu kita makan bersama, Bik Ani sudah siapin makan malam buat kita," ajak Mama.


"Oh ya, untuk kamu Kan, panggil kami Papa dan Mama seperti halnya Ayu. Kamu kan bakal jadi putra kami juga."


"Baik Pa, Ma. Terimakasih Pa, sudah menerima Okan di keluarga ini."


Sutan pun menepuk pundak Okan lalu berkata, "Papa beruntung memiliki menantu seperti Rendi dan juga kamu. Ayo kita bersiap sholat ke masjid," ajak Sutan kepada kedua menantunya.


Kemudian mereka bersiap, sementara para wanita beribadah di rumah, setelah itu merekapun makan malam bersama.


Kebahagiaan keluarga Sutan nyaris sempurna, tinggal menunggu Ayu menikah dan dia berharap segera mendapatkan cucu dari Haris, Metha dan juga Ayu. Kondisi Ayu tidak menjadi masalah lagi bagi mereka selagi Okan, ikhlas menerima Ayu apa adanya.


Malam ini Sutan mengabarkan kepada Papa Mama Okan tentang berita baik itu, jika mereka akhirnya berbesan karena Ayu adalah putrinya.


Ina, Mama Okan yang merupakan sahabat karib Sutan sangat gembira karena berbesan dengan Sutan adalah harapan mereka sejak dulu. Tadinya harapan itu sempat pupus saat Okan menolak Metha. Ternyata Allah punya rencana lain yaitu Okan telah dipersiapkan untuk menjadi jodohnya Ayu, putri kandung Sutan.

__ADS_1


"Oh ya Na, besok sore kami berangkat ke Medan, karena besok pagi kedua putraku baru sampai sini. Kamu sudah persiapkan acara pernikahan mereka untuk lusa 'kan?"


"Aman Tan, semua sudah aku persiapkan bersama Oki, bahkan untuk masakan, Bu Nita sendiri yang handle di bantu pembantuku yang lain. Beliau sengaja ingin menjamu kalian sekeluarga dengan masakannya."


"Bu Nita... aku sangat berutang budi dengan dia Na. Dia Ibu bagi putriku dan selamanya akan tetap seperti itu," ucap Sutan.


"Iya Tan, jasanya tidak akan bisa terbalas dengan apapun. Dia rela berjuang demi hidup Ayu tanpa memikirkan kehidupannya sendiri."


"Iya Na, okelah kalau semua urusan sudah kamu handle. Salam buat Mas Chandra ya, bilang ke dia harus bersiap, aku akan kalahkan permainan caturnya besok malam."


"Beres, nanti aku sampaikan, tapi kamu jangan pede menang dulu, aku yakin suamiku pasti menang."


Merekapun mengakhiri obrolan panggilan telephone sambil tertawa. Mama Ina langsung memberitahukan kabar tentang rencana kedatangan Sutan beserta rombongan besok sore kepada Bu Nita, Oki juga Papa Chandra.


"Besok pagi kita harus ke pasar dulu ya Bu, kita harus masak untuk menyambut kepulangan Okan dan Ayu serta keluarga besan."


"Baik Nya," jawab Bu Nita.


"Jangan panggil Nyonya lagi dong Bik, panggil saja Ina karena kita juga besan."


"Tapi Nya? eh...Bu Ina sajalah, sepertinya lebih enak di dengar."


Merekapun akhirnya memutuskan untuk beristirahat karena besok pagi banyak tugas yang harus dikerjakan.





Sekitar jam sepuluh Andra, Haris beserta anak istri sampai di bandara Padang Panjang, ternyata Okan dan Rendi sudah menjemput mereka di bandara.



"Apa kabar Kak," sapa Okan dan juga Rendi.



"Wah, kalian adik-adik ku," ucap Andra.



"Mari Kak, silahkan naik," ucap Okan lagi sambil membukakan pintu mobil.



Setelah naik semua, Rendi pun segera melajukan mobil kembali ke kediaman mertuanya.


__ADS_1


"Benar Kan, kamu akan kuliah lagi di Amerika?" tanya Haris.



"Iya Kak, pengajuan bea siswaku di terima, dua hari setelah hari pernikahan, aku sudah harus berangkat."



"Kasihan dong adik kami, Kan? pengantin baru langsung ditinggal," ucap Haris lagi.



"Maunya langsung aku ajak Kak, tapi dia belum ujian kelulusan."



"Iya ya, yang penting kalian bisa saling menjaga hati masing-masing, karena godaan orang yang sudah berumah tangga dan tinggal terpisah itu sangat banyak."



"Insyaallah Kak, kami akan saling menjaga ikatan pernikahan kami nanti."



"Kamu Ren, kapan mau bawa Metha berkunjung ke rumah kami?" tanya Haris.



"Nanti kak, jika proyek besar yang sedang kutangani selesai, paling sekitar tiga bulan lagi. Jika ada proyek baru untuk sementara aku percayakan kepada asistenku dulu."



Haris memang sedikit berbeda dengan Andra, dia orangnya lebih supel, sementara Andra yang berprofesi sebagai dokter lebih banyak diam dan akan berbicara seperlunya saja.



Tapi jika sudah berkumpul dengan Metha keduanya bisa semalam ngobrol, tidak membiarkan adik perempuannya itu sampai tertidur.



Mereka juga sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Ayu, pasti akan lebih seru lagi malam ini, begadang semalaman bersama dua adik perempuan dan juga para ipar.



Ayu juga sudah tidak sabar, ingin bertemu dengan kedua orang kakak laki-lakinya yang menurut Metha sangat baik dan asyik sebagai teman mengobrol.



🌻Jangan lupa dukungannya ya sobat.

__ADS_1



SEE YOU ♥️♥️♥️


__ADS_2