TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 49. MEMBERI SEMANGAT


__ADS_3

"Ayo kita masuk," ajak Okan sambil merangkul Oki.


Papa dan Mama Metha yang melihat mereka masuk segera mendekat. Sutan Raja pun bertanya kepada Oki, "Bagaimana rencana kita besok Ki?"


"Besok Oki akan telephone mereka dulu Om, mereka pasti tidak bisa menemukan Metha, jadi aku akan meminta pengganti wanita lain agar bisa menjebak mereka. Okan besok juga akan membantu menyediakan uangnya agar mereka percaya dan tidak curiga kepadaku," jelas Oki.


"Polisi besok langsung ikut kan Ki?"


"Iya Om, begitu mereka bilang oke, dan aku siap meluncur maka polisi akan menyamar identitas mengikuti jejak ku."


"Terimakasih ya Ki, semoga rencana ini berhasil, dan mereka segera tertangkap, hingga tidak akan ada lagi korban seperti Metha."


"Mudah-mudahan Om."


"Bagaimana kondisi Metha Om, malam ini?" tanya Okan.


"Itu, kamu lihat sendiri, dia cuma melamun saja. Kami tawarin makanan tidak bereaksi. Om bingung musti berbuat apa. Oh ya, selamat ya atas pernikahan kamu, maafkan Metha yang selama ini selalu memaksakan keinginannya. Om tahu, kamu cuma mmenganggap Metha hanya sebagai adik, walau sebenarnya Om berharap kamu jadi menantu kami, tapi takdir jodoh menentukan lain."


"Sebenarnya belum Om, tapi sebentar lagi. Kami akan menikah sebelum aku berangkat ke Amerika."


"Oh gitu, tapi tetap Om ucapkan selamat buat kalian. Mungkin Allah punya takdir lain buat Metha. Saat ini yang Om dan Tante inginkan hanyalah kesembuhan Metha."


"Insya Allah, kami akan berusaha membantu Om," ucap Okan.


"Om dan Tante titip Metha sebentar ya Kan, kami mau ke kantin sebentar membeli kopi, agar hilang kantuk Om, kalian mau kopi juga?"


"Nggak usah Om, kami tidak terbiasa ngopi," ucap Okan.


"Ya sudah, Om tinggal sebentar ya?"

__ADS_1


Papa dan Mama Metha pun keluar menuju kantin, sementara Okan dan Oki mendekati Metha. Okan ingin mencoba mengajak Metha berbicara.


Okan duduk di sisi tempat tidur Metha, dia memegang tangan Metha, tapi Metha menghempaskannya, dia seperti ketakutan.


"Tenang Met, ini aku. Aku Okan...Okan Chandra sahabatmu."


Metha menatap Okan, dia tidak bersuara, tapi hanya meneteskan air mata. Okan mengelap air mata Metha dengan kedua induk jarinya sambil berkata, "Tenang Met, kamu jangan takut, ada kami di sini. Polisi akan menangkap mereka yang telah menjebakmu."


Metha menggenggam lengan Okan, kembali dia menangis, "Kan...aku kotor," hanya itu yang Metha ucapkan. Air mata metha terus mengalir deras, dia menutup kedua matanya dengan telapak tangan.


Okan merengkuh Metha kedalam pelukannya, bagaimanapun dia tidak tega, gadis yang telah dianggapnya adik ini mendapat pukulan mental.


"Kamu jangan menangis lagi ya, teman-teman yang selama ini kamu anggap baik ternyata malah menghancurkan mu. Dia telah bekerjasama dengan pemilik cafe, menjualmu kepada pria hidung belang dengan nilai yang cukup tinggi."


Metha kembali mendongak, dia tidak percaya jika temannya sanggup melakukan hal ini.


"Iya...temanmu pelakunya, jadi kedepannya kamu harus berhati-hati dalam memilih teman. Tidak semua teman bisa kita percaya."


"Tapi aku sudah kotor-Kan?"


"Yang penting hatimu bersih, apalah arti sebuah raga jika pemiliknya berhati kotor. Kamu harus bangkit Met, aku nggak bisa terus mendampingimu seperti ini, sebentar lagi aku akan berangkat kuliah lagi, jadi kamu harus sembuh, pulanglah dan tata kembali hidupmu. Jangan melampiaskan masalah dengan cara mabuk-mabukan, yang hanya merugikan dirimu sendiri."


"Kamu akan pergi?"


"Iya...maaf jika aku mengecewakanmu. Aku hanya bisa menganggapmu sebagai adik, dan selamanya kamu tetap adikku."


Metha menangis, hatinya sangat sedih mendengar perkataan Okan, tapi dia juga sadar, jika sekarang dirinya memang tidak pantas lagi bersanding dengan Okan.


"Istrimu? Ikut?"

__ADS_1


"Belum, tapi nanti bakal menyusul jika semua urusannya di sini selesai."


"Siapa wanita yang beruntung itu-Kan? Apa aku mengenalnya? Maaf jika selama ini aku terlalu memaksakan kehendak ku. Aku terlalu percaya diri, merasa bisa mendapatkan cintamu dengan semua yang aku miliki. Sekali lagi ma'afkan aku Kan?"


Okan pun mengangguk, lalu berkata, "Kamu mengenal wanita itu, tapi nanti jika saatnya tiba aku akan mempertemukan kalian. Yang penting sekarang kamu harus kembali semangat. Buat Om dan Tante bahagia, mereka sangat menyayangimu."


Metha pun mengangguk, Okan yang melihatnya pun berkata, "Ayo tersenyum, kamu jelek jika seperti ini. Mana Metha ku dulu, Metha yang cantik, ceria dan percaya diri. Metha adikku yang membuat banyak pria tergila-gila."


Metha menghapus air matanya, lalu dia tersenyum dan berkata, "Terimakasih Kan, terimakasih tidak membenciku dan terimakasih karena telah menganggapku adik. Kamu sangat baik, aku bersyukur bisa mengenalmu. Semoga rumah tangga kalian bahagia dan karirmu semakin sukses."


"Aamiin..., nah ini Metha yang ku kenal. Ayo tersenyum lagi, sebentar lagi aku tidak bisa melihat senyum manis adikku ini."


Metha pun kembali tersenyum, Oki yang melihat interaksi Okan dan Metha merasa bersyukur, akhirnya satu masalah lagi selesai.


Sutan dan istrinya yang baru saja balik dari kantin pun heran melihat Metha yang sudah bisa tersenyum kembali. Merekapun mendekati Metha, Metha yang melihat Mamanya langsung menghambur ke pelukannya sambil menangis dan berkata, "Ma... maafkan Metha. Metha bukan anak yang baik, Metha telah mengecewakan Mama dan Papa."


"Tidak Nak, kamu putri kesayangan kami, kamu anak baik dan pasti akan kembali baik. Maafkan Mama dan Papa yang lengah menjagamu, karena kami Metha jadi seperti ini."


"Nggak Ma, Metha yang salah. Metha mau jadi anak baik Mama dan Papa seperti dulu."


Sutan yang melihat hal itu segera memeluk istri dan anaknya, dia bersyukur Metha sudah mau berbicara dan kembali menjadi Metha putrinya yang dulu.


"Om, Tante, Metha, aku permisi dulu ya. Aku akan telephone Mama Papa, mereka pasti senang mendengar kabar ini, mendengar Metha kembali bersemangat," ucap Okan.


"Hai Met! aku juga mau dipeluk dong, masa cuma Okan, Om dan Tante, sedari tadi aku di sini di anggurin. Aku kan juga saudara kamu," ucap Oki sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Semua pun tertawa melihat tingkah Oki, Metha pun merentangkan tangannya sambil tertawa. Oki pun berkata lagi, "Nggak ah, nanti aku di jewer oleh Om dan Tante karena mengganggu putri kesayangannya."


Malam ini kebahagiaan kembali di keluarga Sutan Raja, saat mereka kembali berpelukan, ponsel Sutan Raja berdering, ternyata panggilan video dari putra sulungnya yang tinggal di Amerika.

__ADS_1


🌻 SEE YOU ♥️♥️♥️


__ADS_2