TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 57. MAMA CANTIKA


__ADS_3

"Alhamdulillah, kamu sudah sehat Met? jadi pulang hari ini?" tanya Okan.


"Jadi dong, tapi pulangnya ke rumah lain?" jawab Mama sambil tersenyum dan mendekati Metha.


"Maksudnya, pulang ke rumah mana Ma? Memang Metha membeli rumah baru?" tanya Okan bingung.


"Itu! tanya saja dengan Rendi."


"Jadi kalian akan menikah, betul Mas Rendi?" tanya Okan kepada Rendi.


"Alhamdulillah, Kan. Metha mau mema'afkan aku dan menerima lamaranku, sebentar lagi kami menikah dan aku akan membawanya pulang kerumah sebagai bidadari di rumahku," ucap Rendi tanpa malu-malu.


"Selamat ya, buat kalian. Akhirnya kalian duluan menikah daripada kami," ucap Okan sambil memeluk Rendi dan menyalami Metha.


Ayu juga menyalami keduanya, lalu dia memeluk Metha sembari meminta maaf, sedikit banyaknya, dia juga bersalah, karena omongannya telah memicu kemarahan Metha hingga buru-buru balik ke Medan dan peristiwa na'as itu terjadi.


Namun hikmah baiknya, sekarang Metha mendapatkan jodoh dan tidak memaksakan cintanya lagi kepada Okan.


"Ma'afkan aku juga ya Yu, masih boleh-kan, aku berteman dengan kalian?" ucap Metha.


"Tentu Met, aku bersyukur jika kamu mau berteman denganku. Oh ya...jam berapa acara akadnya Met?"


Belum sempat Metha menjawab, terdengar ucapan salam dari arah luar, ternyata asisten Rendi dan penghulu perkawinan serta saksi sudah hadir.


Mereka semua menjawab salam lalu Sutan dan Rendi mempersilakan mereka masuk. Asisten Rendi membawa karpet untuk mereka duduk melaksanakan akad sederhana, dan Rendi segera menyerahkan gaun pengantin untuk Metha.


"Yu, bantu aku ya, memakai gaun ini."


"Oke Met," jawab Ayu sambil membantu Metha membawa gaunnya ke dalam toilet.


Ayu membantu Metha memakaikan gaun lalu Metha merias wajahnya dengan riasan natural dan Ayu pun memakaikan hijab Metha.


Kini Metha tampil cantik, alami, hingga membuat semua mata terpana melihatnya, saat keluar dari toilet. Metha dengan kesombongannya telah hilang berganti Metha dengan kesederhanaan dan keanggunan yang menampilkan sosok calon ibu.


Sutan dan istri langsung memeluk Metha, dan mendoakan semoga pernikahannya kedepannya sakinah mawadah warahmah.

__ADS_1


Sebelum akad berlangsung, Sutan menelephone video kepada kedua putranya, agar mereka ikut menyaksikan kebahagiaan Metha.


Sutan meminta wali hakim untuk menikahkan Metha, karena dirinya belum sanggup untuk jujur, membongkar identitas Metha yang bukan putrinya.


Acara akad pun akan segera di langsungkan, kini yang hadir sudah duduk siap untuk mengikuti prosesi akad nikah.


Rendi duduk berdampingan dengan Metha, lalu dia berhadapan serta saling berjabat tangan dengan wali nikah dan mengucapkan ijab qobul sesuai syariat.


Dia yang sudah kali kedua, tidak merasa kesulitan, hanya dengan satu kali tarikan nafas saja, Rendi berhasil mengucapkan lafadz dan semua saksi mengatakan bahwa pernikahan mereka telah sah.


Semua yang hadir mengucap alhamdulillaah, kini Metha telah sah menjadi istri Rendi dan menjadi ibunya Cantika.


Metha mencium tangan suaminya, lalu Rendi mencium kening dan puncak kepala Metha sambil mengucapkan doa pernikahan.


Kemudian keduanya menyalami mereka yang hadir untuk meminta do'a restu. Mama Metha dan Sutan menangis melepaskan putri mereka ke tangan Rendi. Sekarang tanggung jawab Sutan terhadap Metha telah berpindah kepada Rendi.


Kedua kakak laki-laki Metha pun turut terharu menyaksikan akad nikah adik mereka walau hanya dari jarak jauh yaitu lewat rekaman video.


Saat selesai meminta restu dan penghulu pernikahan membacakan doa, tiba-tiba ponsel Rendi berdering, terdengarlah suara pembantunya menangis, mengabarkan bahwa Cantika demamnya naik lagi dan kali ini tidak sadarkan diri.


Rendi menelephone dokter agar ke rumahnya dan diapun pamit kepada semua ingin membawa Metha pulang karena Cantika saat ini membutuhkan mereka.


"Insya Allah Pa, Ma...Rendi akan bahagiain Metha. Kami permisi dulu ya Ma, Pa dan semua yang hadir di sini."


"Silahkan Mas Ren," ucap Okan.


Semua melambaikan tangan, air mata Metha pun menetes, sekarang tanggungjawabnya adalah membahagiakan suami dan juga putri mereka Cantika.


Rendi menggandeng tangan Metha dan diikuti oleh pengacara Rendi, mereka pun segera pulang.


Sesampainya di rumah, Rendi dan Metha setengah berlari langsung menuju kamar Cantika, di sana terbaring gadis kecil tak berdaya, baru saja sadar dari pingsannya.


"Mama?" itu kata pertama yang terucap dari bibir mungilnya yang sangat pucat.


Metha yang mendengar hal itupun tak bisa menahan air matanya, dia langsung memeluk Cantika, mendekapnya erat seakan keduanya tidak akan terpisahkan.

__ADS_1


Rendi sangat senang, dia berharap keluarganya akan bahagia kembali. Kemudian Rendi memeluk Metha dan Cantika, menciumi keduanya lalu berkata, "Ini Mama kamu sudah datang Nak, kita akan tinggal bersama. Mama dan Papa akan selalu menyayangimu."


Cantika tersenyum, lalu dia mengeratkan pelukannya, hingga membuat Metha dan Rendi juga kembali berpelukan.


Kini Rendi meminta penjelasan dari dokter kenapa putrinya sampai pingsan. Dokter menjelaskan bahwa demam yang sangat tinggi membuat Cantika tidak bisa menahannya.


Dokter pun memberikan obat dan berpesan jika terjadi apa-apa silahkan segera menelephonenya, beliau siap hadir jam berapapun itu.


Rendi dan Metha mengucapkan terimakasih, lalu dokter pun pamit karena masih ada pasien yang menunggunya di klinik.


Kini tinggal mereka bertiga di kamar itu. Cantika yang takut Metha pergi tidak mau melepaskan pelukannya.


"Sayang...sama Papa dulu yuk, biar Mama berganti pakaian, kasihan-kan Mama kepanasan dengan pakaian itu," rayu Rendi.


"Cantika mau sama Mama, Nanti Mama pergi!"


"Nggak lho... sayang, Mama nggak akan pernah ninggalin Cantika. Mama Sayang Cantik dan Mama janji kita akan selalu bersama di sini bersama Papa," ucap Metha sambil memandang Rendi.


"Benar Nak, semua yang di katakan oleh Mama. Ini Papa janji juga," ucap Rendi sambil menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Metha.


Cantika pun ikut mengaitkan jari kelingking mungilnya hingga membuat ketiganya akhirnya tertawa bahagia.


Keluarga kecil Rendi sudah utuh kembali, dia akan membenahi kesalahan, kegagalannya berumah tangga dengan mamanya Cantika akan menjadi pelajaran baginya untuk menata hidup berumah tangga yang lebih baik kedepannya bersama Metha.


Metha pun diizinkan oleh Cantika untuk berganti pakaian, setelah itu Metha kembali ke kamar Cantika untuk membacakan dongeng agar Cantik bisa beristirahat.


Setelah Cantik tertidur, Rendi mengajak Metha ke kamar mereka karena ada yang mau Rendi berikan kepada Metha sesuai janjinya.


Rendi mengambil sebuah amplop yang tadi diberikan oleh pengacaranya, lalu menyerahkan kepada Metha dan minta Metha agar membukanya.


Kemudian Metha membuka amplop tersebut dan melihat semua asset Rendi sudah atas namanya.


"Simpanlah Met, semua itu milikmu," ucap Rendi.


Rendi pun mencium kening Metha, sambil berkata, "Jangan tinggalkan kami, tetaplah di sini, bidadari rumahku."

__ADS_1


🌻 Jangan lupa dukungannya ya sobat, follow akun author, pavorit, vote, like, coment dan rate bintang limanya 🙏😉


SEE YOU ♥️♥️♥️


__ADS_2