TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 40. AKIBAT ULAH SENDIRI


__ADS_3

Okan sudah sampai di rumah sakit, dia terburu-buru berjalan ke ruangannya. Okan terkejut saat melihat Metha sedang memeriksa laci meja kerjanya.


"Apa yang kamu cari di sini Met? Apa hak kamu memeriksa meja kerjaku."


"Kan! kamu bohongkan? kamu belum menikah? kamu hanya bercanda?" cecar Metha sambil bergelayut manja di lengan Okan. Belahan dadanya terlihat oleh Okan hingga dia membuang muka. Okan seorang laki-laki normal, dia tidak mau tergoda dengan pemandangan yang ada di depannya.


"Aku kurang apa Kan, hingga kamu terus menolakku, apa kelebihan wanita itu hingga kamu memilih dia untuk dinikahi?"


"Maaf Met, tolong lepaskan tanganmu, aku sudah milik wanita lain, jadi pergilah!" ucap Okan sambil melepaskan tangan Metha.


Metha bukannya pergi, dia malah semakin agresip, memeluk, mendaratkan ciuman dan ********** hingga Okan susah bernapas. Dengan sengaja dia menempelkan bagian dadanya ke dada Okan. Metha ingin membuktikan bahwa dirinya lebih hebat dari wanita pilihan Okan.


Tubuh Okan memanas, tapi dia langsung tersadar dan mendorong Metha hingga hampir terjengkang ke lantai. Untung saja masih terhalang oleh meja kerja hingga Metha hanya merasakan sakit di bagian punggungnya.


"Keluar!" teriak Okan dengan lantang. "Kamu pikir dengan modal tubuhmu itu, aku akan berubah pikiran. Kamu salah! Wanita ku lebih hebat darimu," ucap Okan lagi sembari membukakan pintu agar Metha keluar.


Wajah Metha merah padam, belum pernah dia di hina pria seperti sekarang. Harga dirinya jatuh di hadapan Okan. Metha membenahi bajunya lalu pergi meninggalkan ruangan itu sambil menangis. Metha berjanji akan membalas perbuatan Okan.


Metha pergi dengan mengendarai mobil ke arah cafe tempat biasa dia nongkrong bersama teman-temannya. Dia ingin melupakan kejadian hari ini, dengan memesan minuman yang mengandung alkohol.


Pagi ini Metha bersenang-senang, hingga dia mabuk dan lupa dengan masalahnya. Saat mereka mabuk, ada beberapa orang pria yang juga sedang mabuk mendekat lalu mengajak Metha dan teman-temannya pergi dari tempat itu.


Tubuh Metha yang seksi, putih, mulus telah menarik perhatian salah satu dari keempat pria yang sedang mabuk tersebut. Pria itu segera membawa Metha dengan mobilnya ke sebuah hotel bintang lima.


Melihat mangsa yang begitu ranum, pria itu sudah tidak sabar ingin mencicipi manisnya tubuh Metha.


Metha yang mendapatkan rangsangan dalam kondisi mabuk pun terlena, dalam bayangannya Okan lah pria yang sedang bersamanya sekarang


Metha, menikmati setiap sentuhan dengan selalu menyebut nama Okan, dia merasa telah menikmati surga dunia bersama orang yang sangat dia cintai.


Akhirnya, akibat memamerkan bentuk tubuh dan kecerobohannya sendiri, Metha harus membayar mahal dengan kehilangan kesucian di tangan pria tidak dikenal.


Metha tidur dalam dekapan pria tersebut dan saat dia terbangun, dengan kepala yang masih pusing mata Metha membulat sempurna, dia melihat dirinya bersama seorang pria tanpa sehelai benangpun saling berdekapan.


Dia menjerit histeris, mengamuk, menangis sejadi-jadinya, lalu memukul pria itu dengan guling. Pria tersebut mengambil pakaiannya yang berserakan di lantai, lalu memakainya dan segera kabur dari kamar hotel tersebut.


Sementara Metha masih terus menangisi nasibnya, dia tidak ingat apa yang terjadi, yang diingatnya adalah saat dia diusir oleh Okan lalu pergi minum-minum bersama teman-temannya.


Setelah lelah menangis, Metha hendak pergi, tapi dia merasakan sakit yang luar biasa di bagian sensitifnya akibat peristiwa tadi pagi. Metha juga melihat di seprai yang berwarna putih itu terdapat noda darah, darah keperawanannya.


Hidupnya hancur, saat sempurna saja dia di tolak, apalagi sekarang, tidak ada lagi yang bisa Metha banggakan untuk mengejar Okan.


Metha perlahan bangkit, dia mengambil pakaian yang berserakan, lalu mengenakannya dan meninggalkan tempat itu, pulang ke apartemen dengan taksi karena mobilnya masih tinggal di cafe.



__ADS_1


Setelah amarah memuncak dan mengusir Metha dari ruangannya tadi pagi, Okan tidak konsentrasi dalam bekerja, lalu dia memutuskan akan kesekolah Ayu, biarlah dia menunggu sampai Ayu pulang sekolah.



Okan menunggu berjam-jam di luar sekolah, dia tetap di dalam mobil sambil memainkan ponselnya. Saat Ayu keluar kelas bersama Sisil dan berpapasan dengan Mas security, beliaupun berkata, "Yu...bos kamu sudah menunggu sejak berapa jam yang lalu."



"Serius Mas?"



Mas security pun mengangguk. Ayu dan Sisil langsung bergegas, Ayu penasaran kenapa Okan datang begitu cepat.



Ayu mengetuk kaca mobil, Okan pun tersenyum sambil membuka pintu mobilnya.



"Kenapa Kakak datang terlalu cepat? Apa Kakak tidak jadi ke rumah sakit?" tanya Ayu sambil naik ke mobil Okan, sementara Sisil sudah pulang bersama ibunya.



Okan belum menjawab, dia masih pokus dengan stiurnya karena di depan sedang macet, banyak angkot berhenti sedang menunggu penumpang.




"Pikiranku sedang tidak enak, jadi aku memilih menunggumu di sini daripada kerjapun tidak pokus. Kita cari tempat nongkrong dulu ya Yu, agar lebih santai mengobrol."



"Iya, terserah Kakak."



Okan melajukan mobilnya ke lesehan yang dulu dia dan Ayu pernah kesana. Setelah memarkirkan mobil, Okan segera mengajak Ayu masuk, mencari tempat duduk yang nyaman hingga mereka berdua bisa leluasa mengobrol.



Pelayan yang sudah tahu makanan dan minuman kesukaan Okan pun segera menyajikan tanpa bertanya lagi, tapi kali ini tidak sebanyak saat Ayu terakhir datang karena pelayan tahu siang begini anak-anak tersebut masih mengamen di tempat lain.



"Ayo Yu, kita makan dulu, mumpung masih hangat," ajak Okan setelah pelayan mempersilakan.

__ADS_1



Mereka pun makan, tapi kali ini Okan tidak bersemangat, Ayu menduga pasti Okan sedang ada masalah.



Selesai makan, Ayu mulai membuka percakapan, "Kakak ada masalah?"



Lalu Okan menceritakan kejadian tadi pagi, dia jujur mengatakan semuanya hingga ciuman Metha. Kemudian Okan meminta maaf kepada Ayu karena Metha telah mencuri ciuman pertamanya yang seharusnya itu dia berikan ke Ayu.



Ayu paham dengan posisi Okan, lalu dia berkata, "Kak...semua itu bukan di sengaja, tapi Metha yang terlalu terobsesi dengan Kakak. Ayu maafin Kakak kok, lagipula itu bukan salah Kakak. Yang penting, Kak Okan harus lebih berhati-hati, jangan sampai terjerumus lebih dalam dengan rayuan Metha.



"Terimakasih Yu, kamu telah memahami situasi ku. Ada lagi yu, Aku bilang ke Mama kita sudah menikah!"



"Apa Kak! kenapa musti berbohong, Kak, sama Nyonya?"



"Ikuti permainan kamu dan Oki?"



Ayu membulatkan mata, "kok Ayu?"



"Ya iyalah, Mama mendesak, kenapa Metha mendadak pulang ke Medan, aku ikuti sandiwara kamu. Dan Oki juga sudah mengiyakan ke Metha serta Mama, hanya saja aku belum mengatakan siapa istriku. Aku bilang ke Mama, pokoknya wanita baik. Aku tidak mau Mama mendesak ku terus agar cepat menikah dengan Metha."



Ayu menepuk keningnya, masalah semakin rumit karena ulahnya yang berbohong kepada Metha sekarang menjadi panjang menyangkut ke Mama Okan.



🌻 Selamat siang sahabat, selamat beristirahat dan selamat berakhir pekan.



SEE YOU ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2