TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 34. MENGHIBUR LARA


__ADS_3

Ayu dan Okan mengucapkan terimakasih kepada Dokter Ridwan, lalu mereka meninggalkan rumah sakit. Sore ini Okan telah menghubungi para susternya bahwa dia ada urusan yang sangat penting hingga tidak bisa datang ke klinik.


Okan ingin menghibur Ayu, mengajaknya jalan-jalan, Ayu yang masih termenung memikirkan nasibnya tidak sadar jika Okan telah membawanya ke suatu tempat yang sejak dulu sangat ingin dia kunjungi.


Debur ombak, membuat Ayu tersadar dan menatap Okan. Okan tersenyum lalu mengajaknya turun, Ayu pun menurut saja kemana Okan akan mengajaknya.


Okan membuka sepatu, menggulung celana dan lengan bajunya, lalu berjongkok dan membuka sepatu Ayu, kemudian dia menggandeng tangan Ayu mengajaknya berjalan ke arah ombak yang datang menerjang.


Okan ingin Ayu menumpahkan semua kesedihannya di sana, menjerit sepuasnya agar hatinya lega. Cobaan masih belum berakhir untuk gadis yang dicintainya ini, tapi Okan berjanji akan selalu menggandeng tangannya untuk sama-sama menghadapi suka duka kehidupan.


Pasir pantai, deburan ombak, matahari yang sudah lengser ke arah barat menjadi saksi dua sejoli yang saling mengikat janji.


"Teriaklah Yu, teriaklah sekuatnya. Lepaskan semua beban yang ada di hatimu. Buang semua kesedihan, setelah hari ini aku janji akan selalu membuatmu tersenyum."


Ayu menjerit sekuat-kuatnya, suaranya terbawa angin ke tengah lautan. Setelah puas dan hatinya merasa lega, merekapun memilih duduk membuat gundukan pasir lalu tertawa melihat gundukan tersebut rata kembali setelah di gulung ombak.


"Kamu tahu artinya Apa Yu?"


Ayu menggeleng.


"Itulah cerminan hidup kita, masalah ada kalanya datang, juga pasti ada masanya akan pergi, seperti hal nya ombak tadi. Apakah kamu akan setegar batu karang? atau akan hanyut seperti pasir yang di bawa pergi oleh ombak. Tinggal kamu sekarang yang menentukan Yu. Aku juga ibarat sebuah ombak, yang pasti pergi tapi pasti akan kembali mencari tepi yaitu dirimu. Jadi yakinlah aku tidak akan pernah meninggalkanmu walau suatu saat aku pergi menuntut ilmu."


"Terimakasih Kak," ucap Ayu lirih.


Okan menarik Ayu ke dalam pelukannya, mencium kening gadis yang berhasil merebut hatinya, mereka sejenak menikmati mentari yang mulai masuk ke peraduannya.


Setelah itu, Okan pun mengajak Ayu pulang. Malam ini mereka memutuskan untuk mengajak Ibu dan Oki makan malam bersama di rumah.


"Ayo tersenyum, hidup akan indah jika kita selalu tersenyum," hibur Okan.

__ADS_1


Perasaan Ayu sekarang terasa lega, dia harus kembali bersemangat demi Ibu dan masa depannya.


Mereka menikmati perjalanan pulang sambil mendengar alunan musik lagu-lagu romantis dari penyanyi Cakra Khan, Judika dan Admesh, hingga tak terasa mereka pun telah tiba di halaman rumah.


Oki yang mendengar suara mobil sang kakak, segera berjalan keluar, sekarang dia sudah berjalan lebih lancar dan tidak berpegangan tembok lagi.


Okan sangat senang ketika melihat adiknya tersenyum, menunggu kedatangan mereka di depan pintu, lalu dia mengajak Oki ke paviliun, mereka akan makan bersama di sana.


Ayu membawa makanan yang telah mereka beli di jalan menuju paviliun, kemudian dia mencari sang ibu di kamar untuk makan bareng Okan dan juga Oki.


Mereka makan bersama dengan tenang, hanya suara dentingan sendok yang terdengar. Setelah itu mereka berkumpul di ruang tamu, mengobrol, bersenda gurau sambil tertawa.


Okan dan Oki bersyukur, sejak kedatangan Ayu dan Ibunya, suasana rumah mereka terasa berbeda. Kini Oki pamit untuk kembali ke kamarnya, begitu juga Okan, mereka harus beristirahat karena esok masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan.


Ayu juga menuju kamar, membersihkan diri, melaksanakan kewajiban, lalu berkutat dengan ponselnya. Dia tidak akan menyia-nyiakan waktu, meratapi nasib, tapi dia akan mengejar impiannya.


Malam semakin larut, Ayu telah menyelesaikan beberapa Bab, rencana besok dia akan ajukan kontrak. Sambil membaca do'a tidur, Ayu pun mulai memejamkan mata.


Namun sebelumnya mereka akan mengantar Ayu ke sekolah. Hari ini wajah Oki berseri-seri, menunjukkan semangatnya untuk sembuh semakin besar. Dia pun senang bisa ikut mengantar Ayu ke sekolah.


Saat mereka tiba di sekolah, Sisil pun baru juga sampai di antar oleh Ibunya. Ayu dan Okan menyapa Sisil hingga membuat Sisil menghampiri mobil Okan. Dia terperangah melihat pemuda yang hampir sama persis dengan Okan tersenyum kepadanya.


"Hai!" sapa Oki.


Oki memang beda dengan Okan, Oki lebih gampang bergaul, dia lebih ramah dan supel, makanya tidak heran jika banyak cewek yang kesemsem dengannya.


Sisil membalas sapaan Oki dengan tersenyum manis, lalu dia bertanya, " Apakah Aden ini adik Dokter?"


"Jangan panggil Aden dong! Perkenalkan, namaku Oki, Oki Chandra Pratama, adik paling ganteng dari Dokter Okan," ucap Oki dengan pedenya sambil mengulurkan tangan.

__ADS_1


Sisil pun membalas uluran tangan Oki sembari menyebutkan namanya. Sejenak mereka terdiam tanpa melepaskan jabatan tangan. Okan dan Ayu yang melihat hal itu lalu berdehem, hingga membuat Sisil menarik tangannya dan tertunduk malu.


"Awas Sil! jangan percaya sama buaya darat," ucap Okan sengaja.


"Enak saja, begini-begini setia lho sama cewek, nggak percaya? Ayo boleh coba, jika berkenan jadi pacarku ya? Mau kan Sil?"


"Semua pun tertawa, lalu barengan berkata, "Dasar buaya cap kadal."


Oki mencebikkan bibirnya lalu berkata, "Awas lu ya Kan, bukan membantu adiknya malah membuat aku nggak laku di mata gadis."


Akhirnya mereka semua tertawa, Ayu dan Sisil pun segera pamit, mereka segera masuk kelas. Sementara Okan dan Oki langsung menuju ke klinik tempat biasa Oki terapi.


Dokter tercengang melihat perubahan Oki yang cukup drastis, beliau senang, sebentar lagi Oki bisa berjalan normal seperti semula. Dokter bertanya, keajaiban apa yang membuat Oki bisa bersemangat untuk sembuh, lalu kakak beradik itupun menjawab serempak, "Keajaiban Cinta Dok!"


Keduanya saling menatap dan akhirnya tertawa. Dokter yang melihat kekompakan mereka pun tersenyum dan mengacungkan kedua jempol nya.


"Selamat buat Oki, jangan lupa rajin berlatih, minum vitamin yang sudah saya resepkan dan tentu saja jangan lupa berdoa untuk minta kesembuhan."


"Siap Dokter," ucap Oki.


Kakak beradik itu tidak ingin langsung pulang, Okan akan membawa Oki mengunjungi rumah anak-anak jalanan yang waktu itu belum sempat Okan datangi bersama Ayu. Namun uang kebutuhan mereka sudah Okan titipkan kepada pemilik lesehan, agar memberikan kepada anak-anak yang bermain angklung di sana.


Oki heran, kemana sang kakak akan membawanya, mereka masuk ke dalam gang yang agak sempit lalu memarkirkan mobilnya di halaman sebuah pondok yang terbuat dari tepas.


"Rumah siapa ini Kan?"


"Nanti kamu juga bakalan tahu. Ayo kita turun, mereka pasti sudah menunggu kita."


Okan mengetuk pintu sambil mengucap salam, lalu anak-anak kecil berhamburan berlari memeluk Okan. Oki ternganga melihatnya dan anak-anak itupun juga secara bergantian memeluk dirinya.

__ADS_1


🌻 Terimakasih atas semua dukungan, selamat sore menjelang malam, selamat beristirahat dan bahagia selalu untuk kita semua.


SEE YOU ♥️♥️♥️


__ADS_2