TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 45. MASA LALU SEMAKIN MENDEKAT


__ADS_3

"Silahkan habiskan ya Tan, berarti rasa lidah Oki memang benar, masakan Bi Aisyah memang mantap."


"Iya Na, nggak salah kamu jadikan beliau koki, masakannya memang lezat."


Selesai makan mereka duduk di beranda belakang rumah, sambil melihat pemandangan taman bunga dan kolam ikan.


"Siapa yang tinggal di sana Na?" tunjuk Sutan ke arah paviliun.


"Oh...Bi Aisyah bersama putrinya. Daripada nyewa rumah di luar, aku suruh saja tinggal di sana. Jadi uang sewa rumah bisa mereka gunakan untuk keperluan sekolah putrinya."


"Benar juga ide kamu Na, beruntung banget para pelayan di sini punya majikan baik sepertimu."


"Mereka semua bukan lagi pelayan tapi sudah seperti keluarga bagi kami."


"Kalian memang keluarga baik Mbak, putri kami saja yang tidak tahu bagaimana menjaga nama baik dan masuk ke keluarga orang baik," ucap Mama Metha yang menyesalkan sikap dan perbuatan Metha.


"Oh ya Dek jika ingin istirahat, silahkan ajak Sutan di kamar tamu, nanti lepas Ashar baru kita balik ke rumah sakit."


"Iya Mbak, terimakasih. Ayo Pa, kita istirahat sebentar, nanti malam kita harus begadang untuk menjaga Metha."


Sutan pun menurut dengan ajakan istrinya, mereka lalu pergi ke kamar tamu untuk tidur sejenak, mengumpulkan tenaga guna menjaga Metha.


Bu Aisyah kembali ke rumah induk, karena sesuai perkiraannya, para majikan sudah selesai makan.


Bu Aisyah ingin membereskan meja beserta alat makan yang kotor.


"Bi...terimakasih ya atas masakannya, top banget, tamu kami juga suka."


"Alhamdulillah, jika para Tuan dan Nyonya suka Bibik jadi semangat memasak."


"Ayu belum pulang sekolah ya Bik?"


"Belum Nya! mungkin langsung ke tempat kerja."


"Ayu kerja apa dan dimana Bik?"


"Cuma bantu-bantu di klinik Nyonya."


Oh...ya sudah Bik silahkan bereskan, Saya akan istirahat dulu.


"Iya Nyonya."


Bu Aisyah pun membereskan semua piring yang kotor, setelah itu beliau kembali ke paviliun.




Metha sudah bangun, pandangannya tetap kosong, dia menatap langit-langit ruangannya, sambil meneteskan air mata.



Oki mendekat dan mengelap air bening tersebut, tapi Metha tidak bereaksi. "Met, kamu kenapa? cepat sembuh dong, apa kamu tidak capek tiduran melulu? Tuh lihat di luar, anak-anak riang bermain padahal kalau kamu tahu, kehidupan mereka lebih miris, usia mereka sudah di pastikan oleh dokter tinggal hitungan bulan, tapi mereka tetap semangat, nggak seperti kamu."



"Kamu harus hadapi kenyataan, sepahit apapun itu, itulah lika liku hidup kita. Nggak kamu aja yang mengalami pemerkosaan, di luar sana banyak Met! tapi mereka tegar dan bangkit."



Mendengar ucapan pemerkosaan, Metha menjerit, memberontak, hingga membuat Oki kuwalan. Pergi! jangan ganggu aku! Kamu buat aku kotor hah!"



Saat Oki merasa kuwalahan menghadapi Metha yang mengamuk, Okan pun sampai bersama Ayu. Mereka nmenyempat diri untuk singgah, baru menuju klinik.



"Met..Met, istighfar," ucap Okan.


__ADS_1


"Kamu pria brengsek! jangan ganggu aku, lepaskan! aku kotor...jangan pegang, hiks...hiks...hiks."



Ki, kalau seperti ini memang harus di tangani psikiater, mental Metha kena, jadi dia pikir semua laki-laki sama, yaitu pria yang memperkosanya.



"Begini saja Kan! setelah orangtuanya nanti kesini, aku akan mencari teman-teman Metha yang pernah kulihat di cafe itu, aku ingin mengorek keterangan dari mereka, barangkali mereka bisa kasi penjelasan, sebenarnya apa yang dialami oleh Metha."



"Bagus Ki! Aku setuju dengan idemu. Oh ya Ki, kami berangkat ke klinik dulu ya, aku harus dampingi dokter penggantiku dulu untuk beberapa hari, agar para pasien mengenalnya."



Saat mereka hendak melangkah, tiba-tiba Metha bangkit lalu menarik tas Ayu sambil berteriak, "Wanita brengsek, kerjamu merebut pacar orang, kembalikan dia!"



Ayu hampir jatuh karena lehernya terjerat tali tas yang ditarik oleh Metha. Okan segera membantu Ayu, dengan melepaskan genggaman tangan Metha. Metha mendelik menatap Okan, "Brengsek!"



"Sadar Met! Kamu nggak bisa seperti ini terus, masa depanmu masih panjang! Kasihan Mama Papa mu."



Metha melunak, lalu dia kembali berbaring. Okan dan Ayu segera keluar ruangan, tugas di klinik sudah menanti mereka.



Saat sampai parkiran rumah sakit, Okan bertemu dengan Papa Mama Metha dan juga kedua orang tuanya. Okan segera menyalami mereka, sementara pandangan Papa Mama Metha tertuju pada Ayu.



Saat Ayu menyalam tangan Papa Mama Metha, ada perasaan aneh begitu juga yang di rasakan oleh Sutan Raja dan juga istrinya. Mereka merasa tidak asing tapi kenapa dan siapa??? itu yang ada dalam pikiran ketiganya.




"Lho...Ayu kok bisa bersama Okan?" tanya Mama Okan.



"Ayu bekerja diklinik Den Okan Nyonya?"



"Oh...jadi kamu bekerja di sana, toh, syukur deh, bisa sekalian jalan bareng Okan, biar hemat ongkos."



Ayu hanya mengangguk, lalu Okan segera pamit ke mereka karena hari semakin sore.



Om Tante, Pa, Ma...kami berangkat dulu ya? Hari ini banyak pekerjaan yang harus kami selesaikan," ucap Okan.



"Pergilah Nak, kamu hati-hati ya. Awas...jaga amanah, bawa anak gadis orang kudu hati-hati."



"Siap Ma."



"Memangnya gadis itu siapa Na? kok bisa bareng Okan?"

__ADS_1



"Dia anak Bi Aisyah. Berkat dukungan dari dia, Oki akhirnya semmangat untuk sembuh.



"Kenapa kalian bengong."



"Nggak apa-apa kok Na, mungkin perasaanku saja yang sedang resah mikirin Metha jadi semua terasa aneh dan kebetulan," ucap Sutan.



"Yuk, jalan. Kasihan itu Oki, biar kita gantian jaga Metha," ucap Mama Metha.



"Iya, hayuk," jawab Mama Okan.



Sesampainya di ruang rawat, Tuan Sutan berkata, "Nak kita gantian ya! terimakasih karena sudah bersedia membantu menemani dan menjaga Metha."



"Iya Om, itulah gunanya sahabat berusaha ada dalam suka duka sahabatnya. Oki permisi dulu ya Om, ada yang harus dicari sebelum pulang."



"Ma, Oki pake mobilnya, nanti Oki bawa lagi sekalian balik kesini."



Mama pun memberikan kunci mobil kepada Oki, Oki segera meninggalkan ruangan rawat Metha, dia akan mulai menyelidiki tentang kejadian yang menimpa Metha dengan pergi ke cafe dimana dia pernah melihat Metha mabuk bersama teman-temannya.



Sesampainya di sana, Oki masuk ke dalam cafe, dia memilih duduk di sudut ruangan sambil menikmati jus jeruk kesukaannya.



Matanya memandang ke sekeliling, mengawasi setiap pengunjung yang datang untuk mencari temannya Metha.



Oki melihat salah satu teman Metha sedang asyik mengobrol dengan pemilik cafe, lalu dia mendekat dan bertanya, "Maaf Mbak...aku mencari Metha, apakah kalian melihatnya? atau tahu alamatnya?"



"Siapa kamu? dan kenapa kamu mencari Metha?"



"Ku dengar dari temanku, dia gadis yang cantik, barang baguslah, aku penasaran ingin mencicipinya. Aku akan membayar dengan harga pantas," ucap Oki yang sengaja memancing reaksi teman Metha dan si pemilik cafe.



Oki ingin menyelidiki apakah kejadian yang menimpa Metha adalah memang ulah teman dan campur tangan pemilik cafe atau memang murni musibah.



🌻 Jangan lupa ya sobat dukung terus karyaku dan terimakasih atas semua dukungan kalian🙏😉



SEE YOU ♥️♥️♥️



pun meninggalkan ruangan rawat Metha, dia akan

__ADS_1


__ADS_2