TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 39. TERPAKSA BERBOHONG


__ADS_3

Metha menunggu beberapa saat di teras tapi Okan belum juga kembali, tadi sebelum dia datang ke rumah ini, Metha sempat ke apartemennya, ternyata Okan juga tidak ada di sana. Dia tidak mengecek ke klinik karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam, sudah pasti klinik tutup.


Oki sengaja tidak meminta Metha masuk, dia sibuk dengan ponselnya, Oki kirim pesan ke Okan jangan pulang dulu karena Metha sedang menunggunya di depan teras.


Jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam, Okan belum juga kembali, akhirnya Metha memesan grab mobil dan dia kembali ke apartemennya.


Okan pun sampai di rumah, dia tidak melihat Metha ada di sana, hanya Oki yang masih bermain ponsel di sofa ruang tamu.


"Kamu usil banget, pake nambahin bumbu, besok tinggal lihat apa yang bakal Metha lakukan terhadap kami, pasti dia bakal nguntit kami terus Ki?"


"Habisnya aku malas meladeni dia lama-lama, biarin deh sekalian panas."


"Masuk dulu Yu, Ibu pasti khawatir nungguin kamu."


"Iya Kak, ayo kak Oki, aku istirahat dulu."


Oki pun mengangguk.


"Menurutmu bagaimana Ki, apa yang harus aku lakukan?"


"Daripada capek lihat sikap Metha yang maunya nempel terus, lebih bagus menikah beneran dengan Ayu, selesai dah masalah."


"Tapi kan Ayu belum tamat Ki? bisa jadi masalah di sekolah, takutnya Metha lapor dan Ayu bisa di keluarkan dari sekolah, nah kasihan Kan Ayu? tinggal beberapa bulan lagi dia tamat sekolah."


"Hadapi dulu Metha sampai dia tamat sekolah."


"Kalau aku di sini terus sih nggak jadi masalah, aku dapat bocoran Ki pengajuanku di terima, siapa coba yang akan melindungi Ayu dari Metha."


"Aku."


"Beneran kamu sanggup?"


"Aku tidak mau Ayu terluka raga maupun batinnya."


"Begini saja, kalian nikah diam-diam sebelum kamu berangkat dan aku akan menjaganya dari gangguan Metha sampai dia tamat, setelah tamat aku akan mengatur keberangkatannya guna menyusulmu."


"Bu Aisyah bagaimana?"


"Kita tanya dong Bu Aisyah? jika harus ikut juga, ya kita atur keberangkatannya. Aman kan?"


"Iya deh, aku ikut saran lu, besok biar aku bicarakan dengan Ayu."


"Tapi ingat Kan, jangan sampai lu sia-siakan dia. Ntar udah lu nikahin, di sana kamunya selingkuh. Gue gampar lu!"


"Insya Allah Ki, aku nggak bakalan nyakitin Ayu."


"Ayo kita istirahat, urusan Papa Mama kita pikirkan belakangan," ucap Oki.


Mereka pun segera beristirahat, Okan sembari berbaring masih memikirkan usul Oki untuk menikahi Ayu, padahal rencananya semula bertunangan dulu dan akan menikah setelah dia kembali dari Amerika.


Ayu juga tidak bisa tidur, karena ucapannya yang asal membuat Metha kembali dengan cepat dan pastinya merupakan ancaman baginya.


__ADS_1


Mama yang masih penasaran mengapa Metha pulang duluan ke Medan, terus menghubungi Okan. Akhirnya Okan pun mengangkat panggilan dari sang Mama.



"Iya Ma, Okan baru saja sampai rumah karena tadi banyak sekali pekerjaan."



"Kamu harus jelasin ke Mama, ada masalah apa, sampai Metha buru-buru terbang ke Medan?"



"Oh itu, Okan menikah Ma."



"Apa! Kamu sudah gila? Apa yang kamu lakukan? Menikah dengan siapa Kan? jangan becanda deh, menikah tanpa restu kami."



"Mama-kan bilang kalau tahun ini Okan tidak mendapatkan jodoh, Okan harus ikut pilihan Mama dan sekarang kami sudah menikah, jadi Mama harus tepati janji, jangan paksakan aku dengan Metha lagi."



"Tapi Mama tidak tahu istri kamu itu siapa dan dari keluarga mana, apa sederajat dengan kita atau tidak?"



"Mama tidak pernah menyebutkan kriteria itu, jadi yang Okan nikahi adalah wanita baik. Okan tidak memandang rupa dan status keluarganya, yang penting kami saling mencintai."




"Sudah dulu ya Ma, Okan lelah dan ngantuk, selamat malam Ma, salam untuk Papa dan maafkan kami ya Ma...menikah tanpa izin Mama dulu."



Okan menutup ponselnya, dia tidak berani berlama-lama ngobrol dengan Mama karena takut tambah banyak kebohongan yang dia katakan.



"Maafkan Okan Ma," ucap Okan lirih.



Okan langsung menelephone Oki, dia harus minta bantuan Oki membuat bukti untuk mendukung pengakuannya terhadap Mama.



"Ki...bisa ke kamarku sekarang?"


__ADS_1


"Oke, sebentar ya Kan."



Oki pun segera ke kamar Okan, dia tahu saudaranya sedang dilema, makanya tanpa banyak bertanya dia langsung mengiyakan.



Okan membuka pintu kamarnya saat terdengar suara ketukan pintu, dia langsung menarik Oki dan mencecar dengan pertanyaan, "Bagaimana ini Ki? Aku sudah berbohong ke Mama, aku bilang sudah menikah seperti katamu, jadi apa yang harus kita lakukan jika Mama minta bukti?"



"Sudah tenang saja, aku yang akan mengaturnya. Aku akan buat bukti palsu, tapi ganti ya uangnya? uang kamu kan banyak sementara aku cuma mengandalkan pemberian Mama."



"Aman kalau itu Ki, kamu mau berapa biar aku transfer sekarang."



Oki pun menyeringai, bukan dia perhitungan membantu saudara tapi karena stok uang sakunya yang sudah menipis.



Okan segera mentransfer 50 juta ke rekening adiknya, sekalian dia ingin memberi uang saku untuk Oki.



"Aku sudah transfer tuh, periksa deh, sisanya buat lu tapi jangan buat kegiatan yang aneh-aneh ya?"



"Cukup nggak buat ngelamar Sisil?" canda Oki sambil memainkan sudut matanya dan berlalu dari kamar Okan."



Okan sedikit tenang, dia percaya dengan saudara kembarnya itu. Oki kalau sudah bilang tenang berarti dia yakin dengan apa yang dia janjikan.



Di apartemennya, Metha membanting barang-barang, dia kesal karena tidak bisa menemui Okan. "Brengsek kamu Kan! Awas kalian! Aku tidak akan membiarkan rumah tangga kalian tenang," teriak Metha sambil melepar gelas ke lantai.


Semalam Metha tidak bisa tidur, matanya sembab karena menangis, pagi ini dia akan mencari Okan ke rumah sakit.


Metha berdandan cantik, mengkuncir rambut indahnya itu seperti ekor kuda hingga menampakkan punggung Metha yang putih mulus. Pakaiannya yang sedikit terbuka membuat Metha sangat terlihat seksi, pahanya yang putih mulus tampak dari belahan rok.


Sebenarnya Kecantikan Metha sangat sempurna, banyak pria tergila-gila padanya tapi tidak bagi Okan, semua tampilan luar itu baginya tidak ada apa-apanya di bandingkan kecantikan hati Ayu.


Metha sudah berdiri di pintu rumah sakit, banyak mata memandang kagum, dia berjalan bak seorang model profesional menuju ruangan kerja Okan.


Okan yang bangun kesiangan, pagi ini tidak sempat mengantar Ayu ke sekolah. Dia langsung bersiap pergi ke rumah sakit, sedangkan Ayu sudah berangkat sejak pagi dengan naik angkot.


Metha yang sudah masuk ke ruangan Okan merasa kecewa karena tidak menemukannya di sana. Dia duduk di kursi kerja Okan, memeriksa meja kerjanya, berharap menemukan petunjuk tentang siapa istri Okan.

__ADS_1


🌻 Mohon selalu dukungannya ya sobat, vote, like, coment dan rate bintang limanya.🙏


__ADS_2