TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 51. PENGGEREBEKAN


__ADS_3

Okan yang sudah mengkonfirmasi pihak Bank sebelumnya, mendapatkan perioritas pelayanan. Begitu dia sampai, teller langsung memberikan uang yang Okan inginkan.


Beberapa orang polisi yang menyamar pun sudah berkumpul di rumah sakit, mereka siap berangkat.


Oki dan Okan pamit kepada para orang tua, lalu kepada Metha. Metha pun berkata, "Hati-hati Kan, Oki... terimakasih atas bantuan kalian."


Okan dan Oki mengacungkan ibu jarinya dan berkata, "Kamu harus semangat, mudah-mudahan mereka semua segera menerima ganjarannya."


Metha pun mengangguk, lalu dia melambaikan tangan. Para orangtua pun berdoa semoga mereka


berhasil.


Oki sudah membawa uang yang di berikan Okan, dia memakai mobil Okan sementara Okan semobil dengan para polisi. Oki sudah menuju ke cafe dimana dia akan menjemput wanitanya dan membayar uang kekurangannya kepada pemilik cafe dan teman Metha.


Sesampainya Oki di sana, dia langsung di sambut hangat oleh mereka. Sesuai perjanjian, mereka menunjukkan wanita tersebut yang saat ini sedang mabuk di sudut ruangan. Dan mereka meminta Oki melunasi sisa pembayaran.


Saat Oki melakukan transaksi pihak kepolisian sudah mengepung tempat itu dan ternyata Oki juga sudah menyelipkan alat perekam di balik jaketnya.


Ketika Oki membuka kantong plastik yang berisi uang, kedua wajah perempuan itu nampak sumringah, ikan kakap sudah penuh dalam genggaman, pikir mereka.


Tiba-tiba, polisi sudah menodongkan pistol ke kepala keduanya. Mereka tidak berkutik, para pelangganpun berhamburan keluar kecuali mereka yang sedang mabuk.


Kedua perempuan itu marah kepada Oki dan mengancam akan membalasnya dengan segera.


Oki sedikitpun tidak merasa takut, yang penting sekarang mereka sudah tertangkap.


Borgol sudah terpasang pada pergelangan tangan keduanya, polisipun membawa mereka ke kantor untuk diinterogasi dan mengorek pengakuan siapa laki-laki yang telah menodai Metha.


Okan merangkul Oki dan berkata, "Selamat...kita berhasil Ki, tinggal mencari lelaki yang memperkosa Metha."


Merekapun keluar dari cafe tersebut, mengikuti mobil polisi yang lebih dulu meninggalkan tempat tersebut. Okan mengemudikan mobilnya, sementara Oki menghubungi Sutan untuk memberitahukan jika misi mereka berhasil.

__ADS_1


Sutan berencana pergi ke kantor polisi bersama Papa Okan, sedangkan kedua istrinya tetap menjaga Metha.


Dengan menggunakan taksi mereka pun berangkat ke kantor polisi untuk menyusul Okan dan Oki.


Metha yang mendengar kabar tersebut juga tidak sabar ingin menemui sahabat yang telah menjebaknya tersebut tapi sang Mama masih melarang, tunggu info dari Papanya saja.


"Aku ingin lihat wajahnya Ma, setega itu dia sama aku, padahal selama ini hampir semua pengeluarannya aku yang tanggung."


"Sabar Nak, nanti setelah Papa mengizinkan baru kamu temui dia, mudah-mudahan dia dihukum seberat-beratnya."


"Iya met, kamu sabar dulu ya!" ucap Mama Okan.


"Iya Tante. Mereka harus dapat balasan yang berat karena telah membuat hidupku hancur."


"Benar Nak, kita tunggu sidang pengadilan."


Sementara Okan, Oki, Papa dan juga Sutan sudah sampai di kantor polisi, mereka meminta polisi untuk mendesak siapa pria bajingan yang telah meniduri Metha.


Dia memang sudah memperhatikan Metha sejak lama hingga tertarik untuk menikmati tubuh Metha yang saat itu terlihat sangat seksi dengan pakaiannya yang sedikit terbuka.


Sutan tidak peduli siapa dia, yang terpenting dia meminta keadilan untuk putrinya, dia mendesak kepolisian agar segera menangkap pria tersebut.


Polisi, Okan, Oki, Papa dan juga Sutan segera berangkat untuk menangkap lelaki tersebut. Sesampainya di sana, polisi langsung menggerebek kantornya.


Papa Okan tercengang, ternyata pria tersebut adalah salah satu rekan bisnisnya. "Kamu ternyata Ren? kenapa kamu sampai melakukan hal itu?"


Rendi, nama pria berusia 35 tahun, yang telah meniduri Metha hanya tertunduk, dia merasa menyesal dan merasa bersalah. Saat itu dia memang hilang kendali dan sedikit mabuk. Dia stress memikirkan kemelut rumah tangganya dan yang utama dia memang menyukai Metha sejak lama.


Tapi Metha memang tidak pernah menghiraukan pria manapun karena hatinya hanya dia tujukan untuk Okan saja.


Papa Okan menyesalkan hal ini, sebenarnya Rendi seorang pengusaha sukses dan dia mengenal baik Rendi, bahwa dia saat ini sedang stress karena istrinya selingkuh dengan mantan pacarnya dan pergi dari rumah dengan meninggalkan putrinya yang masih berusia 5 tahun.

__ADS_1


Rendi meminta maaf, dia mengaku salah dan dia dalam dua bulan terakhir memang mulai menyukai Metha tapi Metha tidak pernah memberinya kesempatan untuk bisa mendekat.


Dia berjanji, jika Metha mengizinkan, dia akan bertanggung jawab dengan cara menikahinya.


Papa Okan menarik Sutan ke luar, dia ingin berbicara empat mata tentang Rendi dan Metha.


"Ada apa Han, kenapa kamu membawaku kesini?" tanya Sutan.


"Menurutku, coba kamu bicara dengan Metha, Rendi sebenar baik Tan, dia khilaf, siapa tahu dengan kita memberinya kesempatan, Rendi bisa jadi suami yang baik bagi Metha. Kamu dengar sendiri kan tadi? bagaimana dia mengakui kesalahan dan mengaku mencintai Metha."


Sutan pun berpikir, ada baiknya memang dia membicarakan masalah ini dengan Metha dan istrinya terlebih dahulu, sebelum dia menuntut keadilan untuk memenjarakan Rendi.


"Baiklah Han, kita bawa dulu Rendi untuk bertemu Metha, jika Metha tidak setuju barulah kita serahkan dia kembali ke tangan polisi."


Papa Okan berbicara kepada Okan, Oki juga polisi, lalu polisi memberikan izin untuk membawa Rendi. Menurut mereka jika hal ini bisa di selesaikan secara baik kenapa tidak, karena itikad baik Rendi mau menikahi Metha.


Mereka segera menuju ke rumah sakit, untuk menemui Metha. Sesampainya di sana, mereka langsung membawa Rendi kedalam.


Kedua Mama dan Metha merasa heran kenapa ada pria asing yang ikut masuk ke ruangannya.


Rendi memberanikan diri mengakui kesalahannya di hadapan semua orang terutama Metha. Metha yang mendengar hal itu langsung menampar Rendi berkali-kali sambil menangis. Namun Rendi hanya diam dan pasrah karena dia memang bersalah.


Setelah Metha puas menampar dan memukulnya, barulah Rendi mengutarakan maksudnya ingin menikahi Metha.


Metha histeris, dia benci Rendi dan dia mengusirnya, tapi Rendi malah berlutut dan memohon agar Metha mau menerima permintaan maafnya. Dia juga mohon belas kasihan Metha, jika dia di penjara bagaimana nasib putrinya yang akan hidup sendiri tanpa kasih sayang orangtua.


"Nak...cobalah buka hatimu, kasihan putrinya. Dia juga mencintai kamu dan mau bertanggungjawab, Papa mohon kamu pikirkan hal ini baik-baik."


Papa Okan juga menjelaskan kepada Metha siapa sebenarnya Rendi, dan saat ini pembantu Rendi sedang menuju ke rumah sakit dengan membawa putrinya yang sejak tadi pagi menangis minta bertemu sang Papa.


🌻 Jangan lupa dukungannya ya sobat.... Terimakasih 🙏😉

__ADS_1


SEE YOU ♥️♥️♥️


__ADS_2