TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 23. MINTA RESTU


__ADS_3

"Bu...tadi kami sambil jalan pulang, membeli lontong pecal kesukaan Ibu, jadi kita makan bersama yuk?" ajak Ayu.


"Iya Bu, Okan ingin makan bareng dengan Ibu dan Ayu, sekaligus bersilaturahmi, selama ini belum sempat ngobrol dengan Ibu karena kami selalu pulang larut."


"Iya Nak, terimakasih ya sudah merepotkan Nak Dokter."


"Panggil Okan saja Bu, lebih enak kedengarannya."


Ibu pun mengangguk, lalu mereka makan bersama. Selesai makan, Ayu membereskan piring, membawanya ke dapur, kemudian duduk kembali bersama Ibu dan Okan.


"Bu, ada yang ingin Okan sampaikan? sekarang Ayu adalah kekasih Okan, Okan mohon izin Ibu untuk merestui hubungan kami."


"Apa Nak Okan serius! Nak Okan nggak malu dengan kekurangan yang ada pada Ayu, nanti Nak Okan bisa kena imbas gunjingan lho."


"Inshaallah Okan serius Bu, Okan hanya ingin restu dari Ibu."


"Ibu sangat senang mendengar hal ini! baru kali ini ada laki-laki yang serius mau berteman dengan Ayu. Ibu merasa tersanjung dan terharu, Nak Okan yang berpendidikan tinggi mau dengan Ayu yang seperti ini. Bagaimana nanti tanggapan keluarga Nak Okan? Ibu takut, mereka nantinya tidak bisa menerima kekurangan Ayu."


"Bu... ternyata tebakan kita benar tentang Kak Okan dengan Den Oki."


"Maksudmu mereka benar saudara kembar?"


"Benar Bu," ucap Okan.


"Astaghfirullah Nak, ternyata dunia ini sempit ya? Jadi bagaimana dengan Neng Metha, Ibu dengar orang tua Nak Okan menjodohkan kalian?"


"Iya Bu, tapi Okan tidak mau, Okan tidak mencintai Metha."


"Bisa runyam jika Neng Metha sampai tahu tentang hubungan kalian? Ibu yang baru mengenal Neng Metha saja bisa menebak bagaimana kepribadiannya."


"Sementara ini, kita tutup dulu ya Bu, Inshaallah nanti setelah Ayu dioperasi, baru kita akan menghadap Mama dan Papa."


"Benarkah Ayu akan dioperasi? tapi ibu belum punya uang untuk membayar operasi tersebut."


"Inshaallah Bu, lusa Okan akan melakukan pemeriksaan dulu, biar tahu, apa kemungkinan bisa hilang total atau tidak. Ayu akan Okan bawa ke rumah sakit, tapi Ibu nggak perlu cemas, semuanya biar Okan yang atur."


"Alhamdulillah, terimakasih Nak. Kamu malaikat penolong bagi kami, mudah-mudahan tanda itu bisa hilang ya Nak?"


Okan pun mengangguk, lalu bertanya, "Oh ya Buk, apa Oki tidak merepotkan selama Mama tidak ada?"

__ADS_1


"Nggak kok Nak! Den Oki baik, hanya saja sering murung. Makanya nyonya meminta agar Ayu mau menjadi temannya."


Okan pun memandang ke Ayu, lalu Ayu berkata, "Iya Kak, kemaren aku terlambat karena saat mau berangkat, Den Oki memintaku untuk menemaninya ngobrol."


"Oh...tapi kita harus jujur ke Oki Yu! Aku tidak mau nanti ujungnya terjadi salah paham. Aku baru mulai berbaikan dengannya."


"Nanti ya Kak, kita cari waktu yang tepat untuk mengatakan semua ke Den Oki. Oh ya Kak, aku sekalian mau minta izin, hari minggu pagi akan mengajak Den Oki jalan-jalan ke taman."


"Kok tumben dia mau keluar rumah Yu? selama ini, kami semua sampai capek membujuknya, dia tetap bertahan ingin di kamar saja."


"Bukannya bagus Kak! biar Den Oki jadi memiliki semangat kembali untuk sembuh."


"Iya benar, tapi tidak boleh sampai Oki tergantung sama Kamu Yu?"


"Kenapa Kak?"


"Aku nggak ingin dia mengharapkan sesuatu yang lebih dari kamu? Kamu kan sudah jadi milikku Yu. Jangan sampai Oki salah paham lagi terhadapku."


"Oh, gitu ya Kak, kalau begitu hari minggu Kakak ikut kami saja, biar kita kasi semangat Den Oki."


"Maaf Yu, minggu besok masih ada tugas di rumah sakit. Ya sudah, kamu ajak saja Oki mudah-mudahan semangatnya segera bangkit hingga dia bisa cepat pulih."


"Kalau begitu, aku pamit dulu ya Yu, malam ini rencana nginap di rumah Mama saja sekalian mau jenguk Oki. Besok pagi gimana? kamu mau bareng, biar aku antar ke sekolah."


"Nggak usah Kak, ntar malah ketahuan."


"Aku tunggu saja di persimpangan sana, jadi tidak bakal ada anggota di sini yang melihat."


"Baiklah, terserah Kak Okan saja."


"Aku pergi dulu ya Yu, Ibu di dapur ya?"


"Sebentar aku panggilkan Kak!"


Ayu segera memanggil Ibunya, lalu Okan pun pamit, dia ingin menjenguk Oki.


Sepeninggal Okan, Ayu dan Ibu memutuskan untuk beristirahat, sedangkan Okan pergi ke kamar Oki. Oki yang mendengar pintu kamarnya di ketuk pun mempersilakan masuk.


Okan pun masuk, lalu dia menyapa sang adik dan Oki malah berkata, "Tumben malam-malam kesini?"

__ADS_1


"Iya, baru pulang ngantar teman dekat sini, jadi aku putuskan saja nginap di sini sekalian jenguk kamu Ki?"


"Oh, Mama dan Papa sudah telephone Kan?"


"Belum tuh! barangkali lagi kangen-kangenan sama temannya, itu lho Papanya Metha. Oh ya Ki, aku sudah mengatakan perasaanku terhadap gadis itu, Alhamdulillah dia terima cintaku. Aku nggak mau nyesal lagi."


"Bagus deh kalau lu nyadar, dulu aku kan pernah mengingatkan, dasar lu nya saja mikirin kuliah melulu."


"Itu sudah takdir Ki, tinggal ke depannya aku harus belajar dari masa lalu."


"Bawa dong kesini, mumpung Mama dan Papa belum pulang, jika mereka di rumah apalagi ada Metha bakal terjadi perang dunia."


"Kamu sudah kenal kok!"


"Serius! kalau teman kuliah mu mah, aku banyak kenal, nah yang mana Kan?"


"Bukan teman kuliah, masih SMA dan dari keluarga biasa. Alhamdulillah, dia gadis yang baik dan mandiri. Dia hanya punya ibu dan ayahnya sudah meninggal."


"Siapa Kan, aku jadi penasaran?"


"Nanti, dia sendiri yang akan memperkenalkan diri. Tunggu saja, bakalan tidak lama lagi."


"Awas lu, ntar kalau kegaet aku jangan marah lu ya?"


"Inshaallah nggak bakalan, hatinya sudah padaku. Sudah deh, paling dalam minggu ini kamu juga bakal tahu. Kamu sudah makan Ki?"


"Alhamdulillah sudah, nah lu kapan rencananya mau kuliah lagi ke luar negeri."


"Belum tahu nih! aku jadi bimbang mau ninggalin tanah air, mana baru jadian dan program beasiswa pun sudah ku ajukan."


"Resiko lu lah pacaran dengan anak SMA, nah jika sudah dewasa kan bisa dinikahi dan diajak kemana saja."


"Nantilah, aku bicarakan dulu dengan dia kalau pengajuan bea siswa ku di terima. Sudah kamu istirahat Ki, aku juga mau istirahat. Jika butuh apa-apa telephone saja, Inshaallah aku datang."


"Iya Kan, paling aku mau langsung tidur."


Okan pun segera keluar dan langsung menuju kamarnya, dia sekarang lebih tenang, Oki sudah kembali seperti dulu, bisa berbicara layaknya sahabat. Tinggal bagaimana sekarang Okan memberikan semangat agar Oki mau rutin terapi guna mempercepat kesembuhannya.


SEE YOU ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2