
"Oh... silahkan Tuan, ayo ikut kami," ucap teman Metha.
Oki di bawa masuk ke dalam suatu ruangan dan pemilik cafe mempersilakan dia duduk, lalu teman Metha mulai membuka percakapan.
"Ngomong-ngomong Tuan kenal Metha dari mana?" tanya teman Metha.
"Temanku telah merekomendasikan tempat ini dan mengatakan ada yang masih ori, kualitas di jamin oke dan dia bernama Metha. Aku tidak mau terkena penyakit, jadi aku butuh yang masih ori."
"Oh ada Tuan yang ori tapi ya itulah bayarannya Tuan pasti tahu kan? sebanding dengan pelayanan, tapi bukan Metha. Metha barang oke sih, tapi sayang dia sudah pernah ada yang booking, jadi tidak ori lagi."
"Kenapa tiga hari yang lalu temanku mengatakan dia masih ori, berarti aku dibohongi dong?"
"Teman Tuan tidak bohong, baru kemaren dia dibooking orang dengan harga sangat tinggi, jadi kami tidak ingin mengecewakan anda dengan mengatakan dia masih ori. Anda pasti akan kecewa kan? Tapi jika Tuan masih penasaran dengan dia kami akan usahakan. Kita kasi lah harga di bawah ori," ucap pemilik cafe.
"Aku masih penasaran dengan yang namanya Metha, sebagus apa sih body nya? nggak apa-apa deh baru sekali di pake, masih aman. Aku mau dia jadi kapan aku bisa memakainya dan berapa harganya?"
"Begini ya Tuan, berhubung Metha nya hari ini tidak datang, beri kami waktu, paling lambat dua hari, kami janji anda akan mendapatkan Metha dengan service yang dijamin oke," ucap pemilik cafe lagi.
'Kamu harus cari dan bawa dia secepatnya kesini ya? jangan kecewakan pelanggan!" ucap pemilik cafe kepada teman Metha.
"Siap bos," jawab teman Metha.
"Silahkan Tuan tinggalkan Dp nya sekarang dan juga nomor ponsel Anda, kami akan segera menghubungi jika Metha nya oke," ucap pemilik cafe.
"Jadi berapa yang harus aku bayar untuk barang yang tidak ori lagi?"
"Yang ori biasanya 100jt sekali booking, karena Metha baru di pake satu kali 80jt Tuan. Silahkan Anda isi list ini dan jika Anda berubah pikiran kami masih ada barang baru, jamin Anda akan puas dan tidak menyesal."
"Saya mau Metha dulu, kalau memang service nanti oke mungkin saya akan coba yang lain. Mana list untuk Metha tadi?"
"Ini Tuan," ucap pemilik cafe sambil menyodorkan list nya.
__ADS_1
Oki segera mengisi daftar lalu dia mengeluarkan uang dari dompetnya, kebetulan tadi dia baru mengambil uang dari ATM senilai 5jt.
Diapun menyodorkan uang tersebut kepada pemilik cafe, "5jt sisanya barang datang," ucap Oki."
"Siap Tuan," ucap teman Metha tersenyum puas sambil melihat uang di tangan pemilik cafe.
"Secepatnya aku tunggu kabar dari kalian!"
"Baik Tuan," ucap pemilik cafe sambil mengulurkan tangannya dan berkata lagi, "Senang bekerja sama dengan Tuan."
Oki menyambut uluran tangan itu, lalu dia bergegas pergi. Oki melajukan mobil ke arah jalanan macet, dia tidak mau ambil resiko jika diikuti oleh pihak mereka, setelah dirasa aman, dia membelokkan mobil ke arah kllinik Okan. Oki sudah tidak sabar ingin menyampaikan berita ini kepada saudaranya itu.
Ayu yang melihat kedatangan Oki merasa heran, lalu dia memberitahu Okan. Okan mengajak saudaranya ke dalam untuk berbicara. Kemudian Oki menceritakan hasil penyelidikannya barusan.
Okan yang mendengarnya sangat marah, "Dasar brengsek! ternyata teman Metha sendiri dalangnya. Dia di jual tanpa mendapatkan uang sepeser pun. Kita harus segera mengungkap kasus ini, Metha harus mendapatkan keadilan."
"Iya Kak, mereka memanfaatkan wanita-wanita yang sedang stress, membuatnya mabuk lalu menjualnya. Mereka harus mendapatkan hukuman setimpal," timpal Ayu.
"Kita harus cepat bicarakan hal ini dengan Om, Tante serta Papa Mama agar mereka bisa segera meminta bantuan polisi untuk menyelesaikan masalah ini," ucap Okan.
"Oke Kan, sebentar aku masukkan ke garasi ya."
Oki segera menyimpan mobil papanya ke dalam garasi yang ada disamping klinik Okan, setelah itu mereka akan ke rumah sakit untuk menemui orang tua Metha.
Okan pamit kepada dokter penggantinya, lalu dengan menggunakan mobilnya mereka pun berangkat ke rumah sakit.
Mereka tiba di sana, Papa Mama heran melihat Oki kembali masih memakai pakaian yang sama.
"Kamu tidak pulang berganti pakaian Ki? kok balik lagi masih memakai pakaian tadi? dari mana saja kamu?"
Oki lalu menceritakan semua hasil penyelidikannya, Keempat orangtua pun sangat terkejut terutama Tuan Sutan. Beliau sangat marah hingga gelas yang ada di dalam genggamannya pecah dan melukai tangan beliau.
__ADS_1
Mama Metha yang melihat hal itupun menangis, dia panik dan segera memanggil dokter untuk mengobati luka di tangan suaminya.
Okan mencoba menenangkan Sutan dan mereka segera menghubungi polisi agar mengatur penangkapan orang-orang dibalik musibah yang menimpa Metha.
Masalah ini akan ditangani oleh polisi yang bekerjasama dengan Oki, kini tinggal bagaimana mereka membuat Metha sembuh dari traumanya.
Mama mendekati Oki, menepuk pundaknya sambil berkata, "Semoga berhasil ya Ki, Mama bangga sama kamu, ternyata anak Mama memiliki bakat detektif."
Oki menyeringai, setidaknya kini dia tahu sang Mama memang tidak pernah membedakan dirinya dengan Okan. Mama bangga terhadap kedua putranya.
"Pulanglah Nak! istirahat, kamu pasti lelah. Terimakasih, mudah-mudahan dengan bantuanmu masalah Metha segera berakhir."
"Iya Om, Oki juga berharap begitu."
Tuan Sutan pun memeluk Oki, dia bangga dengan kecerdasan putra kedua sahabatnya ini. Mereka masing-masing memiliki kelebihannya sendiri-sendiri.
"Kan...antar aku pulang ya?"
"Lho...mobil Papa kemana?"
"Maaf Pa, Okan meminta Oki agar menyembunyikannya dulu di garasi klinik, menghindari kecurigaan pihak lawan yang bisa saja mengikuti dan mengenali Oki dari plat mobil."
"Oh...baguslah. Antarlah adikmu pulang biar Papa Mama nanti pulang naik taksi."
Merekapun segera pamit, begitu juga dengan Ayu. Entah mengapa saat ini Ayu rasanya ingin menguatkan Mama Metha yang sedari tadi dilihatnya meneteskan air mata sambil menggenggam tangan Metha.
Ayu memeluk Mama Metha, dia merasakan hangatnya pelukan seorang ibu yang sekarang menangis tergugu di bahunya. Mama Metha pun terasa enggan melepaskan pelukan tersebut, dia merasa nyaman dan memiliki tempat untuk menumpahkan kesedihannya.
"Sabar ya Nyonya, semua cobaan pasti berlalu. Nyonya harus kuat demi Mbak Metha."
"Terimakasih Nak, jangan panggil saya Nyonya. Panggil saja ibu, kamu seperti putriku. Terimakasih telah meminjamkan bahumu, pakaianmu jadi basah karena air mata Ibu," ucap Mama Metha sambil tersenyum dan mengusap pundak Metha yang basah.
__ADS_1
🌻 Selamat pagi semua, semoga keberkahan selalu menyertai kita. Amiin....
SEE YOU ♥️♥️♥️