TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 67. KEUSILAN YANG BERBUAH MANIS


__ADS_3

🌟🌟 🌟 Bagi para reader yang takut ibadah puasanya terganggu karena membaca episode ini, mohon nanti malam saja ya di lanjutkan membacanya, setelah berbuka puasa. Karena di part ini sedikit hareudang, menyangkut tentang malam pertama.πŸ™β™₯️




Okan keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang menutupi separuh tubuh bagian bawahnya saja, hingga membuat Ayu malu dan repleks menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.



"Kenapa malu Sayang?" tanya Okan sembari mendekatinya.



"Iih...Kak Okan, malu dong. Pakai pakaian sana Kak! itu sudah Ayu siapin di atas tempat tidur," ucap Ayu sambil tetap menutup matanya.



Okan hanya tersenyum sambil menggeleng dan berlalu mengambil serta memakai bajunya. Dia tahu, Ayu masih terlalu polos, sementara dirinya merupakan seorang pria dewasa yang sepantasnya sudah memiliki anak seperti teman-temannya yang lain.



"Sudah buka matanya, mandi sana Yu agar kita bisa segera beristirahat," ucap Okan.



Ayu perlahan membuka matanya, dia menyeringai sambil berlari ke kamar mandi. Dia mengelus dada sambil merasakan detak jantungnya yang tidak karuan. Ini pertama kalinya, Ayu melihat seorang lelaki bertelanjang dada.



Dia tidak memungkiri bahwa Okan suaminya memiliki tubuh yang atletis, cewek manapun yang melihatnya tanpa memakai baju pasti akan merasakan hal yang sama seperti Ayu.



"Yu...kenapa lama sekali di dalam kamar mandi?" teriak Okan.



"Iya Kak, sebentar lagi siap kok," jawab Ayu.



Sebenarnya Ayu sudah selesai mandi, tapi karena tadi terburu-buru, dia jadi lupa untuk membawa pakaian ganti. Hal ini membuat Ayu tidak mungkin keluar dengan hanya memakai handuk saja.



Okan menyadari hal itu, dia akhirnya berpura-pura tertidur agar sang istri segera keluar dari dalam kamar mandi.



Ayu yang tidak mendengar suara Okan lagi, segera mengintip keluar, dia menarik nafas lega karena berpikir Okan sudah tertidur.



Dengan berjingkat-jingkat, Ayu pun keluar, berharap Okan tidak mengetahui bahwa dirinya sudah selesai mandi dan hanya mengenakan handuk saja.



'***Aman***...,' batin Ayu.

__ADS_1



Tapi saat dia membelakangi Okan hendak berganti pakaian, tiba-tiba sebuah tangan, melingkar, memeluk erat pinggangnya sembari menciumi punggungnya yang putih mulus itu.



Lalu kedua tangan itu masuk kebalik handuk mandi Ayu, bermain-main di sana, hingga membuatnya menggeliat. Tak ayal lagi, handuk itupun terlepas, kini tampaklah tubuh Ayu tanpa sehelai benangpun.



Okan membalikkan tubuh istrinya, mencium bibir mungil itu sepuasnya, hasrat yang kian memuncak membuatnya tidak hanya puas sampai disitu.



Ayu awalnya berusaha menolak, tapi irama permainan Okan berhasil membuat dirinya pun ikut terlena, merasakan perasaan yang semakin menuntut untuk mendapatkan kenikmatan lebih.



Mendapatkan tanggapan dari Ayu, mata Okan semakin berkabut, apalagi ketika mendengar lenguhan demi lenguhan dari sang istri, Okanpun lebih bersemangat lagi melancarkan aksinya.



Akhirnya perbuatan yang awalnya hanya ingin mengisengi sang istri itupun berlanjut kepada sebuah kegiatan panas yang mengakibatkan mahkota keperawanan Ayu direnggut secara manis oleh sang suami.



Ayu menangis dalam pelukan Okan, selain karena merasakan sakit di area sensitifnya, diapun merasa takut jika hasil dari perbuatan yang mereka lakukan malam ini akan membuat Ayu hamil. Sementara keduanya melakukan kegiatan itu tanpa menggunakan pengaman.



Melihat istrinya menangis terisak-isak membuat Okan merasa bersalah, dia mendekap Ayu erat sambil berkata, "Maaf Yang, maafkan aku, aku tidak kuasa mengontrolnya lagi."




Okan pasrah menerima pukulan dari Ayu, tapi akhirnya dia memeluk kembali tubuh istrinya itu dengan erat, sambil mencium puncak kepalanya dan berkata, "Habisnya lenguhan-lenguhanmu terdengar seksi sih, di telingaku, hingga aku tak kuat lagi untuk menahannya. Aku merasakan kenikmatan yang tidak akan pernah terlupakan seumur hidupku."



Sejenak Okan terdiam, kemudian dia berkata lagi, "Lihatlah ini Sayang, bukti percintaan kita malam ini," ucap Okan sambil menunjuk noda darah yang ada pada seprai putih itu.



Ayu semakin membenamkan wajahnya dipelukan Okan, dia tidak memungkiri, walaupun sakit, dia juga merasakan hal yang sama seperti yang dikatakan oleh Okan.



"Jadi bagaimana jika aku nanti hamil Kak? Padahal ujian akhir masih tiga bulan lagi," ucap Ayu yang masih merasa was-was.



"Ya nggak apa-apa Sayang, aku senang jika kamu hamil, toh nggak salah kita melakukannya. Kita pasangan sah dan saling cinta," jawab Okan santai.



"Tapi 'kan jika pihak sekolah tahu, aku bakal di DO Kak, apalagi jika aku sampai hamil."


__ADS_1


"Sudah, jangan takut, itukan jika ketahuan, jika tidak, aman. Aku masih boleh 'kan memintanya lagi Yang? dua malam lagi lho... kita bisa seperti ini. Setelah itu, tiga bulan lebih lagi, baru kita bisa menikmatinya kembali," ucap Okan sembari menaik turunkan alisnya sambil tersenyum menggoda Ayu.



"Iih...Kak Okan mesum! Nggak mau ah!" ucap Ayu sambil membulatkan mata lalu mencebikkan bibirnya.



"Emang kamu tega? Membiarkan suamimu ini merana? Nggak bisa tidur sepanjang malam? Kamu nggak penasaran ingin menikmatinya lagi?" tanya Okan yang ingin terus menggoda sang istri.



"Nggak tahu ah! Kak Okan makin mesum saja!" ucap Ayu malu, lalu membenamkan wajahnya yang memerah seperti kepiting rebus itu ke dada Okan.



Okan tertawa, sambil mengelus kepala sang istri. Rasanya berat untuknya meninggalkan Ayu, apalagi setelah apa yang mereka lakukan tadi malam. Dia pasti akan selalu merindukan kehangatan bersama istri kecilnya itu.



Malam ini, karena lelah sehabis melakukan pertempuran panas tadi, mereka pun tertidur sambil berpelukan, dalam selimut yang sama tanpa mengenakan sehelai benangpun.



Menjelang pagi Okan terbangun, ternyata di balik selimut ada yang menonjol, juniornya menuntut jatah kembali.



Ayu yang mendapatkan ciuman dan elusan lembut dari Okan, mengerjap-ngerjapkan mata, lalu tanpa sengaja dia menyentuh dan memegang bagian yang menonjol tersebut.



Ayu kaget, belum sempat dia melepaskannya, Okan telah \*\*\*\*\*\*\* bibirnya dengan ciuman-ciuman panas yang membuat Ayu kesulitan bernapas.



"Ampun Kak!" ucap Ayu, saat Okan telah melepaskan \*\*\*\*\*\*\* di bibirnya itu.



"Aku tidak mau tahu, pokoknya kamu harus tanggung jawab, siapa suruh menyentuhnya, jadi terbangun 'kan juniorku," ucap Okan yang sengaja ingin membuat Ayu merasa bersalah, padahal sebelum Ayu terbangun, juniornya sudah tegak, menginginkan jatahnya kembali.



Ayu tidak bisa berkata lagi, dia memang tadi menyentuh bahkan menggenggamnya, lalu dia berkata, "Boleh Kak, tapi masih sakit lho!"



"Tenang, aku akan melakukannya perlahan Yang, hingga kamu tidak akan merasakan kesakitan lagi seperti tadi malam. Aku janji," ucap Okan sambil tersenyum penuh kemenangan.



Mereka pun pagi ini melakukannya kembali, sesuai janji, Okan melakukan dengan perlahan dan lembut. Memang Ayu masih merasakan sakit di area sensitifnya, tapi tidak sesakit saat tadi malam.



Okan tersenyum puas, ternyata istri kecilnya itu sudah lebih pintar ketimbang tadi malam, mereka melakukannya untuk beberapa ronde pagi ini, hingga berakhir dengan Ayu yang memimpin permainan.


__ADS_1


🌟Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys....πŸ™β™₯️


__ADS_2