TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 27. KEBAIKAN MENGINGATKAN DAN MENGAJAK


__ADS_3

Setelah selesai sholat, mereka makan bersama sesuai permintaan Mamanya Dilla. Mama senang hari ini kedatangan tamu baik, tidak seperti teman-teman Dilla yang sering datang sebelumnya.


Beliau berharap Ayu dan Sisil akan membawa pengaruh baik kedepannya, bisa merubah Dilla menjadi anak yang baik dan juga taat beribadah.


Ayu dan Dilla yang sudah terbiasa di rumahnya berberes setelah makan, membantu Mama mencuci piring, walaupun Mama Dilla melarang tapi mereka tetap mengerjakannya.


"Sudah Nak, biar Ibu saja yang membereskannya, nanti baju kalian kotor, berbincang saja di depan, nanti Ibu menyusul."


"Nggak apa-apa Bu, sebentar juga selesai," ucap Sisil.


"Oh ya, sering-seringlah main kesini, Ibu senang jika Dilla mempunyai teman-teman sebaik kalian. Ibu ingin Dilla berubah jadi anak yang baik, rasanya Ibu malu sering di panggil ke sekolah karena ulah Dilla."


"Mama? Dilla janji, kedepannya Mama tidak akan malu lagi karena ulah Dilla. Maafkan Dilla ya Ma?" ucap Dilla sambil memeluk sang Mama.


"Serius nih, Dilla janji mau berubah? Alhamdulillah, terimakasih, ini baru anak kesayangan Mama."


Mama pun memeluk Dilla erat, begitu juga Dilla. Dilla meneteskan air mata karena selama ini telah menyusahkan sang Mama.


Ayu dan Sisil ikut senang, Dilla benar ingin berubah. Setelah selesai mencuci piring, mereka pun pamit karena Okan dan Ayu harus segera ke klinik tapi sebelumnya akan mengantar Sisil terlebih dahulu pulang ke rumahnya.


Dilla dan Mamanya melambaikan tangan, saat mobil Okan perlahan meninggalkan rumah mereka.


Sambil pokus menyetir, Okan pun bertanya, "Sil, dimana alamat rumahmu? Kami akan antar kamu dulu baru ke klinik."


"Maaf ya Dok, jadi merepotkan."


"Nggak apa-apa kok, bukankah sekalian jalan pulang, lagipula angkot jam segini pasti susah."


"Terimakasih Dok. Aku bersyukur, Ayu bisa dekat dengan pria baik seperti Dokter. Sudah cukup dia hidup menderita, sekarang saatnya dia bahagia."


"Inshaallah, aku akan berusaha membahagiakannya, Ayu pantas bahagia," ucap Okan sambil tersenyum menatap Ayu dari balik spionnya.


Ayu pun tersenyum, ini mungkin salah satu dari buah kesabarannya selama ini.


"Dok, di persimpangan depan kita belok ke kanan ya, nanti ada Alfamart di jajaran ruko sebelah kiri, nah rumahku tidak jauh lagi dari situ."

__ADS_1


"Oke, Pak sopir siap mengantar nona-nona baik dan cantik."


"Ternyata Dokter bisa bercanda juga ya? beruntung banget kami punya sopir pribadi seperti Dokter, dunia bakalan terbalik."


Ketiganya pun tertawa, Sisil memang orangnya supel jadi dia bisa cepat akrab walau baru kenal seseorang.


"Itu Dok rumah saya!" tunjuk Sisil.


Okan pun membelokkan mobilnya ke halaman rumah Sisil yang cukup luas, di sana terlihat ibu Sisil sedang menyapu halaman. Mereka bertiga pun turun, lalu Sisil mempersilakan mereka untuk masuk.


Namun berhubung hari sudah sore, Okan dan Ayu langsung pamit kepada Sisil dan Ibunya, mereka janji lain waktu akan berkunjung untuk bersilaturahmi.


Kemudian Okan dan Ayu meneruskan perjalanan menuju klinik, Okan pun bertanya, "Hari minggu rencananya kita akan bawa Oki kemana ya Yu?"


"Taman kota saja Kak, di sana kita bisa lebih santai, lagian banyak tempat nongkrong dan pedagang makanan."


"Iya juga ya, kita bisa sambil sarapan di sana."


"Oh ya Yu, sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan, jika pengajuan bea siswaku di terima, aku akan berangkat kuliah ke Amerika, mungkin setahun di sana. Ini tidak bisa ku elakkan Yu karena aku mengajukan permohonan sebelum kenal kamu."


Okan tahu perasaan Ayu, dia menggenggam erat tangan Ayu, lalu berkata, "Aku tahu Yu, ini berat. Aku juga merasakan hal yang sama seperti yang saat ini kamu rasakan, Inshaallah kalau memang aku lulus, sebelum berangkat aku ingin kita bertunangan, agar lebih memperkuat ikatan cinta kita. Jika kamu sudah tamat sekolah, mungkin aku memilih menikahimu Yu dan membawamu untuk ikut bersamaku."


"Aku percaya dengan Kakak, sedih sih memang, tapi aku tahu itu harapan terbesar Kakak dan juga demi masa depan kita pastinya, jadi aku ikhlas Kak, jika memang pengajuan Kakak di terima nantinya," ucap Ayu sambil membalas genggaman tangan Okan.


"Terimakasih Yu atas dukunganmu, memang bea siswa ini harapan terbesarku untuk meningkatkan karir dan aku mengidamkannya sejak lama, tapi aku tidak menduga jika akan bertemu cintaku dalam masa penantian."


"Tetap semangat Kak, aku akan terus mendukung Kakak."


Okan sedikit tenang telah menyampaikan ganjalan di hatinya, dia mengatakan sejak dini agar Ayu bisa mempersiapkan hati jika memang pengajuannya nanti di terima.


"Terimakasih Yu, tapi kita harus pokus dulu ke pemeriksaan kamu, kalau bisa operasi kita laksanakan secepatnya."


"Iya Kak, eh...nggak terasa ternyata kita sudah sampai Kak."


"Ayo kita turun, itu para suster juga sudah datang. Nampaknya sudah ada beberapa pasien menunggu padahal belum ashar kan?"

__ADS_1


"Mungkin mereka ingin dapat nomor antrian awal Kak, jadi datang lebih cepat."


"Iya mungkin Yu."


Melihat dokter Okan dan Ayu tiba, para pasien yang antri pun tersenyum menyapa, mereka kagum dengan ketampanan dokter muda dan jenius itu.


"Dok, ini sudah ada 10 orang pasien yang antri," lapor suster kepada Okan.


"Iya Sus, kita sholat Ashar dulu, biar nyaman bekerja, lagipula sebentar lagi pasti Adzan."


Kedua Suster tersebut pun mengangguk. Ayu sudah berwudhu, sembari menunggu waktunya tiba begitu pula Okan juga sudah bersiap sebagai imam sholat.


Sebelum memulai sholat, Okan mengingatkan pasien dan keluarga yang sedang mengantri, jika ada yang mau ikut sholat dipersilakan untuk masuk ke barisan shaf.


Sholat adalah kewajiban setiap umat muslim yang tidak boleh ditinggalkan. Bahkan dalam kondisi tidak mampu berdiri atau duduk sekalipun, selama masih mempunyai kesadaran, maka sholat masih menjadi kewajiban yang tidak boleh dilewatkan.


Namun sayangnya, banyak sekali muslim yang saat ini justru meninggalkan sholat dengan sengaja, padahal ia tidak mempunyai halangan apapun. Lalu bagaimana hukum mengingatkan orang sholat?


Dalam Islam, seorang muslim memang memiliki kewajiban untuk mengingatkan muslim lainnya dalam kebaikan. Allah Ta’ala berfirman,


وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)} [العصر : 1-3]


Yang artinya :


...“Demi masa, sesungguhnya seluruh manusia itu berada dalam kerugian. Kecuali mereka yang beriman, dan beramal shalih, dan saling menasihati dalam kebenaran, dan (saling menasihati) dalam kesabaran."...


... ( QS Al-Ashr 1-3 )...


Dokter Okan berusaha mengingatkan saudaranya sesama muslim sebelum dia memulai sholatnya. Begitu selesai adzan berkumandang, barulah dokter Okan mulai memimpin sholat berjamaah.


Kemudian setelah selesai melaksanakan sholat, Dokter Okan pun kembali ke ruangannya dan segera meminta suster agar memanggil nomor antrian pertama.


🌻 Terimakasih kepada para sobat yang telah setia mengikuti karyaku ini dan terimakasih atas semua dukungannya, semoga ilmu yang coba aku sampaikan bermanfaat untuk semua, terutama bagi diri author dan juga keluarga.


SEE YOU ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2