TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 66. AKAD NIKAH


__ADS_3

Selesai makan, para orang tua berkumpul untuk membicarakan acara akad besok, sementara para menantu perempuan berkumpul di kamar Ayu, mereka ingin melihat Ayu mencoba pakaian pengantinnya.


Sedangkan Okan, Oki, Andra, Haris dan juga Rendi ngobrol tentang banyak hal, baik mengenai bisnis, ilmu kedokteran dan juga nasihat bagaimana menjalankan pernikahan untuk Okan juga Rendi. Mereka juga memberi nasihat kepada Oki agar bersungguh-sungguh memikirkan masa depannya.


Di sela obrolan tersebut, Okan menitipkan amanah kepada Oki dan juga Rendi agar memperhatikan anak-anak jalanan yang selama ini di bawah asuhan Okan.


Rumah dan juga pendidikan untuk para anak jalanan itu sudah diupayakan oleh Okan tinggal mereka mengontrol tim yang akan memberikan pengajaran bagi mereka.


Walaupun Okan jauh dia akan tetap membantu, dengan mentransfer dana melalui Oki untuk membantu memenuhi biaya hidup anak-anak jalanan tersebut.


Rendi pun berjanji akan menjadi donatur tetap bagi anak-anak tersebut. Andra dan Haris juga bersedia membantu, mereka juga akan mentransfer dana setiap bulannya kepada Oki untuk membiayai pendidikan mereka.


Kini Okan bisa tenang, meninggalkan anak-anak tersebut di bawah asuhan Oki dan juga Rendi. Dia bisa fokus terhadap kuliahnya sembari menunggu kedatangan Ayu di sana.


"Ayo kita istirahat, kasihan Okan, sudah hafal belum lafadz ijab kabul nya?" tanya Andra.


"Insyaallah, sudah Kak," jawab Okan.


"Aku belum Kak!" celetuk Oki.


Okan segera menimpuk adiknya yang sukanya bercanda terus. Semua tertawa mendengar candaan Oki.


Mereka pun memutuskan untuk beristirahat, esok pagi semua akan bersiap untuk pelaksanaan acara pernikahan Okan dan Ayu.


Selesai sholat subuh, mereka memberi kejutan kepada Ayu, karena hari ini adalah ulang tahunnya yang ke 17. Masing-masing memberikan kado ulang tahun sekaligus hadiah pernikahan, begitu pula dengan Okan.


Sejak lama Mama dan Papa Chandra sudah mempersiapkan sebuah rumah untuk kedua putra mereka jika sudah berumah tangga.

__ADS_1


Hari ini Mama menyerahkan sertifikat rumah itu kepada Ayu dan Okan. Sedangkan Sutan memberikan seperangkat berlian dan memberikan bagian harta dan perusahaan untuk Ayu, yang memang sudah menjadi bagiannya.


Untuk Andra, haris dan juga Metha Sutan telah memberikan bagiannya masing-masing. Dia tidak membedakan walaupun Metha bukan putri kandungnya.


Namun Sutan berpesan kepada semua anaknya, jika Sutan dan Mama Sintia nanti sudah tiada, maka rumah yang mereka tempati sekarang adalah milik Ayu, karena 17 tahun dia kehilangan kasih sayang serta kehidupan bahagia di rumah itu.


Andra, Haris dan Metha pun setuju dengan keputusan Sutan karena Ayu memang pantas untuk mendapatkannya.


Berbagai macam hadiah sudah Ayu terima, dia sangat berterimakasih, di ulang tahunnya ke-17 ini begitu banyak mendapatkan kebahagiaan terutama bisa berkumpul dengan keluarganya dan mendapatkan kasih sayang dari calon imam seperti Okan.


"Ayo kita bubar, itu MUA sudah datang, Ayu dan Okan harus segera di rias karena sebentar lagi penghulu perkawinan akan datang," ucap Mama Ina.


MUA segera melaksanakan tugasnya, mereka awalnya terkejut saat melihat tanda di dahi Ayu tapi setelah Okan dan Ayu menjelaskan merekapun paham.


Ayu mengenakan kebaya dan hijab putih dipadu dengan warna gold sedangkan Okan mengenakan pakaian yang berwarna senada dengan Ayu.


Mereka terlihat sangat serasi, duduk berdampingan di hadapan penghulu perkawinan, para saksi dan juga di hadapan Sutan sebagai wali pernikahan.


Setelah itu beliau meminta Okan bersiap untuk proses pelaksanaan ijab kabul. Okan dan Sutan saling berjabat tangan kemudian Sutan pun berucap :


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Ananda Dr. Okan Chandra Pratama, Sp.KK bin Candra Winata Pratama dengan anak saya yang bernama Ayumi binti Armahedi Mahzar dengan mas kawin berupa seperangkat perhiasan dan alat sholat, tunai.”


Okan pun menjawab dengan satu kali tarikan nafas,


"Saya terima nikah dan kawinnya Ayumi binti Armahedi Mahzar dengan mas kawin yang tersebut, tunai."


"Bagaimana para saksi?" tanya penghulu perkawinan kepada para saksi.

__ADS_1


"Sah," ucap kedua saksi dan diikuti oleh semua yang hadir di sana.


Semua yang hadir mengucap alhamdulillaah, mereka bersyukur acara ijab kabul berjalan lancar.


Ayu mencium tangan suaminya dan Okan pun mencium puncak kepala Ayu sembari membacakan doa untuk keberkahan rumah tangga mereka.


Kemudian Penghulu perkawinan segera meminta Okan untuk mengucapkan janji pernikahan. Setelah selesai, kedua mempelai sungkeman kepada para orangtua dari kedua belah pihak.


Ayu menangis, saat dia sungkem kepada Bu Nita, ibu yang 17 tahun telah merawat dan membesarkannya, begitu pula Bu Nita beliau memeluk Ayu dengan erat sambil menangis, bayi mungil yang selama ini di besarkan olehnya telah menjadi seorang istri yang akan bertanggung jawab terhadap suami dan keluarga barunya.


Kemudian acara sakral itupun di akhiri dengan pembacaan doa. Semua yang hadir mengucapkan selamat kepada kedua mempelai dan mengabadikan moment penting ini dengan foto bersama.


Mama kemudian meminta para tamu, termasuk tetangga untuk menyantap hidangan yang telah disediakan.


Acara berjalan lancar hingga para tamu meninggalkan rumah. Para pelayan pun membereskan rumah sementara semua keluarga pun beristirahat.


Okan dan Ayu pun kembali ke kamar pengantin. Okan memeluk Ayu yang telah sah menjadi istrinya, lalu dia membuka hijab Ayu mencium puncak kepala, mengelus wajah serta mencium kening Ayu berulang-ulang tanpa merasa jijik.


Bibir keduanya saling bertemu, hingga masing-masing merasakan hawa panas yang menjalar ke dalam tubuh mereka.


Namun sebelum Okan melakukan hal yang lebih dalam, Ayu mengingatkan akan kesepakatan mereka bahwa malam pertama akan mereka lakukan setelah Ayu siap dan tamat sekolah.


Okan segera melepaskan pelukannya, dia mengusap kepala Ayu sambil meminta maaf, hampir saja Okan melupakan janjinya.


Kemudian Ayu ingin mengganti pakaiannya tapi dia kesusahan saat ingin melepaskan resletingnya, melihat hal itu Okan pun segera membantunya.


Hawa panas kembali menjalar ke tubuh Okan, dia menelan saliva saat melihat punggung mulus sang istri. Okan mencium punggung Ayu lalu memejamkan mata karena dia harus bisa meredam hasratnya.

__ADS_1


"Aku mandi dulu ya Yu, setelah itu baru kamu. Sebenarnya ingin sih mandi berdua, tapi takut, aku pasti tidak akan kuat lagi menahannya," ucap Okan sembari tersenyum, mencium Ayu yang terlihat malu dan Okan pun segera berlari ke kamar mandi.


Ayu sebenarnya tidak tega melihat Okan menahan hasrat, tapi dia masih takut untuk menjalankan tugasnya sebagai istri, makanya sebelum pernikahan, Ayu meminta Okan untuk berjanji akan meminta haknya saat Ayu sudah benar siap.


__ADS_2