TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 48. DUKUNGAN PAPA


__ADS_3

"Besok ajak dia ke rumah, Mama ingin mengenalnya, Mudah-mudahan dia sesuai dengan harapan Mama."


"Oke Ma, besok sore kami akan menghadap Mama dan Papa. Tapi Okan sangat berharap Mama merestui kami."


"Lagipula Ma, yang kami butuhkan istri yang bisa membahagiakan kami bukan istri kaya yang kerjanya ikut arisan sosialita, dan selalu meninggalkan keluarga demi kesenangannya sendiri. Apa Mama mau, anak dan cucu Mama nanti tidak dipedulikan oleh menantu Mama?" ucap Oki berusaha bijak.


Kemudian Oki melanjutkan lagi ucapannya, "Mungkin dari menantu Mama yang hanya dari keluarga biasa, dia bisa lebih memperhatikan keluarga, bisa membantu menjaga serta mengurus Mama dan Papa saat di hari tua nanti. Mama tinggal pilih mau menantu yang bagaimana?"


Papa Okan yang baru saja keluar dari ruangan Metha segera menimpali omongan putranya, "Papa memilih menantu yang bisa menyayangi anak, cucu dan juga kami sebagai orang tua."


"Tanpa memandang rupa, harta dan statusnya Pa?" tanya Oki.


"Ya," jawab Papa Okan dengan sangat yakin.


"Terimakasih Papa," ucap Okan seraya berdiri memeluk sang Papa.


"Papa dukung keputusanmu Nak, selagi itu bisa membuat kamu bahagia."


Oki pun mengacungkan dua jempol kepada sang Papa.


"Besok, bawalah calon istrimu untuk menemui kami, Papa tunggu jam 5 sore di rumah. Bagaimana Ma? masih nggak mendukung keputusan Okan? Mama harus ingat, Papa berasal dari mana? Papa juga dari keluarga biasa tapi apa yang papa punya sekarang? kebahagiaan bersama kalian."


Mama pun akhirnya mengakui hal itu, Papa Okan memang berasal dari keluarga tidak mampu dan dulu pernikahan mereka juga ditentang oleh keluarga sang istri.


Namun akhirnya beliau bisa membuktikan kepada keluarga Mama dan semua orang, bahwa Papa Okan bisa menjadi menantu, menjadi suami dan Papa yang terbaik bagi keluarganya. Karirnya juga cemerlang, dan yang terutama memiliki dua orang putra yang baik seperti Okan dan Oki.


Mama pun memeluk Okan dan Oki, "Maafkan Mama Nak. Mama mau memiliki menantu yang sayang dengan kita semua."


"Alhamdulillah," ucap Okan.


"Oki bisa jamin Ma, Pa...pilihan Okan tidak salah. Jika dia tidak mencintai Okan terlebih dahulu, mungkin Oki yang akan mengejar cintanya. Nggak mungkin kan Oki berebut cinta dengan Okan, Oki ikhlas dan senang dia akhirnya akan menjadi Kakak Ipar Oki."

__ADS_1


"Mama jadi penasaran, wanita seperti apa sih yang telah berhasil merebut hati kedua putra Mama yang macho ini?"


"Iya, Ma... Papa juga penasaran."


"Yang jelas orangnya dekat dengan kita, pokoknya surprise nanti untuk Mama dan Papa," ucap Oki lagi.


Mama dan Papa pun senang, akhirnya kedua putranya bisa akur dan saling mendukung.


"Oh ya... Kan, Oki, sekarang kita saling kerjasama untuk membantu membuat Metha pulih, walau bagaimanapun dia sudah seperti keluarga bagi kita. Mama dan Papanya juga teman baik, Mama nggak bisa melihat mereka bersedih seperti ini. Tentu saja Mama mau minta izin dan meminta bantuan calon istrimu."


"Iya Ma, Insya Allah kami akan berusaha membantu."


"Sekarang, Papa Mama mau pulang dulu. Kalian bantu jaga Metha ya?" pinta Papa.


"Iya Pa. Ini kunci mobil Okan Pa!"


Papa Mama segera pamit pulang, sedangkan Sutan dan istrinya memutuskan untuk menginap di rumah sakit.


Ayu yang masih menulis novel, begitu melihat panggilan masuk dari Okan segera mengangkatnya, terdengar suara Okan mengucap salam. Ayu pun menjawab salam, lalu menanyakan kabar tentang Metha.


"Kok Metha sih yang di tanyain, yang lagi ngomong di cuekin, aku kan rindu Yu? Apa kamu tidak rindu aku," ucap Okan yang menggoda Ayu.


"Ah...Kakak, kita kan baru saja bertemu."


"Lho... biasanya kita lebih banyak waktu bersama kan? sekarang sudah berkurang dan apalagi nanti, cuma lewat ponsel doang."


"Iya deh, Dokter tampanku," ucap Ayu malu.


"Nah gitu dong. Oh ya Yu, besok sore Mama dan Papa ingin berjumpa denganmu. Bersiap ya besok, lepas sholat ashar kita berangkat. Rencananya aku akan ajak kamu ke cafe tempat biasa kita makan, sekalian lihat anak-anak itu mengamen atau nggak besok."


"Iya Kak, tapi Ayu takut. Bagaimana reaksi Nyonya dan Tuan jika mereka tahu, ternyata Ayu calon istri kakak, anak pembantu di rumah mereka."

__ADS_1


"Kamu tidak boleh bicara seperti itu Yu, pembantu dan majikan itu sama manusia dan sama punya hak untuk bahagia. Pokoknya jangan khawatir, insya Allah mereka pasti akan menerima kamu."


"Mudah-mudahan ya kak."


"Kamu kok belum tidur? tadi kakak ragu mau telephone tapi karena tidak sabar dan rindu pingin lihat kamu, langsung deh tanpa pikir lagi klik nomormu," ucap Okan dengan tersenyum.


"Ayu lagi lanjutin nulis novel Kak, Alhamdulillah sudah di terima kontrak, jadi harus rajin update jika ingin dapat penghasilan lebih. Jika rajin up, pihak platform janji akan promosiin novelku di beranda Kak. Apalagi jika aku berani ikut crazy up, tapi rasanya belum sanggup, masih harus banyak belajar."


"Yang penting tetap semangat dan jangan lupa istirahat dan belajar ya, Kakak nggak mau kamu sakit."


"Insya Allah Kak."


"Kakak tutup dulu ya telephonenya, mau lihat kondisi Metha, selamat malam Sayang, emmuach..."


Ayu pun tersipu malu mendapatkan panggilan sayang dan ciuman jarak jauh dari Okan, Okan belum menutup panggilannya, dia melihat pipi Ayu merona seperti kepiting rebus.


"Lho...mana balasannya Sayang? nggak akan ditutup nih jika belum dibalas," pinta Okan.


Sambil tersenyum malu, Ayu pun membalas ciuman jarak jauh Okan. Sebenarnya hal ini dilakukan Okan agar hubungan diantara mereka semakin dekat dan harmonis, padahal dalam kenyataannya, mereka belum berani melakukannya sebelum halal.


Setelah membalas ciuman jarak jauh Okan, Ayu buru-buru menutup ponselnya, dia sangat malu dan tidak ingin wajah malunya itu terlihat lama-lama oleh Okan.


Keduanya tersenyum-senyum sendiri, hingga Okan dikejutkan oleh Oki. "Yang jatuh cinta, serasa dunia hanya milik berdua ya? ayo kita masuk Kan, biar Om dan Tante istirahat, gantian kita yang menjaga Metha."


"Kamu ngejutin aku saja, nanti kamu akan tahu rasanya jika kita sedang berjauhan dengan orang yang sangat kita sayang. Saat ini iyalah hatimu masih bercabang kemana-mana, belum serius dengan satu cewek."


"Sebentar lagi, aku juga akan serius dengan satu cewek, tunggu saja Kan. Aku mau tobat, mau jadi anak baik, biar terus di sayang sama kalian," ucap Oki dengan sungguh-sungguh.


"Mudah-mudahan tercapai, kami tunggu kabar baik itu. Papa, Mama pasti senang jika mellihat anak berandalannya berubah jadi baik," ucap Okan sambil mengacak-acak rambut adiknya.


🌻 Jangan lupa dukungannya ya sobat.....

__ADS_1


SEE YOU ♥️♥️♥️


__ADS_2