TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA

TAKDIR HIDUP SI BURUK RUPA
EPISODE 53. MENETAPKAN HARI PERNIKAHAN


__ADS_3

Okan dan Oki pamit pulang, Okan janji akan membawa Ayu bertemu dengan kedua orangtuanya sore ini. Karena mereka masih di rumah sakit, maka Okan akan membawa Ayu bertemu Mamanya di kantin rumah sakit saja.


"Ma...Okan pamit ya. Okan janji sore ini akan bawa dia temuin Mama dan Papa, sekaligus jenguk Metha."


"Iya Nak, kamu juga Ki, kapan mau kenalin ke mama?"


"Nanti ya Ma, satu persatu, gantian! Malam ini Okan dulu nah malam lain gilliran Oki," jawab Oki sambil menyeringai.


"Ayo kita pulang Ki," tarik Okan.


Mama hanya menggeleng melihat tingkah kedua putranya. Lalu mereka kembali masuk untuk pamit kepada Metha dan orangtuanya.


Setelah itu Okan dan Oki pun segera meninggalkan rumah sakit. Di dalam perjalanan Oki mengulangi permintaannya, "Benar ya Kan, besok kalian bantu aku, bantu menemui Sisil."


"Ngga janji Ki, kamu harus gentle lho, masa mau nyatain cinta musti di kawani."


"Please...tolong Kan?"


Baiklah, sepulang sekolah kita jemput Ayu dan Sisil, kita ajak mereka makan di cafe langgananku.


Di sana ada anak jalanan yang mengamen dengan angklung, kamu bisa pake kreasi mereka untuk membantumu mengungkapkan perasaan.


"Oke, terimakasih idenya Kan."


Mereka tiba di rumah, Okan segera mencari Ayu, lalu dia memintanya untuk bersiap karena sebentar lagi mereka akan berangkat.


Okan kemudian pergi ke kamarnya, dia mandi dan memakai pakaian terbaiknya, sementara Ayu juga memakai pakaian yang telah Okan belikan waktu itu.


Kini keduanya telah siap, Okan menjemput Ayu, dan dia ternganga, saat melihat Ayu menggunakan hijab. " Cantik, sempurna," ucapnya tanpa berkedip.


Ayu yang di perhatikan begitu oleh Okan merasa malu, lalu dia segera mendekat dan berkata, "Ayo Kak, kenapa bengong, ntar kelamaan Papa Mama menunggu."


"I-iya ayo kita berangkat."


"Kak, jantungku rasanya mau copot, aku takut Kak? Bagaimana jika mereka menolakku Kak?


"Tenang, aku akan selalu di sampingmu, jadi jangan gugup ya...aku akan bantu jawab pertanyaan dari mereka."


Bismillah, itulah yang Ayu ucapkan saat dirinya mulai masuk ke mobil. Okan menggenggam tangan Ayu yang dingin, dia tahu, Ayu masih cemas memikirkan pertemuannya nanti dengan calon mertua.


Sepanjang jalan, Okan memutar lagu romantis agar Ayu bisa rileks, lalu dia mencoba menggoda Ayu dengan ikut bernyanyi. Tidak lama kemudian mereka pun sampai di parkiran rumah sakit.


Okan turun, membukakan pintu, lalu menggandeng tangan kekasihnya menuju kantin. Mereka memilih tempat duduk yang nyaman, baru Okan menghubungi sang Mama.

__ADS_1


Mama dan Papa, bergegas menuju kantin, mereka sudah tidak sabar ingin melihat calon menantu. Mata Mama menyapu seluruh ruangan kantin dan melihat Okan di sana bersama seorang gadis berhijab yang duduk membelakangi pandangan Mama.


Beliau yang merasa penasaran, segera mendekati sang putra. Okan yang melihat kedatangan Mama dan Papanya pun tersenyum hingga membuat jantung Ayu serasa berhenti. Ayu bisa menduga jika kedua calon mertuanya sudah berdiri di belakangnya.


"Ma, Pa... perkenalkan ini calon istri Okan."


"Kamu! Ayu-kan? putri Bik Aisyah."


Ayu mengangguk, lalu tertunduk, dia takut menatap wajah Mama dan Papa.


"Kamu nggak bercanda Kan? bukankah dia asisten mu di klinik?"


"Iya Ma, Okan serius. Memang Ayu wanita yang Okan cintai, kami bertemu sebelum Ayu dan Ibu pindah ke rumah kita. Dan pertemuan kami pun tanpa sengaja, mobil Okan hampir menabraknya."


"Tapi Ayu masih sekolah Kan? bagaimana kalian bisa menikah. Pasti pihak sekolah akan mengeluarkan Ayu dari sekolah, jika mereka sampai tahu."


"Makanya Ma, jangan sampai mereka tahu. Ini situasi darurat, Okan akan berangkat dan dia tidak akan tenang jika tidak menikahi Ayu," ucap Papa.


"Ya sudah jika itu memang mau kalian, kapan kita akan melangsungkan pernikahannya Kan?


"Minggu depan Ma, tepat di hari ulangtahun Ayu yang ke-17 sekaligus selamatan kecil-kecilan."


"Apa Kak! secepat itu?"


"Benar juga kata Okan Yu, biar bisa buat cucu untuk kami! Mama setuju," ucap Mama bersemangat.


"Papa juga, kalau bisa hari ini? biar kalian bisa langsung pacaran halal," ucap Papa semakin membuat Ayu malu.


Namun hati Ayu sekarang tenang, ternyata sambutan orangtua Okan tidak seperti yang dia bayangkan, mereka welcome terhadap kedatangannya sebagai calon menantu.


"Surat menyuratnya bagaimana Kan, apa bisa diurus secepat itu?" tanya Mama.


"Tenang Ma! semua sudah selesai, Oki yang mengurus semuanya sekaligus penghulu pernikahan."


"Wah, ternyata kalian kompak ya di belakang, sepakat membohongi Mama!"


Okan pun tertawa lalu dia segera meminta maaf.


"Baiklah Yu, besok kita ke butik, untuk membeli gaun pernikahan. Mama mau kamu terlihat cantik walaupun cuma dalam acara sederhana."


kemudian Mama melanjutkan ucapannya, "Setelah Okan menyelesaikan kuliahnya, pulanglah kalian, kita akan mengadakan resepsi pernikahan kalian."


"Nggak usah Ma, yang penting kami sudah menikah, nanti malah merepotkan Mama dan Papa" ucap Okan.

__ADS_1


"Benar Nya kata Kak Okan."


"Kok Nyonya Yu? panggil Mama seperti Okan, kamu sekarang sudah menjadi putri kami."


"I-iya Ma."


"Nah itu baru benar," ucap Mama.


"Akhirnya, Papa akan segera punya menantu dan jika bisa awal tahun depan, kami sudah menggendong cucu."


"Ah Papa, memangnya kami mesin pencetak anak, bisa langsung jadi," ucap Okan hingga membuat Papa Mama tertawa.


Pelayan kantin pun mengantarkan makanan dan minuman yang telah dipesan oleh Okan sebelumnya, lalu Mama mempersilakan Ayu untuk makan.


Mama mengambilkan makanan untuk sang Papa, sementara Ayu juga melayani Okan. Mama yang melihat pun merasa senang, ternyata di awal saja Ayu sudah memberikan perhatian khusus kepada Okan.


"Terimakasih Yu, ini yang Mama cari dari seorang menantu, sayang dan perhatian kepada suami. Mama jadi tenang, tinggal memikirkan Oki, bagaimana nanti nasib cintanya."


Mereka menikmati semua hidangan dengan lahap, setelah itu pelayan mengantarkan puding untuk pencuci mulut.


"Ayo-kan, kita perkenalkan Ayu dengan keluarga Sutan, sekaligus kita lihat perkembangan kesehatan Metha, mudah-mudahan semakin membaik."


"Iya Ma," ucap Okan.


Mereka meninggalkan kantin lalu menuju ke ruang rawat tempat Metha di rawat. Mama kemudian memperkenalkan Ayu kepada Sutan sekeluarga sebagai calon menantunya.


Metha membulatkan mata, saat melihat Ayu, lalu dia berkata, "Bukankah dia perempuan itu?"


"Iya Mbak, aku yang waktu itu di klinik saat Mbak datang."


"Maaf ya, maafkan aku, yang telah menyinggung perasaanmu waktu itu," ucap Metha menyesal.


"Jadi kalian sudah kenal sebelumnya met?" tanya Mama.


"Hanya pernah bertemu sekali Tan."


"Oh... syukurlah jika kalian telah saling mengenal."


Okan lega, sudah tidak ada penghalang baginya untuk segera menikahi Ayu. Metha pun sudah ikhlas dengan perasaannya terhadap Okan, dia tidak mau memaksakan cintanya lagi. Cinta yang hanya bertepuk sebelah tangan.


🌻 Terimakasih atas semua dukungannya ya sobat, selamat malam dan selamat beristirahat.


SEE YOU ♥️♥️♥️

__ADS_1


__ADS_2