Takdir Nafizah

Takdir Nafizah
Sudah Resign


__ADS_3

"Mengapa Anda masih bertahan di sini sementara anak anda dalam keadaan pesakitan di sana?" tanyaku setelah duduk di sofa.


Dia berjalan anggunnya dengan balutan pakaian yang sederhana tidak akan pernah mengira ia adalah seorang bos dari club malam.


"Kau kira aku senang berada di sini dengan images buruk dari banyak orang, dulu aku di sini untuk melindungi putriku dari terjangan orang-orang yang akan melukai kami. Semakin buruk penilaian mantan suamiku kepadaku semakin aman kami untuk hidup," kata wanita itu sambil duduk depanku.


Aku tak mengerti apa maksud ucapnya, yang ku tangkap mungkin ada hubungan prahara antara mereka.


"Jika kau ingin membantu putriku, selidiki pula wanita ini, jika kau bisa susupkan orang mu dan jadikan kepercaya dari wanita ini, aku curiga di juga dibalik kasus yang menjerat putriku," kata Nyoya Kayla padaku


"Siapa wanita ini Nyoya?" tanyaku padanya.


"Dia adalah istri dari mantan suamiku dia juga dibalik hancurnya rumah tanggaku. mantan suamiku dikelilingi oleh orang-orang Yang licik,"


"Mengapa anda mengira bahwa wanita ini di balik dari semua kasus Putri anda?"


"Sederhana saja Putriku juga pewaris dari Tama crop, dan jika nama dia buruk maka dia di coret dari pewaris mereka, dan pewaris tunggal adalah Naura," katanya dengan wajah yang sarat kebencian dan kesedihan.


Aku menatap wanita ini wajahnya terlihat lelah nampak tangguh tapi rapuh.


"Baiklah nyonya, trimakasih mungkin ini akan sedikit sulit tapi kita harus tetap berusaha," kataku padanya


Trimakasih, Nak Angga andai Anda yang datang lebih dulu di kehidupan putriku mungkin ini tidak akan terjadi," kata wanita itu padaku.


"Aku sangat berharap padamu, aku di sini juga tidak tinggal diam," katanya padaku.


aku pun berpamitan pada nyonya Kayla. aku keluar dari ruangannya diantar oleh pengawalnya hingga di luar dari club itu, aku lalu memasuki mobilku dan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Aku melajukan mobil menuju tempat tinggalku di sini. Setelah sampai aku pun bergegas keluar lalu berjalan melalui lobby dan masuk ke dalam lift kemudian keluar lagi ketika sudah sampai di lantai tujuh, aku pun berjalan masuk ke dalam apartemenku setelah menekan pasword.


Aku masuk kedalam kamarku lalu masuk ke kamar mandi untuk membersikan diri kemudia menunaikan kewajibanku sebagai seorang muslim.


Setelah selesai ku dengar notifikasi dari handphone aku melihat ternyata dari Gilang, aku melihat alamat apartemen yang di kirim Gilang. Ini kebetulan atau apa ternyata apartemen itu tepat di depan apartemenku.


Aku bergegas memeriksa CCTV apartementnya. sial kenapa pada hari itu CCTV juga mati, mungkin betul kata nyoya Kayla masalah tak semudah yang kukira ada seseorang yang jaringannya lebih luas lagi.


Aku menghubungi teman ku Joy seorang hacker dan mengirim foto yang di berikan nyoya Kayla untuk meminta informasi yang tentang Wanita itu.


Aku memutar otakku untuk bisa mencari jalan bagaimana cara menolong Nafizah.


Untuk membuktikan nafizah tidak bersalah yang paling benar-benar mudah adalah membuat Hardian tersadar dari komanya tapi bagaimana caranya agar pria itu segera sadar.


Lelah berfikir akhirnya ku baringkan tubuhku di atas ranjang lalu ku pejamkan mataku sebentar. tak lama kemudian terdapat notifikasi dari Joy. ku buka aku terkejut temuan yang di kirim oleh Joy.


Aku kembali menghubungi Gilang untuk memberikan CCTV yang janggal itu.


Aku berencana untuk pergi butik di mana hadiah memesan pakaian untuk Nafizah.


aku pun segera keluar dari apartemenku berjalan masuk ke dalam lift yang membawaku ke lantai dasar lalu keluar dan berjalan masuk ke dalam mobilku kemudian ku jalankan membela jalan raya.


satu jam perjalanan akhirnya aku sampai ke butik yang besar dan terlihat mewah sepertinya buktik ini melayani orang-orang kelas atas, aku langsung masuk ke dalam butik ini dan pelayanan yang sangat ramah. 'Mau pesan apa langsung beli kalau langsung ada di deretan sana kalau pesan ke Mbak Ari," kata pelayan itu padaku


"Saya mau pesan Mbak untuk tunangan saya yang spesial sekali dan saya mau yang limited edition dan just one product, kataku pada pelayan itu.


"Kalau mau hal itu langsung ke mbak Ari mas langsung ke ruangan itu," kata pelayan itu.

__ADS_1


"Trimakasih yaa, mbak saya langsung kesana," kataku pada pelayan itu.


Akhirnya aku berjalan keruangan itu, sebelum masuk ku ketuk pintu dulu okemudian terdengar suara dari dalam mempersilakan masuk. Aku pun masuk kedalam, ketika aku masuk kedalam kulihat gadis yang bernama Ari memandangku tidak berkedip.


"Boleh saya duduk Mbak?" tanya ku sopan


"Boleh, Mas ada yang bisa saya bantu?"


"Saya pesan gaun yang paling spesial dan hanya tunangan saya yang pakai," kataku berbohong pada mbak Ari, agar aku mendapat informasi darinya tentang kejadian dua tahun yang lalu, jika kudapat akan kunci untuk menguak tabir yang tertutup.


"Oh Bisa mas, mana tunangannya akan saya ukur," kata Mbak Ari.


Aku pun terkekeh. "Tunangan saya itu gak ikut mbak, saya ini kan mau kasih kejutan sama tunangan saya."


"Mungkin Mas, punya ukuran bajunya bisa langsung saya desain," kata mbak Ari padaku.


"Sebentar ya mbak saya minta ukuran sama asisten saya dulu," kataku


"Aku mengirim pesan pada Gilang untuk minta ukuran baju Nafizah dan juga menanyakan siapa perancang busananya ternyata dulu bukan mbak Ari, tapi namanya adalah Indah, aku tetap tidak putus asa.


Aku kembali ke mbak Ari dan memberikan ukuran baju Nafizah. Ku lihat Mbak Ari mengernyitkan alisnya lalu mulai menggores desain ditabletnya, tak seberapa lama desain itu jadi dan di perlihatkan padaku


"Mbak kok desainnya biasa saja, setahu saya di butik ini terkenal desaian sangat bagus," kataku komplain.


"Itu waktu dipegang mbak Indah, saya cuma asistennya," katanya padaku.


"Saya mau yang desaian langsung Mbak indah, Mbak," kataku pada Mbak Ari.

__ADS_1


"Sudah resign," jawab Mbak Ari.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2