
(Pov Rudi)
Setelah makan siang kami berpisah Aku dan Kayla memilih memberikan kesempatan untuk tuan Erwan menghabiskan waktu bersama putrinya.
Aku dan Kaila masuk kedalam mobil, ku pakaikan sabuk pengamannya sambil mencuri cium bibirnya yang indah itu dia terkejut.
Dia melebarkan matanya menatap ku tajam, aku tertawa. "Aku tadi di dalam belum dapat yang manis, sayang," kataku sambil mengenakan sabuk pengamanku, lalu kulajukan mobil dengan kecepatan sedang.
"Kita lansung pulang apa jalan-jalan dulu nih, sayang?" tanyaku wanitaku.
"Boleh deh, selama ini aku gak pernah keluar, selalu di ruangan hingar-bingar itu," katanya padaku
"Kalau aku lebih suka di rumah dan yang paling suka di kamar, bisa lihat kamu dalam keadaan polos," kataku terkekeh
Kayla memukul bahuku dan berkata, "Dasar mesum!" Aku tertawa dia menyandarkan kepalanya di dada ku.
"Sejak kapan kamu suka dengan saya, Rud?" tanyanya padaku.
"Sejak pertama kali aku di tugaskan tuan Yudit jaga kamu," kataku padanya.
"Selama itu, kalau gak salah tujuh tahun yang lalu, yaa?" tanyanya padaku.
"Iya, waktu itu tuan Yudit cerita kalau kamu di incar oleh nyonya Mirna, segala bisnismu di hancurkan dan aku ditugaskan untuk membawamu ke club serta memback up data-data butikmu, lalu menyerahkan ke pada orang yang di percaya oleh tuan Yudit," jelasku padanya.
"Terus kenapa dan bagaimana bisa suka sama aku?" tanyanya sambil membuka kancing kemeja suaminya lalu tangan bermain di dada yang terbuka itu.
__ADS_1
"Kay, ini lagi mengemudi loh, sayang," kata Rudi.
"Ya, gak apa-apa mengemudi saja," katanya sambil tertawa
"Aku belokan mobil di hotel, yaa?" tanyaku padanya
"Buat apa ke hotel?'' katanya sambil terkekeh.
"Ya, buat balas kenakalanmu itu, sayang, masa suami sedang mengemudi dibegituin," kataku padanya.
"Tadi kamu belum jawab loh, Mas," katanya manja pada padaku.
"Beneran nih panggil, Mas?" tanyaku padanya.
" Benarlah, Mas sekarang, 'kan suamiku?" tanyanya padaku
"Mas, apa jawabnya?" tanya wanitaku lagi
"Gimana bisa jawab kalau tangan kamu bikin konsentrasi mas buyar, sudah fix yaa kita ke hotel sekarang?" tanyaku pada istriku.
"Gak mau, maunya di taman," protesnya dengan mengeluarkan tangannya dari kemejaku,
"Sudah gak bisa, sayang, ini bentuk tanggung jawab tangan kamu itu, sayang," kataku kembali.
"Itu sih maunya Mas saja," jawab Kayla sambil cemberut.
__ADS_1
"Ini tadi kamu yang mancing loh sayang, dan ikan sudah kepancing. Kalau gak ditaruh di tempat yang hangat bisa menggelepar," kataku sudah memakirkan mobil di area parkir dan melepaskan sabuk pengaman ku dan istriku sambil mencium kembali bibirnya yang mengerucut itu.
"Emang yang menggelepar apa Mas?" tanyanya sambil tertawa.
"Jangan pura-pura gak tahu kamu, sayang," kataku sambil mengapit pinggangnya.
"Benaran aku gak tahu," jawab Kayla
"Ck, punya, Mas, Kay," kataku dan dia tertawa.
Setibanya di resepsionis aku langsung mengambil keycard, dan menggendong Kayla berjalan masuk kedalam lift.
Setelah sampai di lantai dimana kamar kami berada aku dan Kayla keluar. aAku sudah tidak tahan lagi ku gendong istriku mencapai kamar ku tempelkan keycard, pintu terbuka aku pun masuk dan langsung ku tutup kembali.
Kulepas semua pakaian Kayla dan juga pakaianku, kubawa keperaduan dan kembali kucumbui dan mereguk kenikmatan lembah terindahnya, lembab, hangat dan sempit membuatku sangat bergairah, semburan hangat kembali menyiram rahim istriku.
Tanpa melepaskan tautanku aku beristirahat sebentar memberi jeda sang istri, ku lanjutkan kembali dan semburan hangat membasahi rahim lagi hingga tiga kali berturut-turut.
Terlihat dia begitu lemas, aku turun dari tubuhnya menyiapkan air hangat untuknya kutuangkan sabun cair dan aroma terapi.
Ku gendong istriku ke kamar mandi dan ku masukkan dalam bathtub dengan perlahan," Mandi sayang, Mas mau mandi di sana," kataku sambil menunjuk shower.
Aku membersihkan tubuhku di shower sambil melihat sang istri.
Lima belas menit aku selesai, kulilitkan handuk sebatas pinggang, lalu ku hampiri istriku dan bertanya, "Sudah selesai?" Kayla mengangguk.
__ADS_1
Aku menggendong dan membawanya ke ranjang, ku bantu dia berpakaian. "Tidur saja! Nanti aku bangunkan," kataku
BERSAMBUNG....