
Pov Erwan Tama)
Aku tak mengira bahwasanya istri yang ku nikah 16 tahun yang lalu dari perjodohan orang tuaku adalah anak dari seorang mafia yang tanpa aku tahu yang menjual obat-obatan terlarang dan wanita.
Saat aku mendapatkan info dosen Putri itu aku terkejut Kenapa tidak selama ini tidak menunjukkan bahwa Mirna adalah anak jadi seorang mafia, bahkan saat ini ialah yang berkecimpung dalam bisnis Haram ternyata aku terjebak dari situasi yang diciptakan oleh Mirna.
Menyesal pun tidak ada gunanya, karena Keyla wanita yang aku cintai telah lepas dari genggaman karena wanita yang tidur di sampingku ini.
Aku pun menyetujui apa dari rencana pemuda yang bernama Angga itu. Aku berpura-pura tidak tahu bahwasanya selama ini istriku menjual obat-obatan terlarang juga bisnis minuman keras, senjata dan banyak lagi. Setelah tahu semua aset yang aku miliku.
Tiba-tiba terdengar beberapa orang menutup pintu kamarku.
Aku membangunkan istriku dan bertanya," Apa yang terjadi?"
Dia pun menjawab, ''Aku tidak tahu."
Aku membuka pintu kamarku kulihat banyak anak buahku yang menghampiri Mirna. Namun, tidak denganku Aku mulai sadar bahwa yang memberikan perintah saat ini adalah wanita yang berada di samping ini kudengar mereka menyebutkan bahwasanya kapal yang terdiri dari obat-obatan dan menariknya terbakar di lautan.
Istriku terlihat sangat gusar sekarang, aku tahu siapa dia, yang selama ini selalu menyembunyikan dirinya di balik topengnya itu.
''Rumah di tengah hutan terbakar nyonya,
sistem keamanan terbobol dan semuanya hilang waktu rumah terbakar. Sepertinya Tuan besar di dalam nyoya.''
"Bagaimana kau sampai tidak bisa menyelamatkan ayahku?!" tanya Mirna.
"Jika kami yang masuk ke dalam rumah, kamilah yang terpanggang ini," kata salah satu pengawal.
"Justru kalian yang harus dipanggang bukan ayahku!'' kata Mirna
"Kau harus menolong perusahaanku," kata Mirna
"Perusahaan mana yang harus ku tolong bukankah kau tidak mempunyai perusahaan?" kataku.
"Apa maksudmu Er?" kataku.
"Aku mau tanya pada kalian, kau
menuruti perintahku ataukah perintahnya?" kataku pada pengawal itu.
"Anda tuan," kata pengawal itu
"Kalau begitu tangkap dia dan masukkan ke dalam gudang jangan kau beri makan sama sekali, dan jangan menolong kalau kau ingin sepertinya," kataku pada anak buaku
__ADS_1
"Yusuf. Aku ingin pergi dari sini tolong bantu kemaskan barangku."
"Sungguh ternyata selama ini aku ditipu dan tertipu oleh ayahnya dan dirinya," kataku penuh penyesalan.
Aku menyeret koperku ke dalam mobil. Aku pun masuk serta duduk di sebelah kemudi di samping Yusuf.
'Aku benar-benar membuang permata dan memungut sampah, jika aku kembali pada Kayla, apakah dia mau menerima?' tanyaku pada hati.
"Yusuf Aku ingin menemui Kayla," kataku pada Yusuf.
"Tapi ini sudah malam Tuan, lebih baik ada istirahat dulu di apartemen Anda, besok baru berangkat," kata Yusuf
"Daddy ada apa? Mana Mama?" tanyanya padaku.
"Aku tanya kau ikut Daddy atau
mamamu?" kataku padanya
"Aku ikut Dadd saja," katanya padaku.
Aku dan Yusuf pergi meninggalkan rumah bersama anakku Naura aku sudah tidak mau tahu lagi tentang Mirna.
Mobil berjalan dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah yang telah Menorehkan luka.
Setelah sampai kami pun keluar dari mobil masuk ke dalam apartemen. Naura lebih dulu masuk dengan mencari kamar yang kosong, bahkan sekarang dia tidak peduli lagi tentang mamanya.
Aku pun masuk ke dalam kamarku menaruh koperku ke dalam work in closet
Aku pun membaringkan tubuhku di atas ranjang lalu ku pejamkan mataku ingin Istirahat sebentar hingga pagi Menyingsing.
Akupun terlelap dalam tidur. Keesokan harinya aku pun bangun lalu membersihkan diriku.
Entah sudah berapa tahun aku meninggalkan shalatku. Aku menyiapkan serapan untuk anakku lalu membangunkannya "Naura bangun!"
Naura pun bangun membersihkan dirinya berganti pakaian lalu bersarapan pagi bersama ayahnya.
Setelah itu, dia kembali tidur lagi, selama selang dua tahun ada sedikit perubahan diri Naura. Dia sudah tidak ceria lagi dan selalu mengurung diri.
Dia tidak pernah cerita apapun pada orang tuanya, semua masalah dia pendam. Tak pernah ada yang tahu apa yang terjadi pada gadis berusia 16 tahun itu.
Aku ingin menemui Kayla dan minta maaf padanya, kupacu mobilku agar cepat sampai.
Akhirnya aku sampai lalu menemui bodyguard-nya dan mengatakan bahwasanya aku ingin bertemu dengannya. Bodyguard itu mengantarkan aku ke ruangan yang cukup besar, dengan nuansa biru kelabu yang menunjukkan penderitaan hatinya.
__ADS_1
Aku telah melukainya selama
16 tahun yang lalu. Aku duduk di sofa menunggunya untuk bisa bertemu dengannya.
Andai waktu bisa terulang kembali aku tidak ingin berpisah dengannya. Aku melihat seorang wanita yang keluar dari ruangan dengan mengenakan pakaian yang begitu anggunnya, senyum tipis mewarnai sudut bibirnya.
Dia berjalan anggun, yaa Kayla masih begitu cantik dan anggun. Aku telah menyia-nyiakannya bertahun-tahun lamanya bersama putrinya, bahkan dia hanya diam tanpa berkata sepatah pun saat aku menghujatnya.
"Kayla tolong maafkan aku atas kesalahan yang pernah aku lakukan," kataku padanya.
"Bisakah kita kembali bersama?" kata berharap padanya.
Dia hanya tersenyum saja sambil duduk di sebelahku.
"Kayla aku telah mengetahui siapa Mirna," kataku padanya
"Tolong maafkan aku yang telah mengabaikanmu," kataku padanya.
"Aku sudah memaafkan tapi tidak bisa kembali karena apa yang telah kau torehkan, begitu dalam dan tak bisa tak bisa kulupakan," kata Kayla padaku
"Bahkan saat itu kau tidak memberikan kesempatan padaku untuk mengatakan apapun," kata Kayla padaku.
"Sekarang sudah terlambat Erwan, hatiku telah beku," katanya padaku
Mungkin aku hanya bisa berteman denganmu, mari kita perjuangkan anak kita mencari keadilan buatnya dan mengeluarkan dia dalam tahanan, dia tidak bersalah.
''Ya memang aku telah terlambat 16 tahun lamanya aku meninggalkanmu, tanpa mau mendengarkan apapun yang kau katakan, itu salahku," kataku pada kayla.
"Mari kita hidup sendiri-sendiri saja itu lebih baik daripada bersama tapi menyakitkan," kata Kayla.
"Aku tidak bisa bersamamu lagi maafkan aku,'' sambungnya.
"Baiklah jika itu keputusanmu, aku akan terimanya karena memang ini adalah salahku," jawabku
"Tapi bisakah kau tinggalkan tempat ini? Aku tak bisa melihatmu di sini," pintaku padanya.
"Bisakah kau seperti dulu mempunyai usaha yang tidak seperti ini," pintaku kepada Kayla
"Ini adalah tempat persembunyianku saja sebenarnya, ini bukanlah milikku. Tempat ini adalah milik sahabatku yang yang di serahkan padaku, untuk dikelola," katakannya padaku
"Kalau begitu kau bisa meninggalkan tempat ini bukan? Tinggalkan tempat ini untukku, untuk Nafizha!'' kataku pada Kayla.
"Dia membutuhkan figur yang jauh dari kata buruk," kataku padanya
__ADS_1
BERSAMBUNG.....