Takdir Nafizah

Takdir Nafizah
Menikahlah Dengan Naura


__ADS_3

"Dia masih mencintaiku, itulah kenapa aku sangat bahagia hari ini walau dia masih menolakku untuk ku ajak menikah kembali," kataku padanya.


"Jangan buru-buru Tuan, biar nyonya menyembuhkan lukanya dulu! Datangilah selalu! mungkin dia akan cepat menerima Anda," katanya padaku.


''Yah Kau betul Yusuf, aku akan selalu datang tak peduli dia menolakku," kataku.


"Berapa usiamu saat ini Yusuf?" tanyaku kepadanya.


"30 tahun Tuan, kenapa?" tanya Yusuf padaku


"Apa kau sudah menikah?" tanya aku lagi padanya.


''Belum Tuan, ada apa?"


''Aku mau titipkan Naura padamu. Maukah kau menikahinya nanti, ketika dia sudah lulus dari smu-nya?" tanyaku padanya.


Yusuf terkekeh. "Apa saya pantas Tuan? Nona Naura begitu cantik, sedangkan saya apa? Hanya bawaan Tuan," jawabnya padaku.


''Kau lebih dari bawaanku, tolong jangan menolak!'' pintaku padanya.

__ADS_1


"Apa nona Naura mau dengan saya?" tanyanya pada ku.


"Dia tak akan menolak. Kau adalah pria terbaik yang menurutku cocok untuk putriku, Naura," kataku padanya.


''Terima kasih Tuan telah sangat percaya padaku,'' katanya padaku.


Tak terasa kami sudah sampai di apartemen, kami pun keluar dari mobil lalu masuk ke dalam. Setelah itu aku pun langsung masuk ke dalam kamarku begitu pula dengan Yusuf.


Aku langsung menuju kamar mandi kulepas semua pakaianku dan mengguyur kepalaku dengan shower.


Aku berlama-lama di dalam kamar mandi sambil mengenang kejadian yang baru saja terjadi padaku rasanya begitu manis untukku.


Setelah merasa tubuhku segar kembali. Aku pun keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan balutan handuk sebatas pinggangku


Setelah semuanya siap di meja makan Aku berjalan menuju kamar putriku ku ketuk dengan lembut dan memanggil namanya "Ra, ayo makan siang!"


Lama kemudian pintu pun terbuka Naura keluar dengan senyumnya lalu menggandeng tanganku mengajakku kemeja makan. Aku pun juga memanggil Yusuf untuk mau bergabung bersama kami di meja makan.


Yusuf pun menyetujuinya dia duduk di sebelah putriku Naura. Kulihat Naura sedikit canggung tetapi setelah beberapa saat ia pun sudah mulai membiasakan dirinya lalu kami pun makan bersama dengan tenang.

__ADS_1


Setelah selesai makan aku memanggil Yusuf untuk datang ke ruangan kerjaku. Di sana aku membahas pengangkatan dirinya sebagai asistenku di perusahaan. Awalnya dia menolak tapi aku selalu meyakinkannya bahwa dia bisa karena masih ada lulusan terbaik di universitas terbagus di sini.


Awalnya aku heran kenapa seorang lulusan terbaik melamar pekerjaan hanya sebagai pengawal, ternyata inilah alasannya dia memang diberikan Kayla padaku untuk menjaganya. Semakin ke sini aku semakin mengagumi sifat Kayla.


(Pov Kaila Rianti)


Kutatap punggung mantan suamiku yang 19 tahun tidak bertemu, ternyata aku kalah. Rasa benciku tak sebesar rasa cintaku dan kecewa ku tak sebesar rasa rinduku.


Aku melunak kalah dia datang padaku begitu rindunya aku sehingga tak sanggup menghalau letupan Asmara yang ada dalam diriku. Aku luluh dalam pelukannya. Aku terlena dalam ciuman hangatnya, aku benar-benar kalah pada cintaku yang menggelora, hanya sedikit keangkuhan yang dapat ku pertahankan.


Aku Menghela nafas berbalik arah berjalan menuju kamarku, aku pun berdiri di balik jendela kulihat mantan suamiku berjalan keluar dari tempatku ini, begitu masih sangat gagah. Pesonanya masih sekuat dulu kutatap kepergian hingga masuk dalam mobil dan pergi menghilang di kelokan jalan.


Aku duduk di meja kerjaku mengecek laporan butikku.


Aku pun mulai fokus dengan angka-angka yang ada di dalam emailku.


Waktu terus berjalan mengikuti arah jam tak terasa siang menjadi sore lalu malam dan kembali pagi.


Kayla menunggu Erwan di dalam ruangannya. Tak lama kemudian terdengar ketukan pintu.

__ADS_1


"Masuk!" perintahku pada orang yang ada di luar.


BERSAMBUNG....


__ADS_2