Takdir Nafizah

Takdir Nafizah
Ngajak Bulan Madu


__ADS_3

Dia pun tidur aku berbaring di sampingnya dan memeluknya dengan erat dan ikut tertidur.


Jam lima sore kami terbangun melaksanakan sholat ashar lalu kami pulang. kami berjalan ke area parkir dan masuk dalam mobil kami.


aku memasangkan sabuk pengamannya lalu memasang sabuk pengamanku, kemudian menjalankan dengan kecepatan sedang.


Dia menyandarkan kepalanya ke dadaku. "Kenapa diam?" tanyaku padanya.


"Aku ngantuk tubuhku seperti terkuras, aku tidak berani menggodamu lagi," katanya sambil terkekeh.


"Kenapa? Padahal aku suka kau goda," kataku sambil membelai rambutnya.


"Takut membangunkan ular tidur," katanya sambil tertawa


aku.pun tertawa.


"Kamu tadi belum menjawab pertanyaanku keburu ularnya ngamuk," katanya padaku


Aku tertawa. "Pertama kali lihat kamu itu cantik banget, dan aku suka," kataku.


"Ini kemana kita, Mas?" tanyanya lagi padaku.


"Akan rumahku, sayang. Kemarin kau setuju, 'kan?" tanyaku padanya.


"Tapi aku tidak bawa baju ganti, Mas," katanya padaku.


"Bajumu banyak di sana, sayang," kataku sambil terkekeh.


"Kok, bisa?" tanyanya sambil mengeryitkan dahinya.


"Setiap kali kamu pulang ke rumahmu aku juga pulang, karena malas tinggal di sana kalau gak ada kamu dan aku bawa satu bajumu yang belum di cuci untuk ku cium saat ingin tidur," kataku terkekeh.


"Benarkah? Dasar Jaka Tarub!" umpatnya padaku dan aku tertawa.


"Ya, aku mencuri bajumu agar bisa, menyimpan hatimu ke hatiku," kataku padanya.

__ADS_1


"Gombal! Jangan-jangan kau tak bisa tidur kalau tidak melihatku tidur," tebaknya sambil menatapku tatapan ingin tahu.


"Aku tertawa. "Jangan kau kuliti aku, sayang! Jadi malu sendiri aku," kataku menghindari tatapan dengan fokus mengemudi.


Dia tertawa sangat keras jadi gemas sendiri aku di buatnya.


"Jadi kau suka tidur di sofa seruangan denganku karena kau tidak bisa tidur jika tidak melihatku tidur. Pakai alasan keamanan lagi," katanya masih terus tertawa.


"Kay!" panggilku agar tidak mengolok-olokku lagi.


"Maaf, Mas, aku terharu, benar jadi merasa melayang dicintaimu sebesar itu," katanya padaku.


"Kita sudah sampai, ayo masuk!" kataku pada rumah model minimalis berlantai dua.


"Indah sekali rumahmu, Mas," katanya mengagumi rumahku.


"Ya, seindah dirimu," kataku sambil menggamit pinggangnya.


"Ayo kita ke atas, ke kamarku!" ajakku padanya.


Kami pun berjalan menaiki tangga menuju lantai dua, lalu memasuki ruangan yang besar dan indah.


"Aku sangat suka," jawabnya.


"Mari aku tunjukkan!" ajakku ke walk in closet.


Kami masuk kedalam, dia mengambil baju putih yang sedikit transparan, lalu menoleh


dia menatapku seolah-olah tak percaya.


"Jadi waktu itu ... kau yang mengambilnya?" tanyanya padaku.


Aku pura-pura tidak mendengar dan mengalihkan pembicaraan.


"Ayo sudah wawancaranya, kita sholat dulu!" kataku sambil menyuruhnya segera mengambil air wudhu. Dia pergi dengan derai tawa yang masih ku dengar.

__ADS_1


Kami pun sholat magrib dan dilanjutkan sholat isya'. Setelah itu kami makan malam dengan masakan Padang yang telah ku pesan sebelumnya.


Habis itu ku ajak istriku kembali ke kamar


"Cantik, maukah memakai baju yang tadi?" pintaku bernegoisasi


"Tidak mau takut membangkitkan ular tidur," katanya padaku.


Aku tertawa. Apa kau sangat lelah sayang?" tanyaku padanya dan dia mengangguk.


"Maaf, yaa membuatmu lelah, aku janji tidak menyerang mu hari malam ini, jadi tolong pakailah! Waktu itu kau sangat cantik," kataku padanya.


"Baiklah," jawabnya sambil berjalan ke walk in closet.


"Seperti yang waktu itu yaa, sayang!" pintaku sedikit berteriak


Tak lama kemudian dia keluar, berjalan dengan sangat anggun menghampiriku.


Aku benar-benar terpukau melihatnya dia sangat cantik.


"Kemarilah sayang," panggilku padanya


Dia naik ke ranjang dan tidur di sampingku dan merebahkan kepalanya di dadaku, kami berbaring saling berdekatan kupeluk pinggang rampingnya itu sambil berbicara.


"Aku mengajakmu berbulan madu di tempat yang indah terserah kau pilih di mana," tanya kepadanya.


"Seperti anak muda saja pakai berbulan madu segala," katanya padaku.


"Hai jangan salah kau masih terlihat sangat mudah bahkan gadis-gadis muda itu kalah dari pesona kamu," kataku padanya


"Berapa gula kau tambahankan saat kau bicara padaku, manis sekali," katanya padaku


"Ayo lah aku ingin pergi di suatu tempat dengan istri ku! Yaitu kamu," kataku padanya.


"Baiklah terserah kau membawaku kemana?" katanya padaku.

__ADS_1


"Jangan begitu! Aku ingin pergi ke tempat yang kau inginkan bukan yang aku inginkan," kataku padanya


BERSAMBUNG.....


__ADS_2