Takdir Nafizah

Takdir Nafizah
Kembali dengan Bukti


__ADS_3

"Ya sudah nanti jika ada perkembangan dari wanita ini akan aku ku telpon lagi, seandainya dalam keadaan darurat maka video hasil pemeriksaan dia akan ku kirimkan, mungkin itu nanti bisa membantu," katanya lagi padaku


"Terimakasih banyak,Van. Assalamualaikum," ucapku padanya dan dia menjawab salamku lalu sambungan telepon terputus.


Aku menelpon, Gilang Asisten pribadi Hardian, beberapa kali Aku menunggu sampai akhirnya telepon pun tersambung.


"Assalamualaikum, Gilang, bagaimana misi kamu dalam mendekati Mira, apa ada acuan untuk bisa dijadikan bahan pembelaan bagi Nafizah? Apa ada sesuatu di kantornya? Antara tuan Hardian dengan beberapa orang sekitarnya ataukah ketika kalian tidak ada apa ada yang datang di kantor dan menemui Hardian?" tanyaku pada Gilang


"Wa'alaikumsalam, selama ini lancar, Mira pernah berkata bahwa dua hari sebelum pernikahan Tuan, Nona Chira datang, dan terjadi pertengkaran hebat lalu security pun membantu nona Chira keluar dari ruang tuan Hardian, dan di ruangan itu sepertinya ada cctv-nya, nanti coba aku cek, apa ada sesuatu yang mencurigakan Atau tidak, nanti akan aku kirimkan padamu, agar bisa jadi pertimbangan pada waktu persidangan Nafizah, lalu bagaimana denganmu sendiri," tanya Gilang padaku

__ADS_1


"Masih banyak yang harus dipastikan karena semuanya masih belum pasti, jika aku kembali ke sana maka saat itu juga sidang Nafisah akan dibuka kembali, pokoknya saat ini aku sedang mengumpulkan bukti-bukti yang bisa membebaskan nafizah dari hukuman yang seharusnya tidak diterima, ya sudah nanti kalau ada sesuatu yang penting, tolong langsung kirim ke nomorku saja," kataku pada Gilang


"Ok! Ang, nanti langsung aku kirim ke nomor wa-mu saja jika memang ada sesuatu yang dapat meringankan Nafizah," kata Gilang padaku.


"Terimakasih, Assalamualaikum." Aku menutup sambungan telepon Gilang.


Hari-hari berikutnya aku tetap mengikuti Chira kemanapun dia berada, Aku curiga bahwa dia salah satu yang bisa dijadikan tersangka dalam kasus ini, karena kuamati dia begitu sangat kecewa kepada tuan Hardian yang pernah dijodohkan padanya.


Akhirnya ku putuskan untuk kembali ke Jakarta dan mengurusi hal-hal yang berhubungan dengan kasus Nafizah, agar kasusnya bisa dibuka kembali dan dipersidangkan.

__ADS_1


Hari ini aku sudah siap dengan semua berkas-berkas dan bukti-bukti yang sudah aku kumpulkan serta aku sudah mengemas pakaianku ke dalam koper. Akupun sudah mengurus cuti untuk kuliahku.


Setelah sarapan dan meminum kopi hangat yang telah aku buat, aku pun bergegas keluar dari apartemenku, memasuki lift lalu keluar dan masuk ke taksi yang sudah aku pesan sebelumnya untuk mengantarku ke bandara.


Setelah tiba di bandara aku pun segera keluar dari taksi dan berjalan menuju terminal keberangkatan serta melewati ruang pemeriksaan hingga akhirnya aku sudah berada di pesawat, saat ini aku sedang memakai sabuk pengamanku.


Setengah jam kemudian pesawat pun tinggal landas, kupejamkan mataku untuk beristirahat, agar nanti di sana Aku bisa berpikir dengan jernih, apa yang harus kulakukan untuk menolong Nafizah.


Perjalananku membutuhkan waktu 24 jam untuk sampai ke Bandara Soekarno-Hatta. waktu yang begitu panjang itu aku gunakan untuk benar-benar beristirahat. Aku tidak ingin melakukan sesuatu hal yang salah, saat otak tidak bisa berpikir jernih.

__ADS_1


Akhirnya pesawatku mendarat di bandara Soekarno-Hatta.


Aku pun keluar dari pesawat dan berjalan menuju terminal kedatangan, untuk mencari taksi yang bisa mengantarku apartemenku.


__ADS_2