
"Aku hanya mengobati lukamu, biar nanti malam bisa di pakai," katanya sambil tertawa. "Ini simpanlah, setiap malam akan kau butuhkan," lanjutnya sambil tertawa lalu pergi meninggalkanku
Aku biasanya tak punya hati dan perasaan menjual gadis-gadis dirumah bordel, sekarang keadaan ku sama dengan mereka, mungkin malah lebih parah.
Aku terlelap sangat pulas. Aku terbangun saat terasa tubuhku sudah berada di bathup penuh air hangat dan busa sabun serta aromaterapi, lalu aku melihat tuan John di depan ku sambil membawa sepiring nasi dan lauk.
Dia tersenyum kearah ku. ''Kalau lihat kamu seperti ini, rasanya aku ingin menyantapmu, sebagai makan malam spesialku. Sayangnya kau sudah di pesan, makan! Turuti aku jika kau ingin bertahan hidup di sini!'' katanya penuh penekanan.
Aku pun makan dari tangannya terasa menelan duri, dan aku seperti hewan yang dikasih makan setelah itu dihabisi tapi tidak mati.
Dia menyuapiku hingga habis, setelah itu ia mencuci tangannya dan menghampiriku kembali. "Ada apa Tuan? Kenapa Tuan kembali lagi?" tanyaku sambil melihatnya.
Dia terkekeh. "Aku yang bertugas memandikan mu saat ini."
"Tidak usah Tuan! Saya bisa mandi sendiri."
''Ini ritualnya, jika aku memberikanmu pada pria lain."
Dia pun menjamahku lagi, lalu mengangkatku ke shower dan membilasnya. kemudian aku di berikan baju sama seperti tadi tapi lebih tipis.
Setelah itu, datang satu pria ke kamarku untuk menjemput ku. "Mana temanmu?'' tanya tuan Jhon.
__ADS_1
"Dia sudah siap di mobil untuk perayaan keberangkatan dan kepulangannya," katanya sambil terkekeh, tak lupa tangannya sudah menjamah ku.
John terkekeh, ''itu apa? Perayaan jemputan?" tanya John.
"Anggap saja bantu teman untuk langsung eksekusi," katanya sambil melirik padaku.
Aku merasa kurang nyaman dengan apa yang di lakukan. "Dengarkan! Aku hanya membantumu untuk tidak sakit, biar aku lakukan dan berjalan saja."
Kemudian dia tertawa. "Jalan mu lucu."
Aku tak menjawab hanya menatap tajam.
"Berhenti, pejamkan matamu!" titahnya.
Saat aku masuk di mobil aku terkejut ternyata temannya sudah siap, dia menarikku langsung memasukan senjatanya di bagian bawah tubuhku. Dengan sangat kasarnya dia mendudukan aku di pangkuannya.
"Ayo jalan!" perintahnya sambil melepaskan kancing bajuku dan mulai bermain.
Mobil pun berjalan dia bermain dengan menaik turunkan keatas ke bawah. Selama dua jam aku menjerit-jerit, tapi tak di hiraukan hingga sampai ke sebuah vila.
Dia membawaku tanpa melepaskan tautannya ke kamar dan melanjutkannya di sana. Setelah puas, dia ke luar dan temannya masuk, lelaki itu tersenyum padaku. "Apa kau juga akan menikmatiku, tolong beri waktu sedikit!" pintaku memelas.
__ADS_1
"Jangan takut! Setelah ini kau akan bersamaku, ia akan pulang dan akan menjemputku lagi," katanya sambil membelai lembut sehingga membuatku nyaman. "Aku Peter, kau cantik sekali. Aku akan lembut, aku akan mulai jika kau sudah nyaman," katanya padaku,
"Hemm," jawabku.
Dia terkekeh," Kau tadi ketus sekali?'' protesnya sambil terus membelaiku. Ku pejamkan mata perlahan aku merasakan ada yang masuk bagian bawah tubuh ku.
Dia bermain dengan sangat lembut aku tidak tahu sampai beberapa kali dia melakukannya. Dia membookingku selama 2 hari.
Setelah pulang, ku diperlakukan tidak manusiawi. Tiba di rumah aku harus mendapatkan perayaan pulang ke rumah dengan tuan John
Begitu hidup yang kujalani sekarang. Semua pemesan yang memesanku memperlakukan ku sama.
John tidak kasihan padaku, bahkan aku di suruh melayani 6 lelaki sekaligus. Aku tak sanggup, suatu hari aku mempunyai kesempatan untuk lari.
Aku lari dengan terseok-seok, mereka mengejarku. Aku bingung di depan ku jurang dan di belakang ku sekumpulan srigala, aku tak punya pilihan selain mati.
Aku melompat ke jurang dan mereka tak mengejar ku.
Aku tersadar berbaring di ranjang Bambu sederhana dengan banyak perban di sekujur tubuh ku dan sudah berpakaian lengkap yang sederhana. Aku bernapas lega, setidaknya aku bertemu dengan orang baik.
Namun harapan ku sirna saat yang kutahu yang menolong ku adalah Peter. Orang yang petama kali memesanku.
__ADS_1
"Apa kau akan menyerahkan ku pada John?" tanyaku padanya.
BERSAMBUNG.....