Takdir Nafizah

Takdir Nafizah
Pov Mirna


__ADS_3

Aku menangis didalam gudang, sudah habis riwayat ku, sudah tidak ada yang tersisa. Gadis-gadis yang akan di jual di luar negeri pun terlepas dan kapal berisi obat-obatan terlarang pun terbakar.


Aku terus menangis hingga akhirnya tertidur. Aku terbangun saat matahari menerpa wajahku. Aku terkejut. Aku sudah berada di tepi pantai sendirian dengan baju yang sama dan basah. Aku melihat sekelilingku tak kutemukan siapa-siapa, hanya gulungan kertas yang di ikatkan di pergelangan tanganku.


Aku pun mengambilnya lalu aku baca, setelah itu aku pun mencari tempat yang tertera dalam gulungan kertas itu. Di situ menyebutkan bahwa Tuan John di motel John Valentine.


Aku pun mencari alamat itu dan ku temukan. Aku menemui resepsionis dan mengatakan bahwa aku nyonya Mirna ingin bertemu dengan tuan John. Resepsionis itu segera menelpon majikannya.


Datanglah seorang bule paruh baya menghampiriku, dia menatapku dari dari atas hingga bawah seperti sedang menilai ku.


Lalu dia memanggil seorang wanita, dan wanita itu pun mengajakku ke sebuah ruangan yang cukup besar. Tanpa berbicara, dia melucuti pakaianku setelah menyuruhku untuk ke bathub.


Aku pun menikmatinya ku pikir ini adalah sebutan yang sangat istimewa karena aku diberikan perawatan tubuh yang lengkap. Ku dengar pria yang bernama John itu bertanya. "Ada dimana dia?"


"Di kamar mandi tuan," kata pelayan


"Baik tinggalkan kami!''


Entah bagaimana pria itu sudah masuk dalam kamar mandiku, sambil tersenyum menyeringai lalu melepaskan seluruh pakaiannya. Aku terkejut, ternyata ini bukan layanan istimewa tapi awal dari sebuah neraka, 'Siapa yang mengirimku di sini? Apakah orang yang adik pernah kujual?'

__ADS_1


Dengan tubuh polosnya tuan John menghampiri ku dan langsung mengeksekusi habis-habisan. Semua bekerja dari tangan, bibir, lidah dan senjatanya yang ukurannya melebihi normal mulai masuk dengan sangat kasar di tubuh bagian bawah ku.


Menghentak-hentak, menari-nari di atas tubuhku. Berkali-kali terdengar pujian kenikmatan dari bibirnya, membuat hatiku perih, hingga satu kalimat membuatku tertegun.


"Apa yang membuatmu seenak ini? Katakan padaku! Jika tidak kau jawab, akan ku suruh kau melayani 20 pria sekaligus pada hari ini juga!'' katanya padaku


dengan badan yang lemas dan sakit, ku bisikan padanya sebuah rahasia


Dia pun turun dari tubuhku dengan tertawa penuh kepuasan dan berkata, "Setelah ini istirahatlah nanti malam sudah ada yang memesanmu."


"Dia benar. Kau sungguh nikmat, sarapan yang luar biasa. Setelah ini akan banyak orang memesan mu," katanya sambil membersihkan tubuhnya di bawah shower.


"Baik Tuan!" jawabnya lalu dia masuk kedalam kamar mandi. Aku meliriknya dan bertanya, ''Untuk apa kau ke sini?"


"Untuk membuat Anda istimewa karena sudah ada yang memesan Anda," kata wanita paruh baya itu.


'Satu yang pasti aku sudah dijual entah siapa itu?' batinku.


Wanita itu mulai melulurku kembali entah ramuan apa yang dibalurkan pada tubuhku, saat menyentuh bagian tubuh bawahku aku mendisis. "Apa ini sakit, Nyoya?'' tanyanya padaku. Aku hanya bisa mengangguk.

__ADS_1


"Nanti juga akan sembuh," jawabnya sambil bercerita, ''17 tahun yang lalu ada seorang wanita yang di jebak sama seperti mu. Bedanya ia mmempunyai anak laki-laki berumur 10 tahun, dan anak laki-laki itu dipaksa melihat ibunya di perlakukan seperti Anda tadi nyonya."


"Anda bisa berdiri Nyonya ?"tanya pelayan itu.


Aku menggangguk lalu berjalan menuju shower. Kubilas tubuhku, setelah selesai wanita itu memberikan pakaian sebuah kemeja yang tipis. Hanya itu yang membalut tubuhku.


"Hanya ini yang ku pakai, tidak ada yang lain?" tanyaku padanya. Wanita itu terkekeh sambil mengangguk.


"Boleh ku tahu wanita itu sekarang ada di mana?" tanyaku


"Dia meninggal 10 tahun yang lalu," jawab wanita itu, lalu pergi begitu saja.


Aku berjalan terseok-seok, menuju ranjang dan ku baringkan tubuhku di atasnya.


'Apa ayahku yang melakukannya kepada wanita itu, sehingga anaknya membalas kepadaku?' pikirku menerkah-nerkah apa yang terjadi.


Ku pejamkan mata, baru 15 menit aku merasa ada tangan yang menyentuh bagian bawah tubuhku. Aku ketakutan dan ku buka mataku, ternyata tuan John.


"Tuan tolong jangan! Saya masih sakit," kataku pada tuan John.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2