Takdir Nafizah

Takdir Nafizah
Kau Mengenal Yusuf?


__ADS_3

Pov Erwan Tama)


Aku memandang mantan istriku yang masih begitu cantik yang duduk di sebelahku.


''Bolehkah aku memelukmu, Kay?" tanyaku padanya.


Kayla mengangguk malu aku memeluknya dengan sangat erat dan begitu lama seolah tak ingin ku lepaskan, 'Andai saja dulu aku tak melepaskanmu pasti kau masih ada di sisiku,' pikirku.


Ku urai pelukanku dan menatap wajahnya lalu bibirnya yang indah menggoda itu.


''Kayla, bolehkah aku menciummu?'' Dia pun mengangguk. Hatiku berbunga saat itu


kucium mesra penuh dengan perasaan. Bibirku menari-nari di atas bibirnya begitu lama dan kulepas ketika kami benar-benar kehilangan udara untuk bernafas.


"Kau masih mencintaiku Kayla?" tanyaku sambil menatapnya, dia tak menjawab.


Ku raup kembali bibir indahnya, bermain penuh dengan perasaan, ia tak menolak bahkan tak marah padaku. Justru air matanya menetes membasahi wajahku. Aku memeluknya sekali lagi dengan sangat erat, kali ini dia pun tidak menolak, membiarkan hatiku larut dalam hatinya.


''Aku masih mencintaimu, Kay. Berikanlah aku kesempatan! Aku akan menunggu sampai kau bisa menerima kembali, sampai lukamu kering dan tidak berbekas, izinkan aku menyembuhkan lukamu yang pernah kuberikan padamu!" kataku padamu


"Aku juga Masih mencintaimu tapi aku takut, Er. Kau melukaiku lagi, dan saat itu aku takkan bisa bangkit kembali," katanya padaku

__ADS_1


"Aku takkan melukaimu lagi Key, percayalah! Jika kau belum percaya padaku, aku akan menunggumu berapa tahun pun akan menunggumu tapi tolong jangan bersama orang lain," kataku padanya


"Kau masih posesif Er," kata Kayla


"Hanya padamu aku seperti ini. Keyla, aku rindu kebersamaan kita sangat rindu, Kay," kataku padanya.


Ku urai pelukanku dan kutatap wajahnya lalu dia menunduk. 'Bibirmu masih semanis dulu kay," kataku sambil terkekeh.


"Maukah kau besok menemaniku untuk menjenguk Nafizah?" tanyaku padanya


Tentu aku akan menemanimu.


"Dia marah padaku Keyla dia, tak mau melihatku. Itu sebabnya aku membutuhkanmu untuk bisa merayunya kembali," kataku padanya kembali.


"Andai waktu bisa berputar kembali. Aku tidak ingin itu terjadi Kay," kataku pada Kayla


''Sudahlah, semua yang terjadi sudah terjadi. Yang bisa kita lakukan adalah memperbaiki diri,'' kata Kayla padaku.


"Apa kau tak ingin pulang? Aku akan mengantarkanmu tinggalkan tempat ini!" kata Erwan.


"Belum waktunya, Er untuk meninggalkan tempat ini aku masih butuh berlindung di sini," katanya padaku

__ADS_1


"Kau bersembunyi dari siapa Kay? Mirna sudah ku kurung," kataku pada Kayla.


"Kau pikir anak buahnya akan mudah untuk menghianatinya? Kau salah. Dia hanya pura-pura setia kepadamu. Anak buahnya tetap anak buahnya, tidak akan mungkin menjadi anak buahmu Er, kecuali Yusuf," kata Kayla


"Kau mengenal Yusuf?'' tanya kepada Kayla


"Jelas aku mengenalnya, kau mungkin dulu juga akan terkejut setelah tahu siapa dia. Dia anak kecil yang kita tolong pada waktu itu, kau masih ingat anak kecil yang berumur 11 tahun yang duduk di pinggir jalan dengan baju yang compang-camping serta ada bercak darah di bajunya, dialah Yusuf," jelas Kayla padaku


"Dia anak laki-laki itu?" tanyaku kepada Kayla yang kemudian terseyum dan mengangguk.


"Akulah yang menugasinya untuk berada di sampingmu Er," kata Kayla padaku.


Terima kasih Kay, kau masih mengkhawatirkanku, Baiklah aku akan pulang dulu jangan lupa kita akan mengunjungi Putri kita," kataku padanya lalu kulihat kembali wajah mantan istriku kemudian bibir indahnya, lalu ku cium sekali lagi dan menikmati hangat nafasnya. Akhirnya aku pun berpamitan untuk kembali ke apartemenku.


Langkahku begitu ringan keluar dari Club tempat Kayla berada. Tersungging senyum di bibirku rasa bahagia tak terkira ketika ku tahu wanitaku masih mencintaiku. Rasanya ingin menjerit sekeras-kerasnya, dan ku umumkan pada dunia bahwa aku masih sangat mencintainya dan akan berjuang untuk mendapatkannya kembali. Andai seratus kali dia menolak, maka aku akan datang seribu kali untuk bisa diterimanya.


Aku membuka mobil lalu duduk di samping Yusuf kemudian dia pun menancapkan gasnya lalu memacunya menuju apartemen kami,


Aku menoleh padanya menatapnya sesaat kemudian tersenyum. Ada apa tuan? Kenapa Tuan memandangku seperti itu? Jangan katakan kalau tuan sudah tidak menyukai wanita!" kata Yusuf sambil tersenyum


Aku tertawa. "Aku belum gila Yusuf, aku masih mencintai Kaylaku."

__ADS_1


"Apa Nyonya masih mau dengan Anda?" tanya Yusuf


BERSAMBUNG.....


__ADS_2