Takdir Nafizah

Takdir Nafizah
Lombok


__ADS_3

"Baiklah, aku ingin pergi ke Lombok," katanya padaku.


"Besok pagi kita pergi ke Lombok, sekarang tidurlah!'' kataku padanya.


Aku mengambil handphoneku dan memesan tiket pesawat dan juga booking hotel di sheraton senggigi beach resort. Aku ingin ini akan di kenang seumur hidupnya siapa pun yang nanti mendampinginya


Malam semakin larut kekasih halalku telah tertidur dalam pelukanku, ku hirup aroma tubuhnya yang selalu membuatku nyaman dan akhirnya terlelap


Suaranya adzan subuh membangunkan kami, kemudian membersihkan diri di dalam kamar mandi secara bergantian, lalu shalat berjamaah. Setelah itu kami pun berkemas menata baju yang harus kami bawa. Tak banyak yang kami bawa cukup berapa saja.


Kami ke bandara dengan menggunakan taksi. Setibanya di bandara, kami langsung berjalanan menuju ke terminal keberangkatan melewati pemeriksaan, setelah itu kami pun sudah sampai dalam pesawat kami.


Kami duduk di kursi yang sama lalu kami pun memasang sabuk pengaman. Tak lama kemudian pesawat pun tinggal landas.


Selama dua jam perjalanan akhirnya kami sampai di bandara international Lombok. Kami pun masuk ke dalam taksi yang sudah kami pesan menuju ke hotel tempat kami menginap.


Setelah tiba di sana aku pun mengajak sang istri untuk masuk dalam kamar yang aku pesan.


Hotel yang langsung menghadap pantai setinggi itu, membuat bulan madu kami terasa lebih istimewa.


Aku mengajaknya untuk ke balkon lihatlah dari sini kita dapat melihat keindahan pantai. Aku sengaja memilih untukmu kita akan bisa bermesraan di sini.


"Aku tidak mau aku malu," katanya padaku.


"Benarkah di sini sudah biasa sayang," kataku sambil menyambar bibirnya yang indah

__ADS_1


itu. Tanganku mulai bergerilya menyentuh sebuah benda yang tertutup kain.


Dia memukul dada karena terlalu lama menciumnya membuat, kehabisan pasokan udara.


Aku melepaskannya memberikan kesempatan untuknya menghirup udara sebanyak-banyaknya, dia tersengal-sengal, aku tertawa menatap penuh cinta.


"Apa kau tidak bosan, Mas?" katanya padaku.


''Aku tak akan pernah bosan untuk bercinta dengan mu sayang," kataku padanya


''Dari pada kita hanya memandang pantai dari sini, lebih baik kita ke sana menikmati dari dekat, bagaimana?" katanya padaku untuk menghindari serangan selanjutnya dari diriku


Aku tersenyum menyeringai, 'Dia kira di sana aku tidak bisa berbuat nakal, kau salah, sayang,' gumam ku dalam hati


"Baik lah, ayo kita kesana!" kataku padanya.


Aku dan Kay bergandengan masuk kedalam lift yang membawa kami kelantai Dasar


Kami pun berjalan menuju pantai yang di penuhi oleh wisata asing dan domestik.


Berapa wisata memakai pakaian minim dan terlihat ada yang berciuman di sana. Aku memeluknya dari belakang mengusap mesra perutnya dan merambat ke atas menyerang titik kelemahannya


Dia memukul tanganku yang mulai nakal kembali.


"Sudah ku bilang sayang, kau memilih tempat yang salah kalau tujuannya untuk menghentikan serangan tanganku.''

__ADS_1


Kalau di sini itu lebih lebih indah kalau sore hari karena kita akan bisa melihat matahari terbenam sekarang ini masih pagi


''Kalau pagi begini, enaknya berada di ranjang bersama denganmu. Dan nanti sore kembali kesini, Bagaimana?" kataku bernegoisasi


''Di sini saja sayang, aku ingin di sini menikmati pantai,'' kata Kayla pada ku .


Satu jam kemudian udara mulai sedikit panas dan matahari begitu teriknya istriku masih dengan kesenangannya bermain di tepi pantai. Sekali-sekali kutarik mundur saat ombaknya menghapiri kami.


Kepalaku mulai pusing, aku lupa tidak membawa obat kemari. Semoga saja tidak terjadi apa-apa padaku saat momen yang menyenangkan ini. Aku mengikuti istriku, aku merasa sakit di bagian kepala terasa sangat nyeri seolah mau pecah.


Pegangan tanganku mengendor dan aku tak ingat apa-apa.


(Pov Kayla)


Aku sangat senang ketika suamiku menurutiku untuk pergi ke pantai.


aku menggenggam tangannya mengajak berjalan-jalan di tepi pantai menyeretnya ke sana kemari, suamiku dengan sabarnya menurut keinginanku berjalan-jalan di antara ombak yang pasang surut tiba-tiba saja aku merasa pegangan tangannya merenggang lalu terlepas aku menoleh ke belakang dan aku terkejut saat Rudi telah terbaring tak sadarkan diri.


Aku berteriak untuk meminta tolong agar suamiku di bawah ke rumah sakit, beberapa orang datang lalu mengangkat tubuh suamiku ke dalam taksi yang telah dipesan, aku pun masuk kedalam dan taksi yang berjalan meninggalkan pantai menuju rumah sakit.


Setelah sampai di rumah sakit petugas medis pun datang dengan membawa bankar dorong dan membaringkan tubuh suamiku di sana.


Aku mengikuti petugas medis yang membawanya di ruang IGD. Suamiku mendapatkan penanganan secara langsung. Infus telah terpasang di sebelah kiri tangannya.


Aku duduk di kursi di depan ranjangnya dengan menatapnya cemas, belum tahu apa yang terjadi pada suamiku, dia masih dalam keadaan pingsan.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2