Takdir Nafizah

Takdir Nafizah
Kami Akan Menikah


__ADS_3

(Pov Naura)


"Pergi Naura, katakan pada kakakmu jangan ke sini! Cepat pergi lah!" Aku tak mampu melangkah, pisau yang tadi terlepas dari tanganku di ambilnya dan tusukan di perut mas Hardian lalu dia dorong dada mas Hardian hingga jatuh kebawah menimpa meja kaca.


Lalu kudengar dia tertawa, "Tak akan ku biarkan kau mati dengan begitu cepatnya, Hardian! Nikmati dulu penderitaanmu!"


Brakk!


Aku terjatuh dari ranjang, kemudian terjaga dari tidurku, nafasku tersengal-sengal ku ambil gelas yang berisi air minum dengan tangan gemetar.


'Maafkan aku, kak Naf, Dadd, andai aku tidak serakah, andai aku tidak datang menemuinya dan mengancamnya aku akan bunuh diri jika tidak membatalkan pernikahan dengan kak Nafizah semua ini tidak akan terjadi dan wanita itu tak akan punya kesempatan untuk menusuk mas Hardian, aku yang serakah ingin memiliki yang di miliki saudara tiriku.


Saat ini Aku tidak tahu harus berbicara kepada siapa? wanita itu mengancamku jika aku berbicara jujur maka akulah yang akan dipenjara karena sidik jariku ada di pisau tersebut, bahkan Mama pun tidak bisa melakukan apa-apa padahal dia biasanya dia bisa lebih licik dari perempuan manapun.


Sekarang mama di mana aku tidak tahu, aku dengar dari Daddy kasus kak Nafizah akan di buka kembali. Jika benar apakah aku yang akan menggantikan kak Nafi dipenjara? 'Ya Tuhan apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus berbicara sama Daddy, jika Daddy tahu dia akan marah dia akan kecewa, tapi jika aku tidak bicara nanti juga dia akan tahu dari persidangan itu.'


Badanku semakin mengigil, aku begitu takut Andai ada mama, andai kak Hardian tidak koma.


"ma, mama kemana?" suaraku memanggilnya lirih


"ma, aku harus apa? bagaimana kalau setelah itu aku di penjara seperti kak Nafi," aku menangis sendirian di kamar.


Ketukan pintu terdengar dari luar kamarku, aku perlahan bangkit lalu menyeret langkahku dan membuka pintu.


terlihat Daddy berdiri di depan pintu kamar yang terbuka.


"Ada apa, sayang? Katakan pada Daddy," kata Daddy padaku

__ADS_1


"Dad Jika aku melakukan kesalahan apa Daddy mau memaafkanku?"


"Jika kau menyadari kesalahanmu dan mau memperbaikinya tentu Daddy akan maafkan mu tetapi jika kamu tidak mau berubah bahkan tidak mau mengaku kesalahanmu itu yang Daddy tidak suka," kata Erwan kepada Naura.


"Dadd, aku benar-benar takut Daddy marah seandainya tahu apa yang pernah kulakukan pada seseorang, hingga membuat dia menderita Daddy pasti mengatakan bahwa aku sama dengan Mama," kataku


"Katakan Daddy akan mendengarkannya sampai kamu selesai bercerita, tak akan memotong kebenaran apapun yang ada di ceritamu sekalipun Daddy ingin marah, Daddy akan menahannya berbicaralah, Nak," kata Daddy menyakinkan.


"itu berawal dari saat Mas Hardian minta ayah untuk jadi wali nikahnya dia dan Kak Nafizah datang ke Singapure menemui kita," kataku memulai cerita.


Flashback on


pintu depan diketuk sebanyak tiga kali, lalu security masuk menemui kami dan berkata, "Tuan, Nyonya, ada seseorang yang bernama Nona Nafizah dan Tuan Hardian ingin bertemu dengan tuan.


"Suruh mereka masuk aku akan menemuinya kalian juga ikut denganku," kata Daddy pada kami.


Saat itu aku pun terpesona pada pria yang dibawa seorang wanita bernama Nafizah ke rumah, aku pun bertekad untuk merebutnya dari wanita itu.


"Maaf kami mengganggu istirahat Anda, tapi bagaimanapun juga Nafizah adalah putri Anda jadi kami memerlukan Anda untuk menjadi wali nikah kami," kata pria itu begitu sopan pada Daddy.


"Ok! kalian kapan menikah Papi akan datang ke sana untuk jadi wali nikah kamu bagaimanapun ini adalah tanggung jawab Papi untuk anak perempuannya," kata Daddyku membuat aku terkejut ternyata Daddy sudah memiliki anak sebelum aku dan tidak pernah bercerita apapun padaku.


"Kami akan menikah dua minggu lagi Papi," kata wanita yang bernama Nafizah.


"Yaa, Papi akan datang untuk menjadi wali nikahmu, Nak. Oh iya, Naura, kenalkan ini Nafizah kakakmu," jelas Daddy memperkenalkan kami, aku menjabat tangannya sambil melirik lelaki yang akan jadi suaminya itu. Namun, dia tak menghiraukanku.


"Apa kalian akan menginap di sini? Ada dua kamar di sini untuk kalian bisa menginap," kata Daddy pada mereka.

__ADS_1


"Tidak Om, kami memilih menjaga adab, maaf kami langsung pulang ke Jakarta ini pun juga masih sore perjalanan Singapore Jakarta hanya dua jam saja, jadi tidak masalah buat kami untuk langsung pulang, mohon maaf kami tidak bisa menginap," kata pria itu dengan sopan


"Baiklah, nanti kalau kalian sudah menikah datanglah kemari, kami akan menyambut kalian dengan hangat, lihatlah sampai tidak disediakan minuman saking senangnya Papi kamu kunjungi," kata Dadi pada mereka.


"Tidak usah, Papi. Kami akan langsung pulang saja bukan begitu Mas," kata Nafizah kakakku itu.


"Iya, mohon maaf tidak bisa berlama-lama," kata pria itu sambil memberikan undangan pernikahan pada kami, kemudian mereka pun pergi dengan taksi yang mengantar mereka tadi.


Sepulangnya mereka dari rumahku, aku pun berbicara dengan Mama, bahwa aku tertarik dengan pria itu, alangkah terkejutnya aku ketika mama justru memberikan dukungan, bukan mencegahku, bahkan dia memberikan informasi lengkap pria yang akan menjadi kakak iparku itu.


Mami juga memberikan uang dan fasilitas selama aku berada di sana, maka kuputuskan keesokan harinya, aku menyusul mereka di Jakarta dengan penerbangan pagi.


Dua jam kemudian aku telah berada di Bandara Soekarno- Hatta. aku pun pergi ke hotel yang telah di reservasi oleh Mama.


Setelah aku sampai ke hotel, aku menaruh koper di sini lalu pergi mencari perusahaan tuan Hardian.


Aku pun menemui resepsionisnya dan mengatakan bahwa aku adalah adik iparnya dari Singapura, yang ingin bertemu pak Hardian kemudian resepsionis itu pun menghubungkan dengan tuan Hardian.


Akhirnya aku dipersilahkan untuk masuk ke dalam ruangan Tuan Hardian. Aku pun berjalan menuju lift yang mengantarku ke ruang tuan Hardian.


Sekretaris yang bernama nona Mira mengantarku menemui di ruangannya. Aku pun masuk setelah pintu dibukakan oleh nona Mira.


Dengan suara tegas dia menyuruhku duduk. "Duduklah! Ada perlu apa mencariku? Harusnya kau mencari kakakmu bukan aku," katanya tanpa melihat ke arahku.


"Saya menyukai anda. Saya akan buat Anda terpikat dengan saya. Walaupun Anda sudah akan menikah dengan saudari saya. Saya tidak akan mundur." kataku pada pria itu


"Anak dan ibu sama saja ingin melukai seseorang hanya karena egonya, merampas yang bukan miliknya, Ibumu sudah merampas kebahagiaan dia dan sekarang kau juga, kau pikir aku tertarik denganmu, dengan wanita mempunyai hati busuk seperti itu, pergilah aku tak akan mengenalmu sebagai apapun selagi hatimu seperti itu," kata Hardian sambil menekan interkom memanggil sekuriti untuk membawaku keluar dari ruangannya.

__ADS_1


Sekuriti datang dan menyuruh keluar, Hatiku sangat sakit, dia terang-terangan menolakku.


__ADS_2