
setelah kepergian Bris, Bryan terlihat tenang sambil mengitung, dan tepat hitungan ke 10 pintu kamar kembali terbuka,
brak
beberapa menit sebelumnya
Bris yang keluar dari kamar tersenyum penuh kemenangan, namun senyumnya luntur saat menyadari dia berada di sebuah villa yang jauh dari perumahan. dan terpaksa dia kembali dan menanyakan di mana dia saat ini.
dengan gurat wajah kemarahan dia menendang pintu kamar. dan
brak
" Bryan Dirga Thomson, kau membawaku kemana haa? " tanya Bris dengan mengebu.
" aku membawamu berlibur di villa pribadiku. " jawab Bryan santai membuat Bris emosi
" gue ngga mau tau, gue mau pulang SEKARANG." jawab Bris dengan menekankan kata sekarang.
" ngga bisa, karena kita sekarang ada di Bali " jawab Bryan santai sedangkan Bris terkejut dan segera mencari handphone nya, namun tak di temukan nya.
" di mana handphone ku ?" tanya Bris
__ADS_1
" nih Ambil sendiri di saku celana ku." jawab Bryan santai membuat Bris melototkan matanya
entah mengapa melihat Bris yang kesal menjadi kesenangan tersendiri bagi Bryan.
" dasar mesum, kau pikir aku takut" ucap Bris sambil mendekati Bryan
namun saat Bris ingin mengambil handphone dari saku Bryan, Bryan kembali mengambilnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
Bris mencoba untuk meraihnya namun karena perbedaan tinggi yang sangat jauh membuat usaha Bris sia sia.
dan setelah melewati banyak drama yang di buat Bryan, akhirnya Bris percaya bahwa dia saat ini sedang berada di Bali tepatnya di villa peribadi keluarga Thomson, dan juga dia lebih memilih untuk mengikuti keinginan Bryan, hitung itung Bris juga ingin menikmatinya, apa lagi di sekitar villanya terdapat pemandangan pantai indah dan hutan yang hijau.
" gue mau nanya ? " ucap Bris pada Bryan
" silahkan."
" Kenapa kau membawaku ke sini ?"tanya Bris serius.
" hanya memastikan sesuatu. dan berhenti bertanya, aku ingin kita melakukan suatu kesepakatan dan pastinya kau harus menyetujui nya." ucapnya.
Bris yang melihat Bryan serius penasaran dengan kesepakatan apa yang akan mereka buat hingga melibatkan nya.
__ADS_1
" kesepakatan apa ?" tanya Bris
" tidak disini, ayo ikut saya." jawab Bryan berdiri meninggalkan ruang makan menuju kamar. beberapa saat kemudian
setelah sampai di kamar Bryan memberikan sebuah kertas yang berisi perjanjian kontrak antara mereka. namun setelah membaca nya Bris menolaknya.
" gue nggak mau, lagian ngga ada alasan gue harus menerimanya. yaaa walaupun uang yang di tawarkan sangat besar, tapi gue nggak butuh itu semua." jawab Bris
" baiklah, tapi jika suatu saat nanti kau berubah pikiran kau bisa datang padaku dan kita membicarakan kembali tentang hal ini" jawab Bryan santai karena dia sangat yakin jika nanti Bris akan datang sendiri padanya.
" oke,, terus kapan gue balik di Jakarta..? " tanya Bris, karna takut keluarga nya khawatir.
" mungkin 2 Minggu lagi, tenang saja keluarga sudah taunya kau sedang melakukan penelitian di desa terpencil." jawab Bryan santai dan Bris yang mendengarnya legah.
" oke, kalau gitu keluarlah gue mau tidur !" ucap Bris mengusir Bryan.
" hey apa kau tidak ingin membersihkan badanmu dulu, sejak pagi kau belum mandi.? tanya Bryan pada Bris
" malas.. pergilah gue mau tidur gue udah ngantuk." usir Bris lagi, namu Bryan tidak beranjak sama sekali.
" kita akan tidur bersama."
__ADS_1