Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 61


__ADS_3

6 bulan kemudian,


tak terasa kehamilan Bris terus membesar dan selama Bris hamil Bryan selalu ada di sampingnya bahkan dia menyerahkan tanggung jawab perusahaan kepada Chiko, membuat kerjaan Chiko semakin bertambah kali lipatnya tapi Chiko tetap melakukan pekerjaannya dengan baik, karena setelah Bris melahirkan dia akan kembali ke negaranya dan melanjutkan perusahaan sang Daddy.


soal hubungan Chiko dan Indri tidak ada perkembangan sama sekali, sebab setelah Chiko keluar dari RS mereka tak pernah bertemu lagi, dan Chiko sudah menjelaskan kepada sang mommy kalau diantara mereka memang tak memiliki hubungan spesial. namun walau begitu mommy Chiko masih menginginkan Indri sebagai menantu nya. bahkan ia sempat berkunjung ke rumah Indri namun hasilnya nihil.


sebab setelah hari kelulusannya Indri memutuskan untuk ke luar negeri mengurus perusahaan sang ayah, selama 3 bulan ia terus di latih oleh sang kakak Dika, namun setelahnya Dika kembali ke Indonesia untuk mengurus perusahaannya sendiri. dan itulah mengapa Indri dan Chiko tidak pernah bertemu lagi.


kembali ke Bris yang tengah berada di RS keluarga Thomson yang sedang menunggu waktu menjalankan operasi sesar, tadinya Bris ingin melahirkan secara normal, namun karena Bryan tidak ingin melihat sang istri kesakitan, dia tetap kekeh untuk melakukan operasi sesar pada sang istri.


dan kini tiba waktunya untuk melakukan operasi, Bris di temani oleh sang suami yang setia selalu berada di sampingnya, tak berselang lama.


Bris melahirkan 1 satu putra tampan dan putri cantik nan imut, namun kedua bayi tidak menangis banyak cara yang dokter bersalin lakukan untuk membuat bayi bayi tersebut nangis, namun mereka malah mendapatkan tatapan tajam dari bayi bayi tersebut seolah mereka sudah mampu melihat dan sepertinya memang benar mereka langsung bisa melihat.


melihat hal tersebut dokter menghentikan kegiatannya, dan memberikannya kepada suster untuk di bersihkan terlebih dahulu sebelum di berikan kepada orangtuanya.

__ADS_1


5 tahun kemudian


seperti dugaannya Naina, kedua cucunya sama persis dengan anaknya Bryan sangat dingin bahkan itu terhadap mereka kakek dan neneknya. hanya pada mommy dan Daddy nya lah mereka bak anak yang baik dan penurut. tapi itu hanya berlaku untuk putranya Brian, Brian anak yang baik dan penurut berbeda dengan saudarinya Beriel, dia sangat nakal dan jika sudah memiliki keinginan maka ia harus mendapatkan dan sifat buruk yang dimiliki oleh Bris menurun pada Beriel yaitu sangat pemalas untuk merawat dirinya sendiri.


walau demikian Bris sangat senang akhirnya salah satu anaknya ada yang menurun darinya.


" Brian sayang pergilah ke kamar adikmu, bangunkan dia sarapan sudah siap " ucap Bris yang baru saja selesai menyiapkan makanan dan setelahnya ia juga segera membangunkan sang suami tercinta.


setelah sampai di kamar, Bris tidak menemukan Bryan di sana dan sepertinya Bryan tengah berada di dalam kamar mandi karena terdengar gemericik air dari dalam.


" Riel ayo bangun " ucap Brian yang sudah jengah dengan sang adik yang sangat sulit untuk di bangunkan.


sejak tadi ia berusaha dengan mengguncang tubuh sang adik namun tidak mendapatkan respon sama sekali. sampai satu ide muncul di otak sang kakak.


" Briel di bawah ada kak Jonson, kalau kak Jonson melihatmu seperti ini, Abang yakin dia tidak ingin dekat dekat denganmu" bisik Brian dan benar saja seketika Briel seketika terbangun dan berteriak.

__ADS_1


" tidaaak " teriak Briel dan langsung bergegas ke kamar mandi membasuh wajahnya sedangkan Brian yang melihat tingkah sang adik terkikik geli, dan bingung mengapa sang adik begitu menyukai Jonson yang notabenenya jauh lebih tua 7 tahun dibandingkan dengan mereka.


skip di ruang makan


" sayang ada apa, apa Abang mengganggumu ?" tanya Bryan pada sang putri karena terlihat cemberut.


" tidak," ucap Briel berbohong sebab tidak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya.


" kalau gitu ayo habiskan sarapanmu " ucap lembut Bryan lagi dan di angguki oleh Briel. dan Briel menatap tajam Brian seolah berkata tunggu saja pembalasan dariku. sedangkan sang empu tidak peduli dengan tatapan sang adik dia hanya fokus pada makanannya sendiri.


Bris yang diam diam mengamati interaksi keluarga kecilnya, terlihat begitu bahagia.


" terimakasih tuhan sudah memberikan suami yang baik dan begitu mencintaiku, juga buah hati yang melengkapi keluarga kecil kami '' gumam Bris sambil tersenyum.


...END...

__ADS_1


__ADS_2