Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 24


__ADS_3

" ada apa tan, siapa yang sakit ? tanya Bris pada Naina, ya Naina lah yang menelpon Bris untuk segera ke rumah sakit Mahardika Kota.


" kakek Bryan yang sakit sayang. " ucap Naina


" Kakek ???" tanya Bris karena dia tidak tau kalau Bryan masih memiliki Kakek.


" iya, kakek Bryan sakit saat mendengar Bryan menikah tanpa izin dari kami semua." ucap Naina sedangkan Bris merasa bersalah karena ikut terlibat dalam hal ini.


" Tante Bris minta maaf... " ucap Bris terpotong


" tidak sayang, kamu tidak salah yang harusnya minta maaf itu Tante , akibat ulah dari anak tidak tahu diri itu mama tidak jadi melamarmu sayang, padahal Tante sangat ingin menjadikan mu menantu." ucap Naina sedih.


" tapi Tante...." ucapan Bris lagi lagi terpotong saat seseorang memanggil Naina.


" mom di mana kakek ?" tanya Bryan khawatir yang baru saja tiba.


" kakek ada di dalam dan dia ingin menemuimu dan juga Bris , dia ingin kau meminta maaf kepada Bris secara langsung di hadapannya" ucap Naina memandang tajam anaknya


" tapi kenapa Bryan harus minta maaf sama Bris mom ?" tanya Bryan bingung. yang harus minta maaf itu harusnya Bris karena sudah membuat si Jeki mati suri sampai sekarang.

__ADS_1


" kamu masih bertanya, kenapa harus minta maaf ? ,. mama tidak habis pikir dengan mu Bryan," ucap Naina segera menarik Bris dan membawanya ke dalam ruangan di mana kakek Bryan berada.


sedangkan Bryan hanya mengekor dengan rasa bingung yang makin bingung.


ceklek


pintu terbuka memperlihatkan kakek yang sedang terbaring lemah.


" kakek " teriak Bryan menerobos masuk melewati Naina dan juga Bris.


kakek Bryan yang sedang berbicara dengan Daddy Bryan, mengalihkan pandangannya ke arah Bryan.


" kenapa kakek tiba tiba sakit, padahal kan kakek selalu menjaga kesehatan tubuh kakek " tanya Bryan namun tidak mendapat jawaban dari sang kakek.


" cucuku Bris, kau kah itu ?" tanya kakek Bris parau


" iya kek " jawab Bris mendekati brangkar kakek Bryan


" maafkan Kakek yang tidak bisa mendidik cucu kakek dengan baik, sampai sampai Bryan begitu mudahnya mempermainkan hati wanita." ucap kakek Bryan sedih

__ADS_1


" kek, Bryan tidak pernah mempermainkan hati wanita" bantah Bryan tidak terima tuduhan sang kakek, sedangkan Bris diam menyimak, yang sampai sekarang juga belum mengerti dengan keadaan saat ini.


" kek, kakek tidak perlu minta maaf, Bris baik baik saja." ucap Bris menangkan hati sang kakek, namun mendengar perkataan Bris membuat keluarga Thomson makin merasa bersalah termasuk kakek.


" seharusnya hari ini kalian sudah resmi menjadi sepasang suami-istri " ucap Naina senduh


" maksudnya ?" tanya Bris bingung, bukankah mereka sudah menjadi pasutri dan harusnya mereka sudah tau itu.


"Bryan sudah menikah, sebelum kami melamarmu nak " ucap Naina lagi


" iya, Bris tau Bryan udah menikah, emang kenapa bukannya kalian semua sudah tau ? " tanya Bris lagi


" iya, apakah kamu tidak sedih jika Bryan menikahi wanita lain ? " tanya Naina pada Bris,


" jika itu terjadi, Bris akan membuat Bryan tidak bisa berjalan, bukan hanya itu bahkan bergerak pun tak bisa." ucap Bris memandang Bryan tajam seolah mengingatkan kejadian di malam pertama mereka.


Bris memang belum menyukai Bryan apalagi mencintainya, hanya saja dia ingin seperti ayah dan ibunya menika sekali sampai maut memisahkan. dan untuk itu Bris akan belajar menerima dan mencintai suaminya walaupun itu mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama.


" itu tidak akan terjadi, membayangkan nya saja aku tidak pernah." jawab Bryan sedikit takut mengingat tendangan Bris yang sangat kuat."( moga aja mommy dan Daddy tidak akan pernah tau soal kejadian itu, bisa bisa gue jadi bahan Bulian mommy )" batin Bryan

__ADS_1


" Bryan cukup, kakek ingin kamu menyelesaikan masalahmu Sekarang dan berhenti berkata seolah kau tidak menghianati Bris " ucap kakek membuat seseorang yang di belakang pintu tak tahan dan langsung menggebrak pintu kasar.


Brak.


__ADS_2