
" astaga boss ,!!!" ucap Chiko panik melihat keadaan sang atasan tak berdaya. segera membawa Bryan masuk kedalam kamar yang berada di dalam rumah kecil tersebut.
" apa dia selalu seperti ini ?" tanya Bris
" tidak nona," jawab Chiko.
" kalau begitu kita bawah saja dia kerumah sakit." ucap Bris
" tidak perlu nona dokter pribadi tuan Bryan sedang dalam perjalanan, 15 menit lagi dia sampai." jawab Chiko
" orang kaya memang bedah ya, dokter sendiri yang datang kerumahnya." gumam Bris masih didengar oleh Chiko.
dan tak lama kemudian terdengar pintu di ketuk.
" masuk, " teriak Chiko
ceklek
bunyi pintu terbuka dan memperlihatkan seorang dokter yang masih mudah dan tentunya tampan.
__ADS_1
" apa alerginya Kambu " tanya zeyin dokter pribadi sekaligus sahabat Bryan dan Chiko, saat melihat keberadaan Bris di sana.
" tidak, dia sama sekali tidak menunjukkan gejala alerginya hanya saja dia selalu bergumam kata ( maaf ) sejak tadi.
" seperti nya, traumanya waktu kecil kembali kumat."
" trauma ?" tanya Chiko, karena dia baru mengetahuinya. sedangkan Bris hanya menjadi penyimak diantara obrolan mereka, karena dia merasa tidak ada hak untuk ikut campur dalam masalah ini.
" iya. itu karena sebuah insiden sewaktu ia berumur, 8 tahun, dulu dia memiliki saudara kembar yang bernama Brian, saudaranya itu sangat usil dia selalu membuat dirinya seolah olah dalam bahaya atau masalah, membuat Bryan khawatir dan selalu ada di saat dia membutuhkan nya, sampai suatu hari, saat itu Bryan dan Brian sedang berada di dekat kolam sedang melukis, dan Brian ingin mengerjai Bryan dan berpura-pura tenggelam. Bryan berfikir adiknya hanya berakting tenggelam dan meninggalkan Brian sendiri dan ternyata saat itu Brian benar benar tenggelam karena asmanya Kambu saat dia dalam air. setelah beberapa lama kemudian Bryan merasa ada sesuatu yang janggal, dia segera kembali ke kolam renang dan menemukan Brian mengapung di atas air. Brian sempat juga di larikan ke rumah sakit, namun semua sudah terlambat, Brian sudah meninggal.
semenjak saat itu jika ada orang yang disayanginya melakukan hal tersebut maka ingatan rasa bersalah nya akan kembali menguasai pikirannya.
"Jangan, jangan menyentuh nya.?" teriak zeyin saat melihat Bris hendak menyentuh Bryan
" kenapa ?" tanya Bris
" dia alergi terhadap wanita, jika kau menyentuhnya suhu badannya akan meningkat dan ia akan merasakan gatal pada seluruh tubuhnya, itu akan membunya makin menderita." jelas zeyin panjang lebar.
" apa Lo fikir gue bakal percaya.?" tanyanya pada zeyin
__ADS_1
Zeyin yang melihat Bris yang nekat menyentuh Bryan, ingin segera menarik keluar Bris. namun baru saja ingin mendekati Bris, lengannya sudah di tari keluar oleh Chiko.
" kenapa shi Ko,?" tanya Zeyin pada Chiko
" kalau kamu tidak ingin melihat kemarahan Bryan, jangan coba coba menyentuh apalagi menyakiti gadis tadi." jelas Chiko. tapi sepertinya Zeyin belum paham apa maksud dari Chiko.
" tapi kenapa " tanya Zeyin lagi.
" gini ajha besok kamu ke sini lagi dan saksikan sendiri gimana sikap Bryan sama tu cewek di dalam." ucap Chiko meninggalkan Zeyin yang sedang bingung.
Zeyin yang sedang melamun di kagetkan dengan suara Bris .
" heh dokter gadungan.!" panggil Bris yang membuat Zeyin melototkan matanya, namun baru saja membalas ucapan Bris sudah kepotong kembali oleh Bris
" nih perkakas loh, bay" Bris melempar tas perkakas Zeyin kemudian segera menutup pintu.
sedangkan Zeyin sedang mengeram kesal karena perlakuan Bris kepadanya, harga dirinya jatuh sebagai seorang dokter spesialis bedah sekaligus seorang psikolog, saat mendengar Bris mengatakan dia dokter gadungan.
" sial..." umpatnya segera meninggalkan rumah kecil tersebut menuju villa.
__ADS_1