Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 36


__ADS_3

" sayang !" panggil Bryan pada Bris setelah mereka terdiam cukup lama. dan di balas deheman kecil dari Bris.


" sebentar lagi ulang tahun perusahaan tiba, aku ingin mengumumkan pernikahan kita saat itu agar dunia tau siapa kamu sebenarnya". ucap Bryan serius.


" gue sih tidak masalah," ucap Bris cuek, sedangkan Bryan yang mendengar jawaban cuek dari Bris membuatnya kesal.


" hmmm, saya mau balik ke kantor, kamu mau ikut ?" ucap Bryan kembali dingin


" tidak, gue mau balik ke kampus ketemu pak Tarno". ucap Bris


skip.


" permisi pak " ucap Bris memasuki ruangan pak Tarno


" iya, ohh Bris rupanya Kamu, bapak kira kamu tidak akan menemui. bapak lagi." canda pak Tarno dan di balas tawa kecil oleh Bris


" bapak mau kamu segera membuat judul proposal kamu secepatnya " ucap pak Tarno lagi yang kini serius.


" baik pak, Minggu depan saya stor " jawab Bris semangat." jawab Bris semangat


" Minggu untuk kamu sudah habis, jadi saya tunggu besok" ucap pak Tarno tegas, dengan janji seminggu Bris yang selalu dilanggarnya.


" tapi pak,,,," ucapan Bris menggantung


" tidak ada tapi tapi, kalau besok juga belum ada judul bapak akan menskorsing kamu selama setahun." ucap pak Tarno meninggalkan Bris sendiri. dan Bris hanya mengerucutkan bibirnya.


sedangkan di sisi lain Dika menarik paksa tangan Indri.


" apa sih,?" ucap Indri melepaskan tangannya kasar dari cengkeraman Dika.

__ADS_1


" lo jujur ke gue, Bris benaran sudah nikah apa belum " tanya Dika tajam


" gue nggak tahu, dan saya rasa itu bukan urusan Lo " ucap Indri marah.


Indri adalah gadis yang sopan pada orang yang lebih tua darinya namun karena Dika sudah berlaku kasar padanya, membuat ia emosi dan melupakan rasa sopan santun nya pada kakak tingkat nya itu.


" kau,,!" ucapan Dika terpotong oleh Indri.


" jangan pernah berfikir karena Lo senior di sini, Lo bisa berbuat sesuka Lo terhadap junior Lo." ucap Indri menatap tajam Dika.


" kalau Lo nggak mau beritahu gue ya biasa aja nggak usah nyolot." ucap Dika yang membuat Indri semakin emosi.


bughh


" rasain Lo " umpat Indri meninggalkan Dika yang meringis sakit akibat tonjokan Indri yang cukup keras di perutnya.


" sial, gue bakal balas Lo." ucap Dika menyusul Indri.


###


" nona Bris, kesini." arah Chiko pada Bris tergesa-gesa


Bris berlari menuju kamar dimana di sana terlihat Bryan yang sedang menahan rasa sakit.


" Bry kau kenapa ?" tanya Bris panik tidak menyangka dengan keadaan Bryan yang begitu mengkhawatirkan.


Namum tak mendapatkan jawaban sama sekali dari Bryan.


" Bry, kau kenapa ,?" tanya Bris lagi mengguncang Bryan yang berada di atas tempat tidur.

__ADS_1


" nona, sebaiknya nona tidak bertanya dulu, kasian boss dia sedang merasakan sakit yang teramat sakit." ucap Chiko kasian melihat Bryan yang di guncang kencang oleh Bris


" diam kau Chiki, keluar kau " ucap Bris marah, karena Chiko menyela ucapan nya.


" baik nona" ucap Chiko keluar. "( astagah ternyata nona lebih Seram dari pak boss kalau lagi marah)" batin Chiko.


" Bry , kau jawab aku " ucap Bris lagi


" peluk " ucap Bryan nyaris tak terdengar dan Bris yang mendengar nya segera berbaring dan memeluk Bryan dalam selimut.


setelah Bris memeluk Bryan, perlahan keadaan Bryan membaik, yang tadinya tidak bisa bergerak sama sekali kini ia kini mengeratkan pelukannya pada Bris. dan Bris yang merasakan pergerakan dari Bryan kini menatapnya.


" Bry katakan padaku, apa kau memiliki penyakit yang parah ?" tanya Bris yang tidak ingin Bryan menyembunyikan sesuatu darinya.


" aku alergi terhadap wanita " ucap Bryan namun Bris tak percaya.


" sekali lagi lu becanda, ku tonjok ya" ucap Bris jengkel, walau dalam keadaan seperti ini Bryan masih bisa bercanda, pikirnya.


" aku serius" ucap Bryan pasti sedangkan Bris kini menatap Bryan intens.


" berarti yang di katakan dokter gadungan itu benar dong " ucap Bris dan di balas anggukkan kepala oleh Bryan karena tau dokter mana yang di maksud Bris.


" tapi kok sama gue kagak sih " ucap Bris lagi bingung


" tapi tidak apa, jadi kau tidak bisa main di belakangku " ucap Bris membuat Bryan tertawa dan gemas dengan Bris.


" aku tidak akan pernah berpaling darimu, apalagi setelah yang kemarin." ucap Bryan mengecup singkat bibir Bris. sedangkan Bris kini kembali teringat kegiatan panas mereka kemarin malam dan membuat pipinya merona namun sesaat kemudian ia teringat sesuatu yang ingin di tanyakan pada Bryan.


" Bry , siapa wanita yang membuat mu seperti ini ?" tanya Bris kini serius.

__ADS_1


__ADS_2