Terjebak Cinta Gadis Pemalas

Terjebak Cinta Gadis Pemalas
part 7


__ADS_3

Bryan yang terkejut dengan apa yang terjadi, namun dia menyadari satu hal alergi nya tidak bereaksi sama sekali, dan saat merasakan Bris yang akan beranjak, entah dorongan dari mana Bryan segera menarik tengkuk Bris dan kembali memperdalam ciumannya bahkan sedikit ******* bibir Bris, saat merasakan Bris memukul kecil dadanya Bryan segera melepaskan ciumannya dan memandang Bris yang sedang ngos-ngosan .


"kau...?,, aghh dasar om om tua mesum" umpat Bris kesal karena yang mengambil ciuman pertamanya pria mesum. dan ingin melayangkan pukulan di wajah tampan Bryan.


namun itu semua hanya angan angan Bris saja karena Bryan sudah beranjak dari tempatnya dan kembali ke kamarnya lantai 2, tapi sebelum itu..


" pulanglah, Chiki akan mengantarmu pulang" ucap Bryan datar seolah tak terjadi apa-apa membuat Bris kesal.


" dia pikir dia siapa, lihat ajha nanti kuabalas kau." ucap Bris meninggalkan apartemen, namun setelah sampai di lobi dia tidak menemukan siapa siapa, hanya ada seorang pria yang tampan walaupun tak setampan Bryan. dia mengedarkan pandangannya mencari seseorang yang bernama Chiki, namun pandangan tertuju pada sesuatu yang lebih menarik,


" gue yakin mobil mobil yang terparkir di sana itu pasti salah satunya punya situa mesum , kerjain ahh,,, tapi yang mana yaa" ucapnya sambil berfikir.

__ADS_1


" gue kempesin semua ajhalah, siapa suruh markir di sini" gumamnya kemudian ia membuat semua mobil disana kempes. setengah jam kemudian


" wahh capek juga yaa ternyata" ucapannya meninggalkan parkiran dan kembali kelobi mencari wanita yang bernama Chiki namun tidak menemukan siapapun di sana bahkan sipria tampan tadi sibuk dengan handphone nya juga tak terlihat. tidak mau ambil pusing dia langsung pulang menggunakan menggunakan taksi.


di sisi lain Chiko yang sudah lama menunggu, namun yang ditunggu tak kunjung datang ahirnya dia memutuskan untuk menelpon sang atasan.


" hallo tuan, Nona Bris belum juga sampai kesini." ucapnya


" ya sudah biarkan saja, sepertinya dia pulang menggunakan taksi." balas Bryan yakin langsung mematikan sambungan telepon sepihak.


"kenapa tadi alergi ku tak bereaksi yha..?, apa aku sudah pulih ..? , sebaiknya besok aku harus buktikan.

__ADS_1


sama halnya dengan Bris yang sedang melamun entah apa yang di pikirannya.


" kenapa aku merasa seperti...?" Bris mengantungkan kata katanya saat teringat sesuatu


" astaga apa dia orang yang sama dengan pria yang mengambil cip*kan pertama gue.,ya ya itu pasti dia, gue yakin itu dia. oh no semoga gue nggak ketemu lagi sama pria mesum itu. bahkan setelah mengambil cip*kan ke dua gue dia terlihat biasa saja, bukan hanya cip*kan bahkan tadi dia mengambil ciuman pertama gue... arghh sialan dasar pria tua mesum." umpat Bris kesal .dan tak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus dari sang empu menandakan bahwa dia sudah tertidur.


###


keesokan paginya kini Bryan sudah berada di ruang meeting beserta seluruh staf kantor baik itu pria maupun wanita. namun baru saja salah satu staf wanita menyodorkan sebuah berkas, belum juga sampai ia sudah merasakan hawa panas yang menjalar di tubuhnya. dan saat itu juga dia menyadari satu hal,bahwa alerginya terhadap wanita masih ada. dan dia segera meninggalkan. ruangan sebelum gejalahnya semakin parah.


" sial.." umpatnya setelah berada di ruangan pribadinya dan segera mengambil beberapa pill obat untuk mengatasi alerginya.

__ADS_1


setelah itu ia segera menelpon sang asisten untuk segera menyiapkan keberangkatannya.


" Chiki siapkan jet untuk keberangkatan siang dan segera cari gadis kemarin. bawah dia ikut bersamaku bagaimana pun caranya." ucap Bryan melalui sambungan telepon dan segera mematikan sambungan telepon sepihak.


__ADS_2