
setelah melewati perdebatan yang begitu panjang yang di menangkan oleh Bris, dengan langkah yang begitu berat Bryan keluar menuju kamar tepat di sebelah kamar Bris.
tak menunggu waktu lama setelah kepergian Bryan, terlihat Bris yang sudah tertidur dengan pulas, lain halnya dengan Bryan yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya menggunakan boxer,. seperti malam malam biasanya dia akan sulit untuk tidur, biasanya dia akan di temani TV, namun kamar yang sekarang di tempatnya tidak memiliki TV lain halnya dengan kamar yang di tempati Bris .
Bryan yang sedang melamun tiba tiba suatu ingatan melintas di pikirannya.
" bukankah tadi saya tertidur dengan pulas saat dengan Bris..?" tanyanya pada dirinya sendiri. dan segera beranjak menuju kamar yang di tempati Bris.
terlihat Bryan membuka pintu yang tidak terkunci dengan pelan takut membangunkan sang empu. Bryan mendekati Bris yang tidur dengan pulas, bahkan terlihat seperti mayat tak bergerak sama sekali.
" apa dia selalu tidur seperti ini.?" gumam Bryan mengambil posisi di samping Bris.
" kira kira kalau gue peluk dia bangun nggak ya.?, ahh biarlah saya tidak peduli sekalipun dia terbangun". ucapnya segera bebaring dengan posisi memeluk Bris. baru saja mau memejamkan matanya tiba-tiba Bryan memiliki ide yang brilian.
dia segera mengangkat tubuh Bris kemudian membawanya ke kamar yang di tempati sebelumnya.
__ADS_1
###
pukul 09.47
sepasang manusia berbeda jenis sedang tertidur dengan posisi si gadis sedang memeluk si pria, beberapa saat kemudian sang pria terlihat bangun lebih dulu, dengan wajah berseri-seri.
" sudah lama saya tidur senyenyak semalam." ucapnya sambil memandang Bris yang sedang tertidur dengan memeluknya. saat melihat ada pergerakan kecil dari Bris senyum Bryan makin mengembang tidak sabar melihat reaksi Bris saat terbangun.
" eugghh emang enak yha kalau tidur di ranjang orang kaya, gulingnya ajha nyaman banget." gumamnya dengan mata tertutup, belum menyadari kalau yang di peluknya adalah Bryan bukan guling.
" hey kau, apa yang kau lakukan disini" tanyanya tanpa melepaskan pelukannya.
" tidurlah, emang mau ngapain ". jawab Bryan santai
" tapi ini kamarku dan kenapa kau memelukku ? dasar mesum" ucap Bris belum menyadari bahwa kamar yang di tempati nya saat bukanlah kamarnya.
__ADS_1
" hey sadarlah nona, ini kamar siapa dan lagian kamu yang memeluk saya." jawab Bryan tidak terima tuduhan Bris. padahal pelakunya memang Bryan sendiri.
" eh , " Bris kaget dan segera melepaskan pelukannya " kok gue bisa ada di sini shi ?" tanyanya
" semalam kau sendiri yang datang kemari." jawab Bryan bohong
" kok gue nggak tahu shi ?" tanyanya bingung, karena selama ini dia sekali tidur ya tidurnya nggak goyang. tidak perna ngigau apa lagi tidur berjalan.
" ya nggak tahu,, ngigo kali kamunya." bohong Bryan lagi
" udah ah bodoh amat,,, gue mau jalan jalan di hutan dulu." ucap Bris hendak berdiri.
" mandi dulu, dari kemarin kamu belum mandi." ucap Bryan mengingatkan Bris mandi namun mendengar jawaban Bris membuat nya melongo tidak percaya.
" malas ah, lagian nih ya gue biasanya mandi 3 hari sekali." ucap Bris meninggalkan Bryan yang terdiam di tempatnya.
__ADS_1
" idih dia jorok benar dah" ucap Bryan bergidik ngeri sekaligus jijik memikirkan 3 hari ga mandi. kemudian mengikuti Bris, dia berencana membawa Bris kedanau yang tidak jauh dari villa, dan menyebutkan Bris kedalam danau, jadi mau tak mau Bris tetap akan mandi.